30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
awal kehancuran bayu


__ADS_3

Clara mana?" Tanya Bayu. Bayu menatap wajah Elsa dengan tatapan serius.


"Ngapain sih kamu nanyain dia terus mas? Kan aku udah bilang kalau aku udah pecat dia, dan mulai sekarang aku yang akan gantiin dia jadi sekretaris kamu" jawab Elsa. Elsa merasa cemburu dengan suaminya karena dia terus menanyakan Clara, padahal Bayu menanyakan Clara bukan karena dia suka dengan dia, Bayu menanyakan Clara karena memang berkas berkas penting perusahaannya ada di tangan Clara. Dia harus segera mendapatkan berkas itu sebelum kliennya pulang karena kalau hari ini meetingnya bersama klien itu gagal Bayu akan kehilangan proyek besarnya. Dan perusahaannya diambang kebangkrutan karena dia sudah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk proyek tersebut.


"Bilang dimana Clara sekarang?" Tanya Bayu dengan tegas. Dia bertanya dengan nada tinggi kepada istrinya itu.


"Aku gak tau mas? Memangnya ada perlu apa sih kamu sama dia? Jangan bilang kamu suka lagi sama dia mas?" Tanya Elsa lagi. Elsa juga bertanya dengan nada tinggi seakan tidak mau kalah dengan Bayu.


"Kamu sehat Elsa? Kamu gak salah ngomong gitu sama aku?" Bayu menatap wajah Elsa dengan penuh kekesalan, Bayu tidak percaya bagaimana bisa Elsa berfikir macam itu terhadapnya.


"Lagian kamu nanyain Clara terus dari tadi, memangnya ada apa sih mas? Gak biasanya kamu kaya gini" tanya Elsa lagi.


"Elsa tolong ya kamu jaga bicara kamu, aku ini lagi pusing, berkas berkas penting yang akan diserahkan ke klien hari ini semuanya ada di dia, daripada sekarang kamu mikir yang aneh aneh mending kamu telepon dia, suruh dia kesini bawa berkas berkasnya sekarang juga, sebelum perusahaan kita kehilangan proyek besar ini" ujar Bayu dengan tegas. Dia berbicara kepada Elsa dengan nada tinggi. 


"Aku gak nyuruh kamu kasih berkas itu ke dia ya mas, lagian sekarang aku gak tau dia dimana mas, semalaman aku udah usir dia" ujar Elsa. Elsa melipat kedua tangannya dengan wajah datar. Dia tidak terlalu memperdulikan omongan Bayu masalah berkas itu karena memang dia lagi kesal kepada suaminya itu. Elsa menganggap itu hal yang sepele padahal sebenarnya ini menyangkut perusahaan dan karirnya di bidang bisnis, Bayu tidak mau kehilangan kesempatan emasnya untuk mendapatkan keuntungan besar ini.


"Kamu usir dia?" Mata bayu terbelalak ketika mendengar Jawaban Elsa barusan. "Ka…." Perkataan Bayu terhenti karena ada orang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya itu.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Masuk" Bayu meredam emosinya kepada Elsa ketika seseorang itu mengetuk pintu.


"Permisi pak, maaf klien kita sudah menunggu di bawah, mohon dipercepat ya pak! Soalnya beliau tidak punya waktu lama" ujar seorang karyawan Bayu yang mengurus meeting mereka hari ini.


"I- iya, sebentar lagi saya turun ke bawah" ujar Bayu dengan wajahnya yang kebingungan.


Mendengar jawaban bosnya itu, Surya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Dia menutup kembali pintu ruangan kerja Bayu lalu bergegas menemui klien itu sembari menunggu Bayu turun dari ruangannya.


"Pokoknya aku gak mau tau sekarang kamu hubungi Clara dan suruh dia datang kesini bawa berkas berkasnya!" Ujar Bayu dengan tegas


"Gue coba telepon si perempuan murahan itu, lagian sepenting apa sih berkas itu sampai mas Bayu panik kaya gitu? Heran gue" ujar Elsa menggerutu. Tangan Elsa terus memencet ponselnya untuk mencari nomor Clara yang sudah dihapus dari kontaknya.


"Aaahhh ini dia, Untung masih ada" ujar Elsa


Setelah di pencet tombol hijau 📞 nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar service area cobalah beberapa saat lagi"  terdengar suara customer service dari balik ponsel itu.

__ADS_1


"Kemana lagi perginya si Clara, nomornya gak aktif lagi" ujar Elsa kesal. Elsa mencoba memanggilnya kembali, tapi jawabannya sama. Nomor Clara belum juga aktif. Elsa bingung harus melakukan apa, ingin menyusul Clara dia tidak tau Clara dimana, tapi kalau dibiarkan Bayu pasti akan marah besar kepada dirinya karena dia lah orang yang sudah mengusir Clara.


Ketika Elsa sedang mencari cara untuk menemukan Clara, di ruangan bawah tepatnya di ruangan meeting. Bayu dan pak Prakoso sedang berbincang membicarakan bisnisnya yang akan segera mereka rintis, pak prakoso sangat mempercayai perusahaan itu bahkan dia bekerja sama dengan perusahaan Bayu sudah sangat lama dari semenjak perusahaan itu dipegang oleh Nadira dan kedua orang tuanya, semuanya selalu berjalan dengan lancar itu sebabnya pak Prakoso selalu balik lagi ke perusahaan itu untuk mengajak berbisnis.


"Gimana pak, apa bisa kita mulai meetingnya? soalnya saya ada urusan lagi di tempat lain" tanya pak Prakoso. pak Prakoso terus melihat jam ditangannya, dia terlihat begitu cemas karena memang dia takut kliennya yang lain sudah menunggunya.


"Bisa tunggu sebentar lagi gak pak? asisten saya belum datang, mungkin dia kecegat macet, sebentar lagi juga dia datang" jawab Bayu tersenyum.


"Berapa lama lagi pak, saya sudah nunggu dari tadi ini? masa jam segini asisten pak Bayu belum datang, ini sudah hampir tengah hari pak, coba pak Bayu telepon lagi soalnya saya butuh kepastian" ujar pak Prakoso dengan tegas.


''Sebentar pak saya coba telepon asisten saya lagi" ujar Bayu dengan wajah tegang. Bayu bangkit dari duduknya berjalan meninggalkan ruangan meeting itu, dia kembali ke ruangan kerjanya untuk menemui Elsa. dia terlihat sangat buru buru karena mungkin dia tidak punya banyak waktu lagi. dia harus segera bertemu dengan Clara untuk meminta berkas itu.


cleeekkk


Bayu membuka pintu ruangan kerjanya.


"Mas dari tadi Clara tidak bisa di telepon, nomornya tidak aktif" ujar Elsa. perasaannya mulai tidak enak karena Bayu menatapnya dengan wajah merah menyala.


"Kamu kan tau dia tinggal dimana, kamu susul dia, kenapa malah diam disini?" Bayu membentak Elsa hingga Elsa kesal di buatnya.

__ADS_1


"Mas kamu tau tadi malam kamu tidur di rumah siapa? kamu ngelakuin apa? tidur bersama siapa? kamu ingat mas? aku juga punya perasaan mas, kamu tega ya ngelakuin ini sama aku" Elsa berbicara kepada suaminya itu dengan mata yang berkaca-kaca. Elsa bingung apa yang harus dia lakukan saat ini, dia marah, dia benci, Bayu yang punya kesalahan terhadapnya tapi disini dia malah disalahkan, Elsa benar benar tidak sanggup, diapun pergi meninggalkan Bayu keluar dari ruangan itu.


"Elsa, kamu mau kemana?"


__ADS_2