
Setelah kepergian Elsa dari rumah itu bayu merasa tenang sekali, dia duduk bersantai di sofa dengan perasaan lega menunggu Nadira dan kedua anaknya datang ke rumah itu.
"Alhamdulillah Akhirnya dia pergi dari rumah ini, sekarang aku tinggal nunggu Sifa dan Ilham, terimakasih ya Allah engkau telah memberikanku kesempatan untuk berkumpul bersama keluargaku lagi" ujar Bayu dengan mata yang berkaca-kaca.
Bayu menatap langit langit rumah itu dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya, dia mengingat semua kenangan indah bersama Nadira begitupun kenangan buruknya. Dia menyesal sekali dengan apa yang sudah dia lakukan kepada istrinya itu, dia tergoda disaat Nadira mengidap penyakit yang sangat parah.
"Maafkan aku Nadira" ujar Bayu terisak.
Bayu bangkit dari duduknya berjalan menuju belakang, dia bermaksud untuk pergi ke gudang mencari barang barang Nadira yang sudah Elsa singkirkan, hari ini dia akan mengganti semua barang barang yang Elsa pasang di rumah itu dengan barang barang milik Nadira lagi, dia akan mengembalikan suasana rumah itu seperti dulu lagi sewaktu dia bersama Nadira.
Di rumah Agus
"Assalamualaikum" Agus yang baru pulang dari kantor masuk ke dalam rumahnya dengan tubuh lemas tak bergairah, dia tidak mengetahui kalau di rumahnya ada Nadira karena waktu itu Nadira dan dokter Raisa sedang makan di dapur, jadi dia terlihat biasa biasa saja, dia langsung duduk di ruang tamu mengistirahatkan tubuhnya di kursi tua peninggalan ayahnya.
"Waalaikumsalam mas, baru pulang ya?" ujar Clara. Clara menyambut Agus dengan senyuman, dia terlihat senang sekali karena mungkin hari ini dia bisa bertemu dengan Nadira di rumah itu.
__ADS_1
"Iya neng" jawab Agus. Dia masih saja terlihat lemas, entah apa yang terjadi dengan Agus hari ini, Clara hanya diam tanpa bertanya apapun, bukannya dia tidak peduli dengan calon suaminya itu, hanya saja Clara segan.
"Ya sudah, ayo kita makan sekarang mas! Kita makan bareng Bu Nadira di dapur" ujar Clara. Clara mengulurkan tangannya mengajak Agus untuk makan bersama.
"Bu Nadira?" Tanya Agus kaget. "Ada Bu Nadira disini? Kamu gak bohong kan neng?" Tanya Agus lagi. Saking tidak percayanya Agus bangkit dari duduknya menatap Clara dengan serius.
"Iya mas, ada Bu Nadira sama dokter Raisa, mereka sudah nunggu mas dari tadi, ayo kita ke dapur!" Jawab Clara tersenyum.
Mendengar jawaban Clara Agus merasa percaya tidak percaya pokoknya entah apa yang dia rasakan saat ini, perasaannya bercampur aduk menjadi satu.
"Eeeh anak ibu sudah pulang" ujar ibu Agus tersenyum.
"Mana Agus Bu?" Tanya Nadira. Nadira menoleh ke arah belakang ternyata benar saja, Agus berdiri di belakangnya dengan mata berkaca-kaca.
"Alhamdulillah ibu baik baik saja, ibu kemana saja? saya khawatir dengan kondisi ibu dan anak anak, gimana kabar mereka Bu? Saya kangen sekali sama mereka" tanya Agus menjatuhkan air matanya. Agus tak kuasa menahan kesedihannya ketika bertemu dengan orang yang sangat dia sayangi, dia sangat rindu kepada Nadira, saking akrabnya Agus sudah menganggap Nadira seperti kakak kandungnya sendiri.
__ADS_1
"Alhamdulillah Gus ini kondisi saya sekarang" jawab Nadira tersenyum "seperti apa yang kamu lihat, saya sudah sehat walafiat, anak anak juga Alhamdulillah sehat, mereka sangat baik bahkan jauh dari kata baik, nanti saya akan bawa mereka kesini" ujar Nadira. Nadira bangkit dari duduknya, dia menghampiri Agus yang berdiri di belakangnya lalu mempersilahkan adik angkatnya itu untuk duduk disebelahnya.
"Duduk Gus, ada yang ingin kita bicarakan sama kamu" ujar dokter Raisa tersenyum. Dokter Raisa sangat senang sekali melihat Nadira dan keluarga Agus bisa seakrab ini, jadi setidaknya mereka tidak akan susah jika meminta tolong kepada Agus dan keluarganya.
"Sebenarnya saya juga ingin bicara sama ibu" ujar Agus juga. Kebetulan Agus juga memiliki unek unek yang harus dia sampaikan, semua tentang perusahaan. Untung saja Nadira datang ke rumahnya kalau tidak, mungkin Agus akan selamanya seperti ini, memendam kekesalannya kepada Bayu dan semua staf di perusahaan itu.
"Kamu mau bicara apa Gus? Ayo bicara saja!" Tanya Nadira tersenyum. Dia ingin tau apa yang ingin Agus bicarakan.
"Ibu saja dulu, saya berharap ibu bisa cepat cepat kembali ke kantor, kantor butuh ibu" jawab Agus menundukkan kepalanya.
"Kebetulan sekali saya kesini ingin membicarakan itu sama kamu Gus, saya ingin meminta bantuan kamu, saya berniat untuk mengambil alih perusahaan dari tangan mas bayu, tapi saya butuh kamu, apa kamu mau membantu saya?" Tanya Nadira.
"Alhamdulillah Bu, teman teman karyawan saya juga menginginkan ibu kembali, tentu saya akan membantu ibu, jadi apa rencana ibu sekarang? Apa yang harus saya bantu" tanya Agus. Agus menatap Nadira dengan tatapan serius, dia bersiap memasang telinganya untuk mendengarkan perintah dari Nadira.
"Nanti malam saya ingin kamu mengambil berkas berkas penting di ruangan mas Bayu" jawab Nadira
__ADS_1