
...🌾Dalam manisnya persahabatan...
...Biarkan ada tawa kegirangan...
...Berbagi duka dan kesenangan...
...Karena dalam rintik embun...
...Hati manusia menghirup fajar yang terbangun dan mendapatkan gairah kehidupan🌾...
...Happy reading...
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
Malam semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 01.00. 5 jam sudah Bayu mencari keberadaan Nadira dan kedua anaknya, dia terlihat sangat lelah karena berkeliling rumah sakit, bahkan dia juga mencari ke setiap kamar di lantai atas itu tapi hasilnya nihil.
Tubuh kekar nan gagah itu terlihat sangat rapuh, bahkan wajahnya yang sangar terlihat tampak menyedihkan, rasa kantuknya Sudah tidak bisa dielakkan lagi, tapi dia berusaha untuk menahannya agar dia tidak kehilangan Bu Raisa yang akan tiba satu jam lagi.
Bayu terus bersandar di kursi depan ruangan Bu Raisa, menunggu kedatangan Bu Raisa yang entah satu jam lagi atau kapan akan tiba rumah sakit itu.
"Kata suster, dokter Raisa akan tiba satu atau dua jam lagi, aku harus menunggunya, aku harus kuat, aku gak boleh sampai ketiduran disini" ujar Bayu yang terus mengusap ngusap matanya yang sudah mulai pedih.
Tak
Tok
Tak
Tok
Suara sepatu pantofel terdengar begitu keras menuju ke arahnya, Bayu yang sedang nundutan, dia kaget ketika mendengar suara yang sangat nyaring itu, dia mengira itu dokter Raisa, padahal bukan, itu suara sepatu suster yang sedang piket, suster cantik itu sudah terbiasa bekerja malam, bergantian dengan temannya untuk mengecek pasien di setiap ruangan yang berada di lantai ini yang khusus bagi pengidap kanker.
__ADS_1
"Suster" teriak Bayu memanggil suster itu
"Iya pak, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya suster cantik itu
"Saya mau bertanya, kira kira dokter Raisa kapan ya bisa tiba di rumah sakit? Kok lama ya sus?" Tanya Bayu yang terlihat sudah sangat lelah
"Maaf pak saya kurang tau, saya denger dokter Raisa sedang mengantar pasiennya menuju ke bandara, paling dia datang ke rumah sakit besok pagi pak, karena jarak dari rumah sakit ke bandara kan lumayan jauh, paling Bu Raisa pulang ke rumah dulu, baru besok pagi dia bisa kembali bertugas di rumah sakit" jawab suster itu
"Oh iya sus, terimakasih banyak" ujar Bayu tersenyum
Suster cantik itu pun kembali melanjutkan langkahnya berjalan masuk ke setiap kamar yang ada di lantai itu, sedangkan Bayu, dia kembali duduk di kursi itu dengan wajahnya yang sudah mulai tidak lesu.
Perasaannya campur aduk menjadi satu, dia benar benar sangat khawatir, dia ingin sekali berteriak sekencang kencangnya memanggil mereka, tapi tak bisa, dia hanya bisa memendamnya di dalam hati sehingga membuat dadanya terasa begitu sesak, dia hanya bisa meluapkannya dengan deraian air mata, dia benar benar sangat menyesal karena sudah meninggalkan mereka, kini dia hanya bisa menangis, dia sangat kesal kepada dirinya sendiri karena sudah menelantarkan keluarganya yang begitu sangat menyayangi nya dengan tulus.
"Nadira, kamu dimana? Aku tau kamu pasti sangat marah sama aku, tapi please jangan seperti ini, aku benar benar tersiksa, kenapa kamu harus menghilang seperti ini dengan membawa kedua anak kita, aku benar benar sangat kehilangan kalian, maafin aku Nadira, maafin ayah sayang" batin Bayu merintih
Dengan deraian air mata Bayu bangkit dari duduknya berjalan meninggalkan ruangan itu, dia merasa keberadaannya disini sia sia saja, meskipun dia menunggu sampai besok pagi dia merasa kalau dia tidak mungkin bisa bertemu dengan Nadira dan kedua anaknya karena dia yakin kalau Nadira sudah pergi dari rumah sakit itu, tapi Bayu tak tahu mereka dimana, dia hanya bisa menunggu dokter Raisa, dia berharap dokter raisa mengetahui semuanya, dan mempertemukan dia bersama istri dan kedua anaknya.
