
Lisa dan Nadira terus berbincang menceritakan kedua anak pintar itu, Nadira memberi tahu Lisa semua tentang masa lalunya, dia menceritakan banyak tentang anak dan suaminya hingga mereka tak merasa kalau pagi sudah berubah menjadi siang dengan terik matahari yang sudah terasa sangat menyengat.
"Ya ampun Bu, ternyata ini sudah jam 10 lebih loh" ujar Lisa
Matanya terbelalak ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul 10.30.
Nadira dan Lisa tidak menyadari kalau sedari tadi ada orang yang memperhatikan mereka dari kamar, tak lain adalah dokter Reza, dokter Reza sengaja menguping pembicaraan mereka dari kamar meskipun dia sendiri tau kalau hari sudah semakin siang, dia juga sebenarnya sudah ditunggu oleh semua pasien pasiennya di rumah sakit, tapi dia terpaksa menunda keberangkatannya ke rumah sakit karena memang dia ingin tau apa yang Nadira bicarakan kepada Lisa, dokter Reza sangat takut Nadira membicarakan kepulangan nya ke Indonesia, dan ternyata benar, apa yang dia takutkan berujung menjadi kenyataan, kenyataan pahit yang harus dia hadapi walaupun itu sangat berat baginya.
" Sebentar lagi Nadira benar benar akan pergi, apa yang harus aku lakukan ya Allah? Aku benar benar sangat takut kehilangannya" batin dokter Reza merintih.
Dokter Reza mencoba mengelus dadanya sembari menghelakan nafas panjang, ia keluar dari kamarnya dengan wajah yang terlihat biasa biasa saja, dia berusaha menguatkan dirinya menghampiri Lisa dan Nadira yang sudah menunggunya di meja makan.
"Eheeeemmm….." dokter Reza mendekati meja makan sembari terus mendengarkan percakapan Lisa dan Nadira.
"Eeeehhh pak Reza, ayo pak sarapan dulu! Mumpung makanannya masih anget anget" ujar Lisa tersenyum
"Iya Lis, terimakasih" ujar dokter Reza membalas senyuman lisa
Dokter Reza Pun duduk di kursi sebelah Nadira lalu mulai mencicipi masakan yang Nadira dan Lisa buatkan untuknya.
"Tadi saya dengar kalian pada ngomongin Ilham sama Sifa, saking asyiknya sampai lupa waktu, hampir saja Lisa lupa sama saya, jadi beneran nih dir kamu jadi pulang besok pagi?" Tanya dokter Reza penasaran.
"Tolong bilang tidak dira, aku masih berharap kamu akan tinggal disini bersamaku" batin dokter reza
__ADS_1
"Iya dok" jawab Nadira
Deg.
Perasaan dokter Reza tiba tiba hancur mendengar Jawaban itu, kekhawatirannya selama ini menjadi kenyataan, dia harus menerima Nadira pergi dari kehidupannya meskipun sebenarnya dia sangat takut kehilangan Nadira, sosok wanita yang begitu sangat dia kagumi itu.
Dokter Reza mencoba menyimpan kembali sendok yang sedari tadi sudah dia pegang, dia tidak jadi sarapan bersama Lisa dan Nadira, nafsu makannya tiba tiba hilang, dia lebih memilih makan di luar sembari menenangkan perasaannya yang begitu sangat hancur, dia memasang muka datar karena dia tidak mau sampai mereka tau kalau dirinya menyimpan kesedihan yang begitu sangat mendalam.
"Saya berangkat dulu ya Lis, dira, kalian lanjutkan saja ngobrolnya" ujar dokter Reza bangkit dari duduknya.
"Loh dok, kok malah pergi, dokter kan belum sarapan!?" Tanya Lisa
"Saya sarapan di rumah sakit aja" jawab dokter Reza.
"Dokter Reza kok tiba-tiba pergi ya Bu? Ada apa ya?" Tanya Lisa menoleh ke arah Nadira.
Lisa sedikit bingung dengan sikap dokter Reza yang tiba tiba berubah 90%, Lisa merasa ada sesuatu yang dokter tampan itu sembunyikan sehingga dia bisa berubah seperti ini.
"Mungkin dokter Reza buru buru mbak" jawab Nadira dengan tenang.
Nadira sendiri tidak mengerti dengan sikap dokter Reza, tidak biasanya dia bersikap seperti ini.
"Kenapa tiba tiba dokter Reza seperti ini? Apa mungkin dia marah sama aku? Tapi masa iya sih!? Memangnya apa salahku, perasaan semalam dia tidak seperti ini?!" Batin Nadira bertanya tanya.
__ADS_1
Nadira terdiam, dia terus menatap dinding dengan mata kosong.
"Loh! Bu Nadira kok malah bengong, kenapa Bu? Udah jangan terlalu dipikirkan, mungkin dokter Reza lagi capek Bu, makanya dia seperti ini" ujar Lisa mengelus pundak nadira
"Mungkin iya mbak, saya juga ngerti kok" ujar Nadira tersenyum
"Ya sudah, kita lanjut sarapannya yu, hari ini saya mau ajak ibu ke suatu tempat, saya mau beli sesuatu untuk kedua anak ibu, ibu mau ya!?" Tanya Lisa
"Ok mbak, saya mau" jawab Nadira
Nadira dan Lisa pun melanjutkan sarapannya, mereka berusaha bersikap tenang memakan hidangan itu dengan lahap meskipun hati mereka tidak tenang.
...Bersambung...
Ceritanya sedikit dulu ya guys.
Besok lanjut lagi, insyaallah besok up 2 bab.
Jangan bosen bosen baca ya!
Ingat loh masih ada hadiah pulsa 20k yang menunggu, untuk readers yang berada di top fans peringkat 1. 15k untuk peringkat 2, dan 10k untuk peringkat 1.
Jadi jangan lupa like, vote n comenya ya!
__ADS_1