30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
pak Baskoro menemui bayu


__ADS_3

"Sebentar pak, saya panggilkan dulu mas Bayu" ujar Nadira. Karena pak Handoko ingin sekali bertemu dengan Bayu Nadira pun bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Bayu yang sedang bermain dengan Sifa, sementara itu Ilham anak cikalnya terus memperhatikan bundanya dengan tamu itu. Ilham juga tak sengaja mendengar percakapan mereka tadi hingga obrolan itu menjadi pertanyaan untuk nya.


"Rumah bunda mau digadaikan, kok bisa?" Batin Ilham bertanya tanya. Ilham terus memperhatikan om tua itu dengan teliti, dia ingin tahu orang itu siapa dan kenapa dia ingin menggadai rumah bundanya padahal bundanya tidak pernah menggadaikan rumah itu.


Ilham melihat ke arah rumah ternyata bunda dan ayahnya keluar disusul adiknya Sifa dari belakang.


"Bunda.." Ilham bangkit dari duduknya berjalan menghampiri Nadira yang juga sedang berjalan ke arah om tua itu. Ilham menghentikan langkah bundanya sejenak untuk bertanya sesuatu.


"Bunda mau jual rumah ini? Jangan ya bunda! Kalau bunda jual rumah ini kita mau pulang kemana bunda?" Ilham bertanya dengan mata yang berkaca-kaca. Meskipun dia malas sekali menginjakan kaki di rumah itu tapi dia juga tidak mau bundanya menjual rumah itu karena rumah itu adalah satu satunya rumah peninggalan kakek dan nenek tercintanya.


"Enggak nak, Sebentar ya! Bunda mau bicara dulu sama om itu, bunda titip adik Sifa dulu sebentar, ajak dia main ke taman belakang ya!" Jawab Nadira. Nadira menyuruh Ilham Untuk mengajak adiknya pergi dari situ, karena dia tidak mau mereka sampai mengetahui apapun, apalagi menyangkut Elsa si perempuan ular itu.


"Baik bunda" ilham pun meraih tangan adiknya itu lalu mengajak dia pergi ke taman belakang sedangkan Nadira masih saja memperhatikan anak anaknya sampai anak anaknya benar benar pergi dari hadapannya.


"Maafkan bunda nak" batin Nadira. Saat ini Nadira benar benar sedih, dia tidak tau harus berbuat apa lagi, baru saja dia menyelesaikan masalahnya dengan Bayu sekarang sudah ada masalah baru lagi. 


Nadira berjalan menghampiri Bayu yang sudah mulai berbicara dengan pak Baskoro.

__ADS_1


"Maaf pak, Siapa yang bilang rumah ini akan digadaikan?" Tanya Bayu kepada pak Baskoro. Bayu terlihat sangat kesal sekali, dia benar benar ingin tahu siapa orang yang berani menggadaikan rumahnya itu.


"Istri bapak yang menawarkannya sama saya, apa semua ini benar pak?" Pak Baskoro malah balik bertanya kepada Bayu. 


"Istri saya?" Tanya Bayu lagi. Dia kaget mendengar jawaban pak Baskoro. "Ini pasti ulah perempuan itu" batin Bayu. Bayu sudah mengira perempuan itu adalah Elsa.


"Ia pak, Bu Elsa yang menawarkannya sama saya, jadi gimana pak? Saya kesini ingin meminta persetujuan bapak sebagai suami Bu Elsa, bapak setuju atau tidak? Saya ingin putusan bapak hari ini juga karena saya tidak punya banyak waktu pak!, saya masih ada urusan di tempat lain" ujar pak Baskoro. Pak Baskoro benar benar ingin putusan yang jelas dari Bayu, dia ingin segera menempati rumah itu bersama istri dan anak anaknya karena memang dari kemarin dia tertarik sekali dengan rumah mewah itu. Jangankan menggadai, membeli pun pak Baskoro akan siap membayarnya kapanpun Bayu inginkan.


"Maaf pak, saya sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengan Elsa, dan ini rumah saya, saya tidak ada niat untuk menggadaikan rumah ini" ujar Bayu dengan jelas.


