
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi ya sayang, aku sangat mencintaimu, maafkan semua kesalahanku selama ini" ujar Bayu yang merasakan dekapan hangat tubuh Clara, bayu membuka kedua matanya meskipun kepalanya terasa sangat pusing, dia melihat Nadira mendekap di tubuhnya jadi dia tidak mau membuang kesempatan yang sangat berharga ini. Dia langsung memeluk wanita yang sangat dia cintai itu dengan erat lalu mengecup bibirnya dengan penuh kasih sayang.
"Ya Tuhan, jadi gini rasanya dipeluk orang ganteng, mana wangi lagi, aduh aku deg degan nih" batin Clara. Clara memejamkan matanya ketika bibir Bayu mulai menyentuh bibir manisnya. Jantung Clara pun berdegup kencang ketika tubuh kekar Bayu menindih tubuhnya.
"Aduuuh pak Bayu mau apa ini, kok perasaanku gak enak gini" batin Clara. Clara ingin sekali melepaskan ciuman sang bos tapi bayu mendekap tubuhnya dengan kuat sehingga dia tidak bisa lari dari kenikmatan sesaat itu.
Kecupan demi kecupan mendarat mulus di bibir manis Clara hingga tubuh Clara menggelenjang kenikmatan, dia beradu dengan hawa nafsunya yang mulai membara hingga dia sendiri tidak sanggup menghentikan semuanya.
Kedua tangannya mulai bergerak melucuti setiap kancing baju milik asistennya itu.
"Apa malam ini aku benar benar akan melakukan ini sama pak Bayu, ya ampun, mimpi apa aku ini" batin Clara, Clara sedikit terbangun dari kesadarannya tapi dia tetap akan melanjutkan permainan itu karena memang dia sangat mencintai Bayu.
Bayu memainkan permainan itu dengan lembut hingga Clara merasakan sensasi panas di tubuhnya, keringat dingin keluar dari tubuhnya ketika jemari sang primadona dimainkan. Clara yang merasakan kenikmatan itu mencoba membalas belaian lembut tangan pria yang sedang bergelut bersamanya itu.
"Aku sayang banget sama kamu" bisik Bayu ditelinga Clara.
"Aku juga sayang banget sama kamu mas" jawab Clara berbisik juga di telinga Bayu.
Keduanya sama sama menikmati permainan itu hingga permainan itu pun semakin hot hingga hampir menembus gawang.
Meskipun Bayu bukan termasuk tipikal orang yang romantis tapi dia sangat lihai dalam memainkan permainan tersebut.
Bayu mencoba meraih dua gunung kembar milik Clara sembari terus memasukkan bolanya ke dalam gawang. Namun setelah beberapa menit pertandingan braak tubuh mereka terpental ke atas ranjang dengan keringat bercucuran.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, aku mohon jangan pernah kamu pergi lagi dari hidupku" ujar Bayu sembari mendekap di tubuh Clara. Bayu sama sekali tidak menyadari kalau itu adalah Clara asistennya bukan Nadira mantan istrinya.
"Sama sama mas, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu" ujar Clara, Clara mengelus rambut Bayu hingga Bayu tertidur lelap, dia memeluk tubuh kekar itu seakan tak mau melepaskannya, malam ini Bayu benar benar sudah mencuri hatinya hingga dia terbuai rayuan palsunya, padahal apa yang terucap dari bibirnya bukan untuk Clara semua itu untuk Nadira mantan istrinya, disini Clara hanya sebagai pelarian hawa nafsu Bayu yang sesaat.
"Terimakasih mas malam ini kamu memberikan aku kenikmatan dunia yang belum pernah aku rasakan sebelumnya, aku sangat mencintai kamu mas" ujar Clara sembari terus mengelus pipi Bayu yang sudah terlelap di pangkuannya lalu diapun tertidur pulas.
Ketika Clara dan Bayu sudah tertidur lelap di kamar Clara yang tidak terlalu luas itu, Elsa yang sedari tadi mencari keberadaan mereka akhirnya sampai di bar tempat biasa dia hiburan bersama Bayu. dia mencoba mencari mereka di luar sekitar bar itu hingga kedalam tapi dia tidak menemukan mereka disana, bahkan dia mencari di tempat parkir pun Elsa tidak menemukan apapun.
"Kemana mereka? kalau mereka ada disini sudah pasti mobil mas Bayu juga parkir disini tapi ini kan gak ada, pergi kemana mereka?" Elsa bertanya tanya.
Elsa mencoba mengambil ponselnya yang dia simpan di tas, dia ingin mencoba menelpon Clara lagi untuk mengetahui keberadaannya bersama Bayu.
📞Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar servis area cobalah beberapa saat lagi" suara dari customer servis terdengar membuat Clara semakin kesal kepada sahabatnya itu.
"Mas, jangan sampai kamu jatuh cinta sama sahabat aku sendiri, jangan sampai apa yang ibu bicarakan itu benar mas, aku gak mau sampai itu terjadi, tolong kamu jangan sakiti aku karena aku sangat mencintai kamu mas Bayu" batin Elsa. entah apa yang Elsa rasakan saat ini yang jelas perasaannya mulai tidak karuan, Elsa tidak tau apa yang akan dia lihat setelah ini, dia mencoba berfikir positif dulu, dia akan mencari kemanapun suaminya pergi karena dia begitu sangat mencintainya.
beberapa menit kemudian.
deg.
Elsa kaget ketika melihat mobil Bayu terparkir di depan rumah sahabatnya.
"I-itu kan mobil mas Bayu, ngapain jam segini mas Bayu di rumah Clara?" ujar Elsa. Elsa mencoba menenangkan hatinya, Elsa menarik nafasnya dengan perlahan lalu membuangnya baru dia keluar dari mobilnya itu berjalan menghampiri mobil Bayu.
__ADS_1
"Ini benar mobil mas Bayu, tapi kok mas bayunya gak ada? apa mungkin dia di dalam? pasti ada pekerjaan penting yang harus mereka kerjakan hingga larut malam seperti ini, iya! gue yakin banget" Elsa terus melawan rasa gelisahnya, dia tidak berfikir macam macam karena dia sangat percaya kepada sahabat dan suaminya itu.
cleeeekkk
"Kok pintu rumahnya gak dikunci? berarti bener mereka lagi ngerjain kerjaan kantor" ujar Elsa
Elsa melihat lihat sekeliling ruangan tamu itu, tapi dia tidak menemukan mereka disana.
Rumah kontrakan Clara yang kecil itu hanya memiliki 1 ruang tamu dan 2 kamar, jadi Elsa tidak harus kerepotan mencari keberadaan mereka.
"Gak ada mas Bayu disini" batin Elsa. Elsa terus melangkahkan kakinya lebih dalam lagi, dia menuju ke kamar tamu untuk melihat apakah suaminya ada disitu atau tidak, Elsa mengira Bayu dan Clara mengerjakan pekerjaan penting hingga mengharuskan Bayu untuk bermalam di rumah sahabatnya itu.
"Mas" Elsa membuka pintu kamar tamu tapi dia juga tidak menemukan Bayu disana.
"Clara, kamu dimana? mas Bayu nginep disini ya? kok ada mobil mas Bayu di luar?" teriak Elsa, Elsa mencoba memanggil Clara tapi Clara sudah terlelap dari tidurnya.
Tak ada jawaban dari Clara.
"Clar..!" Elsa mulai mendekati kamar Clara, tangan mulai memutar engsel pintu kamar sahabatnya itu.
Deg
__ADS_1