
...๐พ wanita itu punya tabiat pencemburu, maka ada baiknya jangan menceritakan kelebihan perempuan lain dihadapannya meskipun hanya sekedar gurauan๐พ...
...happy reading...
...๐๐๐๐๐...
''Alhamdulilah Bu, kondisi ibu sekarang sudah membaik, sekarang ibu istirahat ya! nanti saya akan balik lagi untuk mengambil sampel darah ibu'' ujar dokter Raisa tersenyum
''Iya dok terima kasih'' ujar Nadira
''Sama sama Bu, kalau begitu saya permisi dulu'' ujar dokter Raisa pamit kepada Nadira
''Sebentar dok, saya ingin bertanya, apa penyakit saya masih bisa sembuh dok?'' tanya Nadira ingin tau
Nadira berharap dokter mengatakan iya, tapi menurutnya itu tidak mungkin, karena dia sudah mengetahui jawaban itu, dia tau kalau dirinya tidak punya banyak waktu, dia hanya punya waktu dua hari lagi untuk bisa bertahan hidup.
''Insyaallah Bu, saya belum bisa memastikan, tapi melihat kondisi ibu yang seperti ini, saya yakin ibu bisa sembuh, yang penting ibu harus terus bersabar, ibu jangan terlalu banyak pikiran ya! ibu harus kuat, yakin saja Bu kalau ibu bisa melawan penyakit ganas ini, demi kedua anak ibu yang cantik dan ganteng ini'' jawab dokter Raisa mencoba memberi semangat
''Iya dokter, terimakasih banyak'' ujar Nadira tersenyum
Dokter Raisa hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, dokter Raisa merasa lebih tenang melihat kondisi Nadira yang sudah berangsur membaik, dia dan kedua suster itu pun pergi meninggalkan ruangan Nadira menuju ruangan yang ada di samping ruangan itu untuk memeriksa pasien lain yang mengidap penyakit yang sama seperti Nadira.
''Alhamdulilah bunda, kata dokter, penyakit bunda bisa sembuh, bunda yang kuat ya! kita akan selalu temenin bunda" ujar Ilham menjatuhkan air matanya
"Iya sayang, terimakasih ya nak, bunda bangga sekali memiliki anak yang baik dan pintar seperti kalian'' ujar Nadira tersenyum
"Iya bunda, kita sayaaang banget sama bunda" ujar Sifa memeluk tubuh Nadira dengan erat
__ADS_1
Nadira tersenyum sembari terus menjatuhkan air matanya, perasaannya kini bercampur aduk menjadi satu, dia bahagia sekaligus sedih, dia begitu bahagia memiliki anak yang baik dan perhatian seperti Ilham dan Sifa, tapi disisi lain dia sangat sedih karena mungkin saja dia tidak akan pernah lagi bisa berada di samping mereka, dia hanya bisa pasrah menyerahkan seluruh hidup dan matinya kepada sang pencipta, tapi dia juga akan berusaha melawan penyakit yang ganas itu untuk kedua anaknya
''Bunda jangan nangis ya, aku dan Sifa akan selalu menemani bunda disini sampai bunda sembuh'' ujar Ilham menghapus air mata bundanya
''Iya sayang, bunda nangis karena bunda begitu bahagia memiliki anak seperti kalian'' ujar Nadira mencoba untuk tersenyum di hadapan kedua anaknya.
Cleeeeek
Pintu ruangan itu terbuka, terlihat suster masuk dengan membawa satu mangkuk bubur dan segelas air putih di tangannya.
