
Singkat cerita pak Baskoro dan Elsa pun berbincang di sebuah restoran Eropa, Elsa terlihat cantik sekali, dia memakai dres warna maroon lengkap dengan sepatu hitamnya terlihat seperti model majalah ternama membuat pak Baskoro tak berhenti menatapnya. Rupanya pak Baskoro jatuh cinta pada pandangan pertama, hingga dia ingin sekali memiliki wanita yang ada di hadapannya itu.
"Jadi gimana pak? Apa yang ingin bapak sampaikan?" Tanya Elsa tersenyum.
"Saya ingin ngobrol saja sama kamu Elsa, rasanya saya jenuh diam di kantor terus, apalagi sekarang saya lagi banyak bisnis yang harus saya selesaikan, saya sedang butuh penyemangat dan saya butuh orang seperti kamu, jadi saya ingin kamu menemani saya untuk sementara waktu ini" jawab pak Baskoro tersenyum. Pak Baskoro terus memperhatikan Elsa dari atas sampai bawah, dia sangat tertarik sekali dengan perempuan seperti Elsa ini.
"Maksud bapak?" Tanya Elsa. Dia merasa ada yang tidak beres dengan om om yang ada di hadapannya itu.
"Kenapa pak Baskoro menatapku seperti itu? Apa mungkin ada yang salah dengan penampilanku? Tapi gak mungkin ah! Pasti ada sesuatu, aku kok jadi jijik banget ya liatnya" batin Elsa. Elsa terus memperhatikan pandangan pak Baskoro terhadapnya, dia juga melihat tubuhnya dari atas sampai bawah untuk memastikan penampilannya tapi dia rasa penampilannya aman aman saja.
"Saya tau kamu dan Bayu sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, jadi saya ingin kamu menemani saya hari ini Elsa, kita bersenang senang hari ini, nanti saya akan transfer uang ke rekening kamu" jawab pak Baskoro tersenyum. Dia langsung berbicara ke intinya kepada Elsa karena dia tidak ingin membuang buang waktu.
"Bapak jangan macam macam ya sama saya" Elsa bangkit dari duduknya menatap pak Baskoro dengan tatapan tajam. "Jangan ngomong seenaknya pak, saya masih istri sah mas Bayu, bapak jangan mengada Ngada ya!" Ujar Elsa dengan nada tinggi.
Melihat Elsa yang ngotot seperti ini pak Baskoro hanya diam sembari tersenyum sinis, dia memalingkan wajahnya dari pandangan Elsa. membuat Elsa semakin kesal dibuatnya.
"Kalau bapak tidak punya uang untuk menggadai rumah saya, bapak mending ga usah ngomong, saya tau kok bapak hanya pengusaha kere, beda dengan suami saya, bapak itu bukan orang sekelas saya dan mas bayu'' ujar Elsa dengan perkataannya yang nyelekit.
"Diam ya kamu Elsa! Dasar perempuan gak punya harga diri, sudah dibuang masih saja ngaku ngaku istrinya, kita buktikan! Sebentar lagi kamu dan ibu kamu akan menjadi gembel di jalanan" ujar pak Baskoro. Dengan penuh kekesalan Pak Baskoro pun bngkit dari duduknya. Dia berjalan meninggalkan Elsa yang masih berdiri di meja itu, tadinya pak Baskoro ingin mengajak Elsa untuk bersenang senang malam ini, tapi karena Elsa berkata yang tidak mengenakan hatinya dia pun jadi tidak Sudi lagi berurusan dengan wanita seperti dia.
__ADS_1
"Mau dikasih hidup enak malah menghina" ujar pak Baskoro yang masih terlihat kesal.
Sementara itu Elsa yang ditinggalkan sendiri di cafe itu, dia duduk kembali dengan memasang wajah kesal.
"Dari mana aki aki tua Bangka itu tau kalau gue udah cerai sama mas Bayu ya? Apa mungkin dia datang ke rumah itu lalu ketemu sama mas bayu? Masa iya sih?" Elsa bertanya tanya.
Elsa terlihat sangat kebingungan ketika dia tau kalau pak Handoko tidak jadi menggadai rumah itu, kepalanya terasa pusing sekali, Elsa bingung entah apa yang harus dia lakukan sekarang, berpikir pun dia tidak bisa, dia hanya bisa bengong meratapi nasibnya sekarang yang serba kekurangan.
"Selamat siang bu, mau pesan apa?" Tanya seorang pelayan cantik menghampiri Elsa yang sedang melamun sendiri. "Ini menu di restaurant kami hari ini, silahkan di liat liat dulu bu!, siapa tau ada yang diminati" Pelayan itu menyodorkan satu buah kertas ke hadapan Elsa yang berisi menu makanan.
"Terimakasih mbak, sebentar ya! saya lihat lihat dulu" ujar Elsa tersenyum. Elsa meraih kertas itu lalu melihat lihat menu yang tersedia di restoran itu.
"Iya terimakasih" ujar Elsa.
Pelayan itu pun pergi meninggalkan Elsa, sedangkan Elsa masih saja membaca menu makanan itu satu persatu.
"Buset, mahal mahal banget makanannya, uang gue mana cukup buat bayar makanan kaya gini, gimana ini? Mana gue laper lagi, Kalau gue pesen makanannya nanti takut uangnya kurang, kalau gak pesen malu sama pelayan, ahh! Ini gara gara pak Baskoro, gara gara dia gue jadi malu kaya gini" batin Elsa.
Kring
__ADS_1
Kring
Kring
Tiba tiba handphone Elsa berbunyi begitu nyaring.
Elsa pun menyimpan kertas menu itu di atas meja, dia mulai meraih ponselnya yang dia simpan di tas, dan setelah dia lihat ternyata nomor Bayu muncul di layar ponselnya.
"Mas Bayu!' mau apa dia telpon gue ya? Jangan jangan mas Bayu udah tau lagi kalau gue ambil berkas berkas rumahnya, aduh! Gimana ini?" Batin Elsa. Elsa takut sekali Bayu tau semuanya karena kalau sampai Bayu tau Elsa yang mengambil berkas itu Bayu pasti tidak akan pernah memberikan dia harta Gono gini seperti apa yang dia pinta kemarin.
.📞Hallo mas? Ada perlu apa kamu telpon aku?" Tanya Elsa penasaran.
📞 Elsa! Apa maksud kamu gadaikan rumah ini?'' tanya Bayu ingin tahu. Bayu sangat kesal kepada mantan istrinya itu.
📞Ga-gadai? Saya gak tau mas? Siapa yang ngomong sama kamu? Aku benar benar gak tahu masalah ini" jawab Elsa. Elsa berpura pura tidak tahu masalah ini padahal sebenarnya dia yang melakukannya, dia terpaksa berbohong karena dia tidak mau Bayu semakin benci terhadapnya.
📞Kamu jangan bohong Elsa" ujar Bayu dengan tegas.
📞 Untuk apa aku bohong sama kamu mas, gak ada gunanya, dari pada kamu nuduh aku kaya gini mending sekarang kamu transfer aku uang buat biaya hidup Keyla mas, aku minta sekarang juga!" Ujar Elsa. Dia tetap tidak mau mengaku masalah ini.
__ADS_1