30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
laporan ke pengadilan


__ADS_3

Kamu mau kemana mas?" Tanya Elsa yang melihat Bayu keluar dari kamar itu.


"Ke kantor, hari ini mas ada janji sama klien" jawab Bayu, Bayu bergegas pergi meninggalkan Elsa yang masih menangis terisak.


"Ke kantor, dengan kondisi seperti itu? Kamu gak malu mas?" Tanya Elsa lagi. Pertanyaan Elsa membuat Bayu menghentikan langkahnya. Bayu mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal kepada istrinya itu.


"Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan penampilanku? Sudahlah Elsa, mas ini ada janji sama klien, nanti kalau mas telat gak enak kan sama mereka" ujar Bayu. Bayu melangkahkan kakinya kembali tanpa menghiraukan ucapan Elsa.


"Aku ikut mas!" Elsa bangkit dari duduknya berjalan mengikuti suaminya itu Dengan wajah yang sembab. 


"Kamu mau ngapain ikut ke kantor? Mas bukan mau main main ya sa, mending sekarang kamu pulang ke rumah, kamu urus Keyla dengan baik" ujar Bayu dengan tegas.


"Mulai hari ini aku jadi sekretaris + asisten kamu lagi mas, jadi aku yang urus semua keperluan kamu di kantor karena Clara sudah aku pecat, dia tidak mungkin berani menampakkan wajahnya lagi di kantor" ujar Elsa tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kamu pecat Clara? Apa salah dia Elsa? Kamu Gak bisa ya memecat orang sembarangan kaya gini, pokoknya mas gak mau tau, kamu suruh Clara buat kerja lagi di kantor dan kamu urus anak kita baik baik, mas berangkat dulu!" Ujar Bayu. Bayu bergegas pergi meninggalkan Elsa di rumah kontrakan itu. Rupanya Bayu belum ingat kesalahan apa yang dia lakukan semalam bersama Clara, dia juga tidak mengetahui kalau kontrakan kecil itu adalah kontrakan yang dihuni Clara selama ini.


Bayu masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor, dia terlihat buru buru karena jam sudah menunjukkan pukul 08.00 sedangkan dia janjian dengan kliennya pukul 8 juga. Jadi dia harus dengan cepat sampai ke kantor sebelum kliennya itu menunggu lama.


"Mas Bayu benar benar gak ingat apa yang dia lakukan semalam bersama Clara, kalau saja dia ingat, dia gak mungkin nyuruh si Clara busuk itu buat kerja lagi di kantor, aku harus cari cara agar aku bisa kembali bekerja di kantor bagaimanapun caranya " ujar Elsa sembari mengepalkan kedua tangannya.


Elsa mulai beranjak dari rumah kontrakan itu menuju mobil untuk mengikuti mobil Bayu. Mulai hari ini dia akan terus mengikuti Bayu kemampuan dia pergi meskipun Bayu melarangnya, dia tidak akan membiarkan Bayu pergi bersamanya orang lain apalagi bersama Clara. 


Istri mana yang akan percaya kepada suaminya jika dia sudah melihat dengan mata kepalanya kalau suaminya tidur bersama perempuan lain. Hati Elsa memang sangat hancur tapi dia harus bisa menahan kesakitannya, dia tidak mungkin berani untuk berdebat dengan Bayu sebesar apapun kesalahannya karena dia tidak mau kehilangan semuanya. Dia tidak mau kehilangan fasilitas yang Bayu berikan terhadapnya.


"Selamat pagi Bu, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang wanita cantik dengan penampilan rapi yang sedang berjaga di pintu masuk kantor pengadilan itu.


"Saya ingin menggugat cerai suami saya " jawab nadira 

__ADS_1


"Baik Bu, tapi dengan alasan apa ibu menggugat cerai suami ibu?" tanya wanita cantik itu kembali.


"Alasannya banyak mbak" jawab Nadira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Baik!! nanti ibu bisa ngobrol lebih jelasnya di dalam ya, sekarang ibu boleh masuk" ujar wanita cantik itu mempersilahkan Nadira dan dokter Raisa untuk masuk ke dalam ruangan.


Setelah dipersilahkan masuk, Nadira dan Raisa pun masuk ke dalam ruangan itu untuk bertemu dengan seseorang, entah itu jaksa atau bukan yang jelas orang itu mengerti sekali semua tentang kewajiban berumahtangga. disitu Nadira ditanya beberapa alasan kenapa dia sampai menggugat cerai bayu ke pengadilan, Nadira harus memberi keterangan secara detail agar laporan itu bisa cepat cepat di proses.


Sebenarnya disini yang menggugat bukanlah Nadira tapi Bayu, Bayu yang lebih dulu menginginkan perpisahan ini, dulu Bayu menyodorkan surat cerai tapi Nadira belum sempat menandatanganinya karena dia keburu dilarikan ke rumah sakit setelah perjanjian itu. Nadira masih ingat dengan jelas bagaimana Bayu menyuruh dia untuk menandatangani surat itu tanpa merasa bersalah sedikitpun tapi waktu itu Nadira menolak dengan alasan kedua anaknya, tapi sekarang tekadnya bulat, sekarang Nadira benar benar ingin berpisah dengan laki laki yang sudah menyakitinya itu bagaimanapun caranya.


"Laporan ibu saya terima, besok surat ini akan diterima oleh mantan suami ibu, semoga dia sadar dan mau menandatangani surat ini" ujar seorang laki laki yang ada di hadapannya itu. dia terlihat tegas dan bijaksana dalam mengambil keputusan.


"Terimakasih banyak pak"

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2