...🌹Di rumah dokter Raisa 🌹...
Dokter Raisa tiba di rumahnya dengan menggunakan taksi online yang dia pesan.
"Selamat malam Bu" ujar pak Karyo menyapa ibu bosnya itu dengan hormat
Pak Kosim membuka pintu mobil taksi itu lalu membuka gerbang setinggi 1 meter itu untuk dokter Raisa yang baru saja tiba di rumahnya yang sangat megah itu.
"Gimana dengan anak anak pak? Apa mereka sudah tidur?" Tanya dokter Raisa yang begitu sangat khawatir
"Sudah buk, dari perjalanan mereka sudah tertidur buk, tapi saya dan BI Minah sudah memindahkan mereka ke kamar kok, ibu jangan khawatir, bi Minah sedang menunggu mereka di kamar" ujar pak Karyo tersenyum
"Berarti mereka belum sempat makan ya pak?" Tanya dokter Raisa lagi
__ADS_1
"Belum dok"
Mendengar Jawaban pak Karyo dokter Raisa hanya tersenyum lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah, dokter yang sangat baik itu langsung mengecek ke kamar Sifa dan Ilham, setelah dia melihat semuanya aman, dia baru bisa melangkah kakinya ke kamar untuk istirahat, hari ini dia begitu sangat lelah, tubuhnya terasa sakit semua karena dia belum sempat untuk beristirahat, pasien kanker yang dia tangani juga begitu banyak membuat dia tidak ada waktu banyak untuk sekedar duduk dan bersantai seperti keadaan di rumah.
"Sayang, kamu baru pulang?" Tanya pak Bram yang sedang duduk di meja kerjanya
Pak Bram sengaja menunggu istrinya yang cantik itu sembari membereskan pekerjaan nya yang tadi sempat terbengkalai.
"Iya mas, maaf malam ini aku pulang larut malam, kamu pasti nunggu aku lama" jawab dokter Raisa merasa tidak enak
"Gak papa sayang, aku mengerti pekerjaan kamu, semoga Allah selalu memberikan kesehatan untuk kamu, kamu harus tetap sehat agar kamu bisa melakukan tugas kamu yang mulia ini dengan baik" ujar pak Bram mengelus kepala dokter cantik itu
"Terimakasih ya mas, oh iya, aku mau minta izin sama kamu mas, aku bawa anak pasien aku kesini, gak papa kan?" Tanya dokter Raisa
"Anak pasien?" Pak Bram begitu kaget ketika mendengar perkataan istrinya itu
"Iya mas, ibunya mengidap kanker rahim stadium 3, aku terpaksa menerbangkan dia ke Singapura karena dia memiliki semangat hidup yang tinggi, aku yakin dokter Reza pasti bisa menangani dia dengan baik, untuk sementara aku bawa kedua anaknya kesini mas, kasihan mereka, mereka tidak punya kerabat, ayahnya saja tega menelantarkan mereka di rumah sakit, ibunya menitipkan mereka ke aku mas, mereka adalah orang yang baik makanya aku gak tega" ujar dokter cantik itu dengan matanya yang berkaca-kaca
Dokter Raisa berharap suaminya mau mengizinkan mereka tinggal di rumahnya, karena kalau tidak, dia bingung harus membawa mereka ke mana.
"Tentu boleh dong sayang, mas percaya sama kamu, mas juga seneng kok kamu bawa anak anak datang ke rumah kita, jadi rumah ini gak sepi lagi, mas jadi ngerasa tenang ni kalau ada yang nemenin kamu di rumah, semoga mereka betah ya tinggal di rumah kita" ujar pak Bram tersenyum
"Iya mas, terimakasih banyak ya"
"Iya sama sama sayang" ujar pak Bram
...bersambung...
...jangan lupa like comen n votenya ya🙏...
...bagi yang suka cerita ini minta votenya dong🤭...
__ADS_1
...kalau ada ngasih vote sama hadiah diusahakn deh ceritanya up tiap hari😁🤭...