
...๐พJangan pernah membandingkan orang lain karena setiap orang pasti berbeda....
...Tuhan menciptakan manusia mutlak berbeda satu sama lainnya....
...Kekurangan dan kelebihan untuk saling mengisi bukan untuk dibandingkan๐พ...
...Happy reading...
...๐๐๐๐๐๐...
Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, dokter Raisa yang sejak tadi sudah mengurus keberangkatan Nadira, kini dia tinggal membawa Nadira dari ruangannya untuk segera berangkat ke bandara, malam ini Nadira berangkat ke Singapura ditemani 2 suster cantik kepercayaan dokter Raisa, mereka yang akan membantu dokter Reza mengurus Nadira di Singapura.
''Suster Tolong bantu saya bawa anak anak bu Nadira ya, mereka harus segera dibawa pulang, soalnya sebentar lagi bundanya harus segera berangkat ke bandara'' ujar dokter Raisa kepada suster suster cantik itu
''Baik dok''
Kedua suster cantik itupun berjalan menuju ruangan Nadira untuk membawa Ilham dan Sifa, mereka akan membujuk kedua anak pintar itu untuk pulang ke rumah dokter Raisa karena asisten rumah tangga dokter Raisa sudah sampai di rumah sakit.
''Selamat malam Bu'' ujar kedua suster cantik itu masuk ke dalam ruangan nadira
''Malam suster'' ujar Nadira tersenyum
''Maaf Bu, saya disuruh Bu Raisa untuk bawa anak anak ibu sekarang'' ujar suster itu
Nadira hanya tersenyum menganggukan kepalanya.
''Ilham, Sifa, kalian pulang sekarang ya sayang'' ujar Nadira kepada kedua anak anaknya
''Iya bunda, bunda hati hati ya, kita sayang banget sama bunda, semoga bunda cepat sembuh ya'' ujar Ilham memeluk bundanya itu sembari menjatuhkan air matanya.
''Iya nak, Klian juga jaga diri baik baik ya, bunda perginya gak lama kok, kalian jangan nakal ya'' ujar Nadira menjatuhkan air matanya juga
''Iya bunda''
__ADS_1
Nadira memeluk kedua anaknya dengan erat, dengan berat hati dia harus meninggalkan kedua anaknya itu untuk pertama kalinya, dia terpaksa melakukan ini karena dia begitu sangat menyayangi mereka, Nadira akan berjuang, menguatkan dirinya untuk melawan penyakit yang sangat ganas itu, dia percaya, tak ada yang tak mungkin bagi Allah, dia akan berusaha untuk sembuh demi kedua anak anaknya itu.
''Ya allah, kuatkanlah aku dalam melawan penyakit ini, aku percaya kepadamu ya Allah, engkau maha penyembuh, semoga dengan keberangkatanku ke Singapura, engkau mengangkat penyakitku secepatnya'' batin Nadira merintih
''Ayo sayang'' ujar suster suster cantk itu
Sifa dan Ilham pun melepaskan pelukannya, lalu mereka ikut bersama kedua suster itu keluar dari ruangan Nadira mereka berjalan menuju mobil sembari terus menjatuhkan air matanya, mereka hanya bisa meneruti semua perintah bundanya, karena mereka lebih baik ikut ke rumah dokter Raisa dari pada harus tinggal bersama ayahnya.
"Bunda, Ilham janji akan menjaga adik sampai bunda kembali, Ilham akan selalu mendoakan yang terbaik untuk bunda" batin ilham
''Ya allah, kenapa engkau memberikan aku cobaan seberat ini? hatiku benar benar sakit ya Allah, aku gak tega meninggalkan mereka seperti ini'' batin Nadira
Nadira menangis ketika dia melihat kedua anaknya dibawa oleh suster itu pergi dari ruangannya.
''Bu Nadira, kita berangkat sekarang ya! besok lusa ibu harus segera melakukan operasi'' ujar dokter Raisa
"Iya dokter" ujar Nadira sembari menjatuhkan air matanya.
