
Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, pak Bram dan dokter Raisa yang sedari tadi bergelut dengan rasa pegal sepanjang jalan, kini merekapun sampai di rumahnya yang begitu sangat mewah itu.
Tiiiiiittt
Tiiiiiittt
Tiiiiiittt
Bram membunyikan klakson mobilnya berharap bi Minah atau pak Karyo membukakan pintu gerbang.
Sreeeeettt
Gerbang dibuka oleh pak Karyo yang kebetulan malam itu sedang duduk di pos.
"Malam pak Bram...!!!"
"Makasih ya pak Karyo!" Ujar Bram tersenyum
"Siap, sama sama pak, sudah jadi tanggung jawab saya" ujar pak Karyo sembari membungkukkan badannya.
Setelah mobil masuk ke dalam tempat parkir, Bram pun keluar dari mobilnya disusul dokter Raisa dr belakang, sedangkan pak Karyo masih dalam posisinya membungkuk, mungkin sebagai penghormatannya kepada sang majikan.
"Anak anak mana pak?" Tanya dokter Raisa
__ADS_1
"Ada Bu, mungkin lagi ngerjain PR sama Bi Minah"
"Ngerjain PR pak? Dari tadi ngapainn aja? Kenapa anak anak baru ngerjain PR jam segini? Ini kan sudah malam!, harusnya mereka istirahat..!!!!"
"Mungkin tadi mereka keasikan bungkus kado bu, jadi kemalaman kerjain PR nya"
''Kado?" Tanya dokter Raisa kaget
"Anak anak beli kado buat siapa pak? Kok mereka gak bilang kalo temannya ada yang ulang tahun?" Bram bertanya tanya, Bram merasa penasaran dengan kado yang Ilham dan Sifa beli, karena biasanya mereka selalu bilang jika ada suatu kegiatan apapun di sekolah, Bram tidak ingat kalau besok Nadira sudah tiba di Indonesia
"Katanya sih anak anak beli kado buat bundanya pak" jawab pak Karyo
Mendengar jawaban pak Karyo, dokter Raisa langsung masuk ke dalam rumah, entah apa yang dia pikirkan, yang jelas, Mendengar semua itu dokter Raisa merasa begitu sesak di dadanya.
"Kasian istriku, dia pasti cemburu, ya Allah! kenapa engkau hadirkan Sifa dan Ilham di keluarga kami jika semuanya akan seperti ini" batin Bram
"Maaf Pak, besok kita berangkat jam berapa ke bandara?" Tanya pak Karyo
"Siang aja pak, Saya masuk dulu, sekarang pak Karyo istirahat saja!?" Jawab Bram sembari menepuk pundak pak Karyo
Pak Karyo sebenarnya masih ingin berbincang dengan majikannya itu, tapi Bram lebih memilih menghindar dari pak Karyo, untuk saat ini Bram tidak ingin membahas masalah Nadira karena dia masih merasa sakit, dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya, berfikir semalaman, mencari cara untuk mengikhlaskan kepergian Ilham dan Sifa dari hidupnya.
Brampun masuk ke dalam rumah dengan handphone di tangannya, Bram melihat jam di handphone tersebut, melihat waktu yang terus berputar.
__ADS_1
Tak pernah dia merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya, tapi inilah hidup, setelah pertemuan pasti akan ada perpisahan, besok mungkin Bram tidak akan melihat mereka lagi, tapi setidaknya sekarang dia masih ada kesempatan untuk melihat dan memeluk anak anak itu untuk beberapa jam kedepan.
Bram masuk ke dalam rumah dengan tubuh yang sangat lemas, dia berjalan sembari mencari dokter Raisa yang lebih dulu masuk darinya.
"Sayang...!!" Teriak Bram
Bram membuka pintu kamar tapi ternyata dokter Raisa tidak ada disana.
"Istriku pasti ada di kamar Ilham dan Sifa"
Melihat sang istri yang tidak ada di kamar, Bram pun langsung berjalan menuju kamar Ilham untuk memastikan dokter Raisa berada disana.
...
Ketika dokter Raisa dan Bram sibuk menghabiskan waktu bersama Ilham dan Sifa untuk yang terakhir kalinya, Bayu yang berniat untuk menyusul dokter Raisa ke rumah sakit, akhirnya diapun sampai di rumah sakit tersebut.
Bayu dengan cepat memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah sakit, dia terlihat sangat buru buru karena memang dia mengejar waktu, dia tidak mau terlalu kemalaman untuk bertemu Ilham dan Sifa, semakin cepat dia bertemu dengan mereka maka semakin cepat pula dia membawa mereka kembali ke rumahnya, dia sangat berharap Ilham dan Sifa bisa kembali tinggal bersamanya.
"Selamat malam pak, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya suster yang sedang berjaga
"Malam sus, apa bisa saya bertemu dokter Raisa?"
"Maaf pak! Dokter Raisanya sudah pulang, kalau bapak mau bertemu Bu dokter, lebih baik bapak langsung saja datang ke rumahnya"
__ADS_1
Bayu terdiam mendengar Jawaban suster jaga itu.
"Arrrrgggggghhh, sial...!! Jauh jauh datang kesini dokter Raisanya malah udah gak ada" batin Bayu