"Sudah tidak ada hubungan apa apa lagi? Pak Bayu sudah bercerai dengan Bu Elsa? Dan ini rumah bapak? Kalau ini bukan rumah dia terus kenapa dia tawarin rumah ini sama saya?" Pak Baskoro bertanya tanya. 


"Ah yang benar saja pak, masa iya dia mau menipu saya" ujar pak Baskoro tertawa. "ya sudah pak! kalau bapak tidak berniat menggadaikan rumah ini saya tidak masalah, saya kesini hanya ingin kepastian saja, takutnya seperti apa yang bapak katakan tadi! kalau begitu saya permisi dulu pak' Bu! saya sudah ditunggu meeting oleh klien saya" ujar pak Baskoro. Pak Baskoro pun bangkit dari duduknya. Dia pamit kepada Bayu dan Nadira. Sekarang dia sudah tau pasti kalau Elsa hanya ingin menipunya.


"Silahkan pak!" Ujar bayu tersenyum. Bayu mempersilahkan pak Baskoro untuk berjalan di hadapannya sedangkan dia mengikutinya dari belakang untuk mengantarnya sampai depan gerbang.


"Terimakasih untuk waktunya, maaf saya sudah mengganggu waktu istirahat bapak" ujar pak Baskoro. Pak Baskoro menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Bayu lalu dia masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor.

__ADS_1


Ketika pak Baskoro sudah hilang dari pandangan, Nadira bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Bayu yang masih berdiri memperhatikan mobil pak Baskoro. Dia menghampiri Bayu untuk berbicara serius mengenai masalah ini.


"Maaf mas, aku ingin bicara sebentar sama kamu!" ujar Nadira. Nadira menatap Bayu dengan tatapan serius. Dia sepertinya sangat kesal dengan Bayu karena masalah ini.


Mendengar perkataan Nadira Bayu hanya diam sembari menganggukkan kepalanya. Dia hanya bisa mengikuti langkah kaki Nadira tanpa bisa berkata apa-apa. Sebenarnya Bayu merasa sangat malu dengan Nadira tapi kali ini dia tidak bisa berbuat apa-apa, biasanya jika ada masalah apapun Bayu bisa mengatasinya sendiri, dia bisa menyembunyikannya di hadapan siapapun apalagi kalau itu masalah pribadi. tapi kali ini dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak bisa menyembunyikan karena Nadira sendiri sudah mendengarnya dari pak Baskoro.


"Nadira pasti marah denger rumahnya mau digadaikan Sama Elsa, Elsa benar benar keterlaluan" batin Bayu. Bayu mengepalkan tangannya karena sangat kesal dengan mantan istrinya itu. Akhirnya sekarang Bayu tau sifat aslinya membuatnya semakin benci kepada Elsa.


"Duduk mas!" Ujar Nadira. Nadira mempersilahkan Bayu untuk duduk di kursi yang tadi dia duduki.


Bayu pun duduk di kursi itu begitu pun Nadira, dia duduk di hadapan Bayu sembari menatap Bayu dengan tatapan serius.


"Mas benar benar tidak tau Elsa mau gadaikan rumah ini?" Tanya Nadira dengan tegas.


"Aku tidak tau kalau Elsa mau gadaikan rumah ini, malah aku kaget dengar omongan pak Baskoro barusan" jawab bayu.


"Mas Bayu benar benar tidak tau masalah ini, berarti ini semua ulah perempuan ular itu, tapi kenapa Elsa berani gadaikan rumah ini? Jangan jangan…" batin Nadira. Nadira tidak percaya Elsa berani berbuat senekat ini. Dia mulai punya pikiran kalau Elsa mengambil sesuatu dari rumah ini itu sebabnya Elsa berani bertindak sejauh ini.

__ADS_1


"Mas coba kamu periksa berkas berkas kepemilikan rumah ini! Elsa gak mungkin berani menggadaikan rumah ini tanpa surat surat itu" ujar Nadira kepada Bayu.


__ADS_2