''Iya dokter, terimakasih banyak''
Dokter Raisa pun membantu Nadira untuk berdiri hingga Nadira duduk di kursi roda yang sudah disiapkan oleh kedua petugas kesehatan, petugas itu juga membantu mendorong Nadira hingga masuk ke dalam ambulance.
"Kita berangkat sekarang ya Bu, soalnya teman saya sudah menunggu kedatangan Bu Nadira" ujar dokter Raisa.
Dokter Raisa juga masuk ke dalam ambulance itu untuk mengantar Nadira ke bandara.
...โฆโฆ.....
''Sudah ya Elsa, aku harus pergi ke rumah sakit sekarang juga, anak anak sudah menunggu aku dari tadi'' ujar Bayu yang terlihat emosi
''Sebentar lagi mas, aku kan belum abisin makanannya, sayang kan kalau di buang'' ujar Elsa banyak alasan
''Ya lagian kamu mainin handphone terus, gimana mau abis, udah ya, aku mau ke rumah sakit'' ujar Bayu bangkit dari duduknya.
__ADS_1
''Ya sudah, kalau gitu aku ikut kamu, aku mau ketemu sama anak anak kamu'' ujar Elsa,ย
Dia juga bangkit dari duduknya mengikuti Bayu dari belakang.
''Terserah kamu'' ujar Bayu yang benar benar sangat kesal dengan Elsa
Sekarang Bayu tidak punya pilihan lain, dari pada dia harus menemani Elsa terus menerus, lebih baik dia ke rumah sakit untuk menemui Nadira dan kedua anaknya, dia tidak perduli lagi dengan apa yang dikatakan Elsa, karena yang penting bagi dia saat ini adalah kesehatan istrinya yang begitu sangat dia cintai.
''Terserah kamu Elsa mau berkata apa kepada kedua anakku, sekarang aku sudah tidak perduli'' batin Bayu
Bayu masuk ke dalam mobilnya disusul Elsa yang ikut masuk juga kedalam mobilnya bayu, Bayu tidak terlalu menghiraukan Elsa, dia hanya diam lalu menghidupkan mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
''Maafin ayah Ilham, Sifa, ayah terpaksa bawa perempuan lain datang ke rumah sakit, sekarang ayah pasrah, ayah akan terima kalian benci atau marah sama ayah karena memang ayah pantas mendapatkan itu, ayah menyesal'' hati bayu
Perjalanan dari cafe Lidia menuju rumah sakit cukuplah jauh, dia memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai disana.
''Mas, aku bilang apa ya sama mereka? kalian pasti suka deh liat gaun pengantin kita'' ujar Elsa tersenyum
''Maksud kamu apa Elsa? kamu jangan pernah bilang tentang pernikahan kita sama mereka, mereka itu masih terlalu kecil, mereka tidak akan ngerti soal ini'' ujar Bayu yang menatap Elsa dengan tatapan yang sangat menakutkan
''Emang kenapa sih mas? aku ini sebentar lagi akan menjadi ibu mereka, jadi gak ada salahnya kan kalau aku kirim foto gaun yang tadi ke mereka, mereka kan harus tau semuanya'' ujar Elsa tersenyum
''Apa? kamu kirim foto gaun itu sama mereka? benar benar gak punya hati kamu Elsa, asal kamu tau elsa, sampai kapanpun saya tidak akan pernah menikahi perempuan yang gak punya hati seperti kamu, turun kamu dari mobil saya'' ujar Bayu emosi
''Tapi mas'' ujar Elsa
''Turun sekarang juga'' ujar Bayu berkata dengan nada tinggi kepada Elsa
Karena merasa takut, Elsa pun turun dari mobil Bayu dengan wajah yang penuh dengan kekesalan.
''Sekarang kamu boleh usir aku mas, tapi nanti kamu akan cari aku lagi, percuma kamu capek capek datang ke rumah sakit, paling juga sebentar lagi Nadira mati'' ujar Elsa tersenyum
...bersambung...
__ADS_1