30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
kenangan indah bersama Ilham dan sifa


__ADS_3

Pagi pun tiba, suara burung saling berkicauan dari belakang rumah Bayu tepatnya di depan gudang tempat biasa bayu menyimpan barang barang yang sudah tidak terpakai.


Bayu yang dari semalam tidak bisa memejamkan matanya, dia bergegas bangkit dari tidurnya setelah mendengar suara merdu beo kesayangannya itu. Tiap hari dia memang selalu mendengar suara burung itu tapi dia tidak terlalu menghiraukannya karena kesibukannya di kantor, tapi entah kenapa hari ini dia merasa beda, hari ini dia malas melakukan apapun dan memilih diam di rumah meskipun pekerjaannya di kantor sangat menumpuk.


 Dari dulu Bayu selalu pergi pagi pulang sore tanpa memperdulikan apapun di rumah karena tanggung jawab di rumah dia sudah mempercayakan semuanya kepada sang istri, dulu Nadira selalu mengurus semua barang yang Bayu miliki termasuk hewan peliharaannya si beo, Nadira selalu merawatnya hingga si beo terlihat bersih terawat, beda halnya dengan istri yang sekarang, jangankan mengurus burung peliharaan mengurus rumah saja Elsa begitu malas setengah mati itu sebabnya Bayu berat sekali menandatangani surat itu, Bayu sangat berat melepas Nadira dari hidupnya.


Mendengar si beo yang terus berkicau Bayu bangkit lalu berjalan menuju ruang bawah, dia berjalan dengan tubuh yang sangat lemas karena mungkin dia tidak tidur semalaman.


"Ya Tuhan, aku kangen sekali dengan kedua anakku, dulu mereka selalu memanggilku mengajakku untuk sarapan, tapi sekarang tidak lagi, rumah ini sepi tanpa kalian anak anak ayah, ayah kangen" batin Bayu merintih. Bayu menelusuri tangga di rumahnya itu dengan perlahan, matanya berkaca-kaca ketika dia mengingat semua kenangan indah bersama kedua anaknya, Bayu ingin sekali berkumpul lagi bersama mereka.


"Kamu mau kemana mas?" Tanya Elsa yang baru saja bangun dari tidurnya, Elsa menyapa Bayu dengan rambut yang masih acak acakan membuat Bayu sangat ilfil melihatnya.

__ADS_1


"Mau ke belakang, kamu baru bangun sa?" Bayu malah balik bertanya kepada Elsa, Bayu memalingkan wajahnya seakan tidak mau melihat wanita malas seperti Elsa.


"Iya mas, mau ngapain kamu ke belakang? Memangnya hari ini kamu gak pergi ke kantor?" Tanya Elsa lagi, Elsa begitu heran kepada Bayu karena tidak biasanya dia seperti ini, biasanya Bayu semangat sekali mengerjakan pekerjaan kantor apalagi sekarang kantornya sedang dirundung masalah besar.


"Hari ini aku di rumah, tolong buatkan aku sarapan! Aku lapar" jawab Bayu. Bayu menyuruh Elsa untuk membuatkannya sarapan lalu dia berjalan menuju belakang untuk melihat si beo yang sudah lama dia abaikan, Bayu ingin melihat kondisinya apakah selama ini Elsa mengurusnya atau justru membiarkannya.


"Iiihh pake nyuruh buatin sarapan lagi, emangnya gak liat apa gue baru bangun tidur, mana belum mandi lagi, biasanya juga dia beli sarapan di luar" ujar Elsa menggerutu. Elsa malas sekali masak memasak seperti apa yang Bayu mau karena dia memang dia tidak biasa melakukan itu, dia tidak mau bergelut di dapur karena menurutnya itu hanya akan membuat aroma tubuhnya menjadi bau dapur.


Dengan wajah yang begitu sangat kesal Elsa bangkit dari duduknya, dia berjalan menuju ruang kerja Bayu untuk melihat surat semalam, dia penasaran sekali, dia ingin tau apa Bayu sudah menandatanganinya atau belum.


Ketika Elsa sibuk mengurus surat talak dari Nadira, di luar, Bayu mulai mengambil sarang si beo yang terlihat tidak terurus, sangkar yang Bayu beli dengan harga fantastis kini rusak, kotor berantakan, bahkan di dalam sangkarnya pun tidak terlihat makanan sedikitpun.

__ADS_1


"Elsa benar benar keterlaluan, dia sama sekali tidak peduli dengan apa yang aku miliki, ya Tuhan, dia beda sekali dengan Nadira, nyesel aku nikahi perempuan kaya dia" ujar Bayu menggerutu. 


Dengan wajah yang begitu sangat kesal Bayu menaruh lagi sangkar si beo itu, untuk sementara dia bermaksud mengganti sangkar itu dengan yang lama sampai sangkar kesayangannya itu bersih seperti dulu lagi.


"Ilham, Sifa, maafin ayah nak, ayah tidak sempat mengurus hewan peliharaan kalian, padahal dulu kalian rajin sekali memberi makan si beo ini, ayah ingat dulu kalian memanggil ayah hanya untuk mengajak ayah memberi makan si beo bareng bersama kalian, ayah sangat rindu nak, pulanglah!" ujar Bayu terisak. Bayu tak kuasa menahan air matanya ketika mengingat semua kenangan indah bersama Ilham dan Sifa, dulu dia merasa rumah itu rame dengan kehadiran mereka, tapi sekarang jauh berubah, Bayu merasa hidupnya sepi, bahkan setiap harinya Bayu selalu murung seperti orang yang kehilangan semangat untuk hidup.


Hidupnya sekarang berantakan, perasaannya selalu dihantui rasa bersalah hingga semua apa yang dia kerjakan selalu salah, bahkan menjerumuskannya dalam jurang kehancuran.


...di dalam rumah...


"Astaga, ternyata mas Bayu belum juga menandatangani surat ini, ini gak boleh dibiarin, gue harus nemuin dia dan buru buru minta tanda tangan dia, hari ini surat ini kan harus sudah sampai di pengadilan" ujar Elsa kesal. Elsa langsung bergegas menghampiri Bayu dengan membawa pulpen dan surat itu ditangannya.

__ADS_1


"Mas Bayu... Mas.." teriak Elsa dari dalam rumah.


Mendengar Elsa yang teriak teriak seperti itu Bayu hanya diam, hari ini dia sedang tidak ingin ribut dengan Elsa karena untuk bicara pun dia malas, sekarang Bayu sudah benar benar ilfil dan benci kepada Elsa.


__ADS_2