''Selamat siang Bu, ini saya bawakan bubur hangat untuk ibu, ibu makan dulu ya, karena sebentar lagi ibu harus minum obat!'' ujar suster cantik itu
''Iya sus, terimakasih banyak, suster taro saja buburnya di meja, nanti saya akan makan buburnya kok'' ujar Nadira tersenyum
''Oh ya sudah, saya taruh buburnya disini ya Bu! ibu harus makan yang banyak ya, karena saya juga bawakan resep obat yang harus ditebus di apotek rumah sakit ini, nanti ibu bisa menyuruh anggota keluarga ibu untuk menebus obat ini'' ujar suster cantik itu
''Sama sama Bu, kalau begitu saya permisi dulu ya! semangat ya Bu, semoga penyakit ibu bisa cepat sembuh'' ujar suster itu tersenyum
"Amiiiinnn" ujar Nadira
Suster itu pun pergi meninggalkan ruangan Nadira, dia meninggalkan selembar resep obat yang harus ditebus, Nadira sangat kebingungan, dia bingung entah harus menyuruh siapa untuk menebus obat itu dia tidak mungkin menyuruh anaknya, karena mereka masih terlalu kecil, Ilham tidak mungkin bisa mencari dimana keberadaan apotek itu karena rumah sakit itu terlalu luas.
...๐นdi kantor๐น...
''Selamat siang mas, maaf mas, kamu nunggu lama ya?'' tanya Elsa merasa tidak enak
''Dari mana kamu?'' tanya Bayu ingin tau
__ADS_1
''Aku abis nyarii sarapan mas, tadinya aku mau nunggu kamu tapi kamunya lama, kamu dari mana sih? kamu kan udah janji sama aku kalau hari ini kita akan pergi ke butik'' tanya Elsa merasa sedikit kesal
''Maaf Elsa, hari ini aku gak bisa, Nadira sakit, jadi aku harus kembali lagi ke rumah sakit'' jawab Bayu yang terlihat jutek
''Gak bisa gitu dong mas, aku udah bilang sama temenku kalau hari ini aku akan datang ke butiknya, aku gak mungkin batalin gitu aja, mau ditaruh dimana mukaku'' ujar Elsa yang terlihat sangat kesal
''Aku tetap gak bisa, kamu pergi sendiri aja, sekarang aku akan kembali lagi ke rumah sakit'' ujar bayu
Bayu tidak menghiraukan perkataan Elsa, diapun pergi meninggalkan Elsa yang berdiri di depan pintu ruangannya.
''Ok mas kalau itu mau kamu, aku akan ikut kamu ke rumah sakit dan aku akan bilang ke Sifa sama Ilham kalau aku dan kamu akan segera menikah, mereka pasti akan sangat bahagia setelah tau ibu baru mereka sangat cantik seperti aku'' ujar Elsa berusaha mengancam Bayu
Elsa sengaja mengancam Bayu agar Bayu tidak kembali lagi ke rumah sakit.
''Apa kamu bilang? kamu mau menemui anak anakku, apa sih yang kamu inginkan? aku tidak akan pernah membiarkan kamu bertemu dengan mereka'' ujar Bayu menghentikan langkahnya
Bayu berbalik arah dan kembali menghampiri Elsa, dia bingung entah apa yang harus dia lakukan saat ini, dia benar benar khawatir, dia takut Elsa benar benar menemui kedua anaknya di rumah sakit, Bayu tidak bisa membayangkan kalau kedua anaknya tau Elsa akan jadi ibu barunya disaat kondisi Nadira seperti ini, Sifa dan Ilham pasti akan sangat hancur, untuk saat ini dia terpaksa mengikuti semua keinginan Elsa, dan setelah Nadira sembuh, dia akan meninggalkan Elsa bagaimanpunn resikonya.
''Ok, hari ini aku akan mengantar kamu ke butik, tapi setelah ini, aku akan kembali lagi ke rumah sakit'' ujar Bayu
''Gitu dong mas, ayo kita berangkat! temanku pasti sudah menunggu kita'' ujar Elsa tersenyum
''Akhirnya aku berhasil mengajak mas Bayu untuk fiting baju pengantin, aku jadi gak sabar ingin memfoto baju itu lalu mengirimnya ke Nadira, dia pasti sangat kaget, semoga saja dia bisa cepat cepat mati''ย batin Elsa
Elsa pun menggandeng tangan Bayu dengan mesra, dia sengaja mengancam Bayu karena dia ingin selalu berada disampingnya, Elsa tidak terima kalau Bayu meluangkan waktu yang banyak untuk Nadira karena dia takut Bayu akan kembali kepada Nadira.
...bersambung...
__ADS_1