30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
takut


__ADS_3

"Nadira, kamu kenapa?" Reza sangat panik melihat Nadira jatuh tersungkur ke lantai, dengan cepat kilat dia mengangkat kepala Nadira lalu menidurkan kepala Nadira di pangkuannya "bangun Dir, kamu kenapa!" Dokter Reza menepuk nepuk pipi Nadira yang terlihat sangat pucat itu, tapi dia tetap tak sadarkan diri.


"Bunda...!" Teriak Sifa dan Ilham. Mereka berdua langsung mendekati bundanya, Mereka menarik narik tangan bundanya dengan mata yang berkaca-kaca "bunda, bunda kenapa lagi?" Tanya Ilham sembari menjatuhkan air matanya


"Kamu kenapa sayang? Ayo bangun!" Ujar dokter Reza dalam hati, dokter Reza terlihat sangat khawatir sekali melihat calon istrinya tak sadarkan diri, dia terus berusaha membangunkannya tapi tetap saja, Nadira masih tak sadarkan diri.


Semua orang berusaha menyadarkan Nadira dari pingsannya, tapi tubuh Nadira masih saja lemas.


"Ayo kita angkat Bu Nadira ke kamar mas! biar aku periksa!" Ujar dokter Raisa dengan panik. Dia menyuruh Bram untuk mengangkat Nadira, tapi Bram menggelengkan kepalanya, Bram menoleh ke arah Reza seakan memberi isyarat, dan reza pun mengangkat tubuh Nadira, dia membawa Nadira masuk ke dalam kamar.


Melihat tubuh Nadira yang tak sadarkan diri, Ilham dan Sifa hanya menatap tubuh bundanya itu dengan perasaan takut, tubuh kecil Ilham gemetar tak berdaya, dia menggenggam tangan adiknya sembari terus menangis sesenggukan.


"Nak, jangan nangis ya! Bunda gak papa kok, kalian yang sabar!" BI Minah mendekati Ilham dan Sifa, dia memeluk kedua anak baik itu sembari mengelus kepalanya.

__ADS_1


"Bu-bunda bi, bunda kenapa?" Tanya Sifa terisak.


"Sifa, Ilham, bunda gak papa kok, bunda kalian cuma kecapean aja, nanti juga sehat lagi" jawab Lisa sembari tersenyum manis, tangannya mengelus kepala Ilham dan Sifa dengan penuh kasih sayang.


"Tante cantik gak bohong kan? Bunda Sifa bangun lagi kan" Dengan wajah polosnya Sifa bertanya kepada lisa, dia menoleh ke arah Lisa sembari menghapus air mata di pipinya.


"Tante gak bohong sayang, sebentar lagi bunda Sifa bangun kok, bunda Sifa cuma kecapean aja, perjalanan dari Singapura ke sini ka jauh, semalam bunda Sifa belum sempat istirahat, jadi bunda Sifa pingsan" jawab Lisa, saking gemesnya Lisa mencubit hidung Sifa, dia mengangkat tubuh kecil itu agar Sifa mau duduk dipangkuannya.


"Sifa  jangan nangis lagi ya! Nanti cantiknya hilang" Lisa menghapus air mata Sifa lalu memeluknya dengan erat "Ilham juga Jangan nangis ya sayang! Ilham yang sabar ya nak, yang kuat, kalau Ilham kuat bunda Ilham pasti bangga" ujar Lisa 


"Sambil nunggu bunda, gimana kalau sekarang kita main tebak tebakan, siapa yang bisa jawab pertanyaan Tante, nanti Tante kasih hadiah, gimana? Mau kan?" Lisa mencoba menghibur Sifa dan Ilham dengan cara main tebak tebakan, dia tidak mau melihat kedua anak Nadira bersedih, meskipun dirinya merasakan hal yang sama seperti Ilham dan Sifa, tapi dia percaya Nadira tidak kenapa kenapa, dia tau banget Nadira, Nadira orang yang kuat jadi seberat apapun masalah hidupnya dia pasti bisa menjalani semuanya dengan sabar dan ikhlas.


"Mau Tante" dengan semangat Sifa mengiyakan ajakan Lisa untuk bermain.

__ADS_1


"Ya sudah, kita mulai ya!" Ujar Lisa tersenyum


Ketika sifa, ilham, Lisa dan BI Minah bermain di teras depan villa, dokter Raisa di dalam kamar mulai memeriksa Nadira dengan alat seadanya, Nadira mulai memeriksa kondisi tubuh Nadira , sedangkan dokter Reza, dia mengusap ngusap minyak angin ke bawah hidung Nadira berharap Nadira bisa bangun dari pingsannya.


"Sebenarnya ada apa sih Za? Kenapa Nadira bisa pingsan kaya gini?" Tanya Raisa, dia terlihat panik melihat Nadira yang masih saja tak sadarkan diri.


"Tadi saya lihat ada orang yang sedang mengintip kita Ris, pan saya tunjukkan orangnya ke Nadira, ternyata Nadira kenal orang itu, dan orang itu ternyata mantan suaminya" jawab dokter Reza


"Mantan suaminya?" Dokter Raisa menatap Reza dengan serius, dia kaget mendengar jawaban dokter Reza barusan.


"Iya Ris, Nadira sendiri yang bilang"


"Tapi Mantan suami Nadira tau dari mana kalau kita ada disini, buat apa juga dia ngikutin kita?" Dokter Raisa bertanya tanya, dokter Raisa bingung dari mana Bayu bisa tau keberadaan mereka, dia juga khawatir Bayu akan mengambil Sifa dan Ilham dari tangan Nadira, dan kalau sampai itu terjadi dia pasti sangat sulit untuk ketemu kedua anak baik itu.

__ADS_1


"Entahlah, saya juga gak ngerti Sa" ujar bayu


__ADS_2