30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
penyesalan yang berkali kali


__ADS_3

"Gimana kabarmu brooo? Udah lama ya kita gak ketemu" ujar Bram sembari menepuk pundak Reza yang sedang terbuai suasana.


"Eeeeiiish, Bram! Alhamdulillah kabarku baik, coba berapa lama kira kira? Masih ingat kan waktu itu kita...!?" Pembicaraannya terhenti, dokter Reza tersenyum, dia mencoba mengingatkan Bram tentang kenangan konyolnya bersama temannya itu.


"Hahaha.. masih ingat aja kamu, oh iya bro, mana calon?" Tanya Bram sembari mengeggerakan alisnya, Bram berusaha menggoda Reza karena dia tau temannya yang satu ini paling anti kalau ditanya soal pasangan.


Dokter Reza tidak menjawab pertanyaan Bram, dia hanya tersenyum sembari menggerakkan alisnya juga, tapi ini lain, dokter Reza seperti memberikan isyarat kepada Bram karena dia menggerakkan alis dan matanya menunjuk ke arah Nadira.


"Kenapa, kamu suka sama Nadira?" Bisik Bram ditelinga Reza


"Nanti kita ngobrol lagi" bisik Reza juga


Mendengar jawaban Reza, Bram menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, dia mendukung sekali jika Reza menyukai Nadira karena dia tau betul bagaimana kepribadian Nadira.


"Ngomongin apa sih mas? Kok bisik bisik kaya gitu?" Tanya dokter Raisa penasaran


Nadira tersenyum ketika dokter Raisa bertanya kepada suaminya, dia sebenarnya tau apa yang sedang mereka bicarakan, kenapa Nadira bisa tau? Jawabannya karena dia melihat sudut mata dokter Reza yang terus menunjuk ke arahnya.


"Biasa, obrolan lelaki" jawab Bram tersenyum menoleh ke arah Reza "yuk ah kita cuuus! Nanti kita ngobrol lagi di vila'' ajak Bram sembari menarik tangan Reza, mereka jalan lebih dulu disusul Nadira, dokter Raisa, Ilham dan Sifa dari belakang.


"Villa dok? Kenapa kita gak langsung pulang ke rumah saja" Tanya Nadira sembari terus melangkahkan kakinya, dia menggenggam tangan Sifa dan Ilham mengikuti dokter Raisa di belakangnya

__ADS_1


"Iya bu Dira, saya mau ajak Bu dira sama anak anak ke villa saya, saya sengaja ajak kalian buat makan bareng disana, kita ngobrol ngobrol, ibu mau kan?"


"Mau dok, terimakasih sebelumnya"


"Sama sama Bu"


Merekapun berjalan menuju tempat parkiran, Reza bersama Bram, dan Nadira bersama Raisa, mereka terus berbincang meluapkan semua kerinduannya terutama untuk Nadira dan kedua anaknya.


.


.


.


"Itu mobil dokter Raisa, ngapain dokter Raisa ajak anak anak kesini? Mereka Janjian sama siapa?" Tanya Bayu dalam hati


Karena penasaran Bayu ikut memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil itu, dia berdiri di depan mobilnya sembari melihat lihat sekeliling tempat parkiran itu, dia berniat masuk ke dalam untuk mencari tau keberadaan anak anaknya tapi langkah kakinya terhenti karena dia keburu melihat Nadira yang terhalang 2 mobil dari tempatnya berdiri saat ini.


Deg


Bayu begitu kaget melihat Nadira berdiri di hadapannya, dia langsung masuk ke dalam mobil karena takut Nadira dan yang lain melihatnya.

__ADS_1


"Nadira, itu benar kamu? Jadi Sifa dan Ilham kesini buat jemput kamu? Aku senang kamu Sekarang sudah sehat, kamu terlihat cantik Nadira, Maafin semua kesalahanku, aku menyesal sudah menyakiti kamu, aku ingin hidup bersamamu lagi Dira, apa masih ada kesempatan buat aku untuk kembali sama kamu?" batin Bayu


Melihat Nadira yang begitu segar dan cantik Bayu jadi semakin menyesal karena telah menyakitinya, dia menyesal sudah tergoda dengan Elsa.


Bayu tak kuasa menjatuhkan air matanya sembari terus melihat ke arah Nadira.


"Ini Bu Nadira Bu? ya Allah, cantiknya" ujar bi Minah yang baru melihat Nadira hari ini, dia langsung keluar dari mobil untuk menyambut mereka, saking ngefansnya bi Minah sampai meniup niup tangannya dulu sebelum bersalaman dengan Nadira.


"Siapa ini dok?"


"Ini bi Minah Bu, bi Minah yang bantu saya mengurus Ilham dan Sifa" jawab dokter Raisa tersenyum


"Ya Allah, terimakasih ya bi, bibi sudah mengurus anak anak saya" ujar Nadira, Nadira langsung mencium tangan Bi Minah, dia menatap mata bi Minah dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak tau harus berbicara apa lagi kepada mereka, dia merasa berhutang besar kepada keluarga dokter Raisa


"Sama sama Bu, jangan seperti ini Bu, bibi senang sekali bisa mengurus anak anak baik seperti Ilham dan Sifa" ujar bi Minah sembari menjatuhkan air matanya, dia berusaha melepaskan tangan Nadira karena dia tidak enak Nadira mencium tangannya


"sekali lagi terimakasih ya Dok, bi, semuanya, kalau saja tidak ada kalian semua saya gak tau nasib saya akan seperti apa, terimakasih" Nadira terus saja menangis di hadapan keluarga Bram, dia benar benar sangat bahagia sekali.


sudah dulu ya, 🙏🙏🙏


jangan lupa like, comen n votenya 😘

__ADS_1


__ADS_2