
"Mas, ngapain aja sih kamu disini? Tuh mantan istri kamu di bawah dari tadi cari ribut" ujar Elsa kesal.
"Maksud kamu Nadira? Kapan dia kesini?" Tanya Bayu. Mendengar perkataan Elsa Bayu langsung bergegas turun ke ruangan bawah untuk menemui Nadira.
Sebenarnya dia kaget sekali ketika mendengar Nadira berada di rumah itu, rasanya dia malu, dia hampir tidak berani menampakkan wajahnya di hadapan mantan istrinya itu tapi dia tidak punya pilihan lain, dia harus berhadapan langsung dengan Nadira untuk berbincang sekaligus meminta maaf atas semua kesalahannya dulu, dia berharap Nadira mau memaafkannya dan mau kembali lagi berkumpul bersama dia dan kedua anaknya.
Bayu melangkahkan kakinya menelusuri tangga dengan perlahan, disusul oleh Elsa dari belakang. Nadira yang melihatnya pun langsung berdiri dengan memalingkan wajahnya.
"Ternyata laki laki ini yang sudah berani menyakiti perempuan baik seperti Bu Nadira, pantas saja, dari wajahnya saja kelihatan dia itu kaya tukang main perempuan" batin dokter Raisa.
"Nadira, silahkan duduk" Bayu mempersilahkan Nadira untuk duduk kembali. Sedangkan Nadira masih dalam posisi sama. Dia berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada, rupanya Nadira tidak berani menatap wajah laki laki yang selama ini sudah menyakitinya.
"Besok saya undang anda untuk datang ke pengadilan" ujar Nadira dengan tegas.
"Pengadilan!? Maksud kamu apa? Untuk apa saya datang ke pengadilan?" Tanya Bayu. Bayu duduk tepat di hadapan Nadira, dia bersikap tenang tenang saja seperti tidak mengetahui apa apa padahal sebenarnya hatinya sangat bergemuruh bagai hujan petir disiang bolong.
"Maaf pak Bayu, saya izin bertanya, memangnya bapak belum menerima surat dari pengadilan?" Tanya dokter Raisa.
"Su-surat? Maaf surat apa ya?" Bayu balik bertanya lagi. Dia berpura pura tidak tau apa apa padahal sudah jelas tadi pagi dia merobek surat talak itu di hadapan Elsa.
__ADS_1
"Mas Bayu bohong, yang dimaksud kamu surat talak kan? Tadi malam surat talak itu ada, tapi tadi mas Bayu merobek robek surat itu hingga jadi beberapa bagian, sebentar aku ambil dulu!?" Ujar Elsa. Elsa pun bergegas mengambil kertas itu ke ruangan Bayu karena tadi dia menyimpan kertas itu disana.
"Maksud anda apa? Kenapa anda merobek surat itu?" Tanya Nadira dengan nada tinggi. Emosinya terpancing ketika mendengar Bayu merobek surat itu padahal itu surat sangat penting baginya.
"Saya sengaja merobek surat itu karena saya tidak akan menceraikan kamu Nadira, saya ingin berkumpul lagi bersama kamu dan anak anak" jawab Bayu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apa saya gak salah denger? Kenapa anda tiba tiba berbicara seperti ini, bukankah dulu anda sendiri yang ingin berpisah dengan saya, laki laki gak tau diri" ujar Nadira tersenyum sinis. Nadira masih memalingkan wajahnya karena dia tidak sanggup jika harus menatap wajah Bayu. Wajar saja. Perempuan mana yang tidak sakit jika melihat suaminya berselingkuh dengan perempuan lain disaat dia sedang sakit parah, bahkan akibat itu semua dia harus terusir dari rumahnya sendiri.
"Maafin aku Nadira, aku menyesal sudah menyakiti kamu dan anak anak, sekarang aku sadar, aku tidak bisa hidup tanpa kamu dan anak anak kita, kamu mau maafin kesalahan aku kan Dira? Kamu masih sayang kan sama aku?" Ujar Bayu memohon. Tanpa rasa malu Bayu bertekuk lutut dihadapan Nadira dan dokter Raisa, dia benar benar tidak ingin berpisah dengan Nadira karena Nadira dan kedua anaknya begitu sangat berarti dalam hidupnya saat ini.
"Apa apaan kamu mas?" Tanya Elsa yang baru saja keluar dari ruangan kerja Bayu. Elsa membawa kertas kertas yang tadi Bayu robek di tangannya, dia berharap dengan kertas itu hubungan Nadira dan Bayu selesai tapi ternyata tidak, Elsa malah melihat suaminya bertekuk lutut di hadapan Nadira, membuat suhu tubuhnya naik 100%, wajahnya juga tiba tiba menjadi merah menyala.
"Aku akan menceraikan dia" jawab Bayu dengan tegas.
"Apa? Maksud kamu apa mas? Kamu kok tiba tiba kaya gini? Aku gak mau pisah sama kamu ya mas, pokoknya aku gak mau" ujar Elsa. Mendengar perkataan Bayu tanpa sadar dia menghamburkan kertas itu lalu menghampiri Bayu yang masih memohon di hadapan Nadira "pergi kamu dari sini! Dasar perempuan murahan, perempuan stres kamu" elsa tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia mencakar rambut Nadira tapi dokter Raisa menahan tangan Elsa dengan sekuat tenaganya.
Plak
Nadira menampar wajah Elsa dengan keras hingga tubuhnya terpental ke atas sofa.
__ADS_1
"Heh perempuan ular, disini yang murahan itu saya atau kamu? Benar benar gak tau diri ya kamu, gak malu apa selama ini kamu hidup menumpang di rumah saya, makan dari uang saya, belanja dari uang saya, dasar perempuan stres" ujar Nadira sembari menekan dagu Elsa dengan tangannya.
Cuiiih
Elsa meludah ke arah Nadira.
"Heh perempuan penyakitan, jaga ya omongan kamu"
Elsa pun bangkit lalu menyerang Nadira dengan sekuat tenaga, disitu mereka saling menjambak meluapkan emosi yang selama ini mereka pendam, tapi untungnya Bayu bangkit lalu menahan tubuh Elsa hingga Elsa tidak berkutik. Bayu mengamankan seseorang diantara mereka karena dia tidak ingin ada perkelahian lagi, Bayu juga menahan Elsa karena dia tau Nadira hanya perempuan yang lemah, dia tau sekali Nadira tidak pernah melakukan perbuatan seperti ini sebelumnya. Bayu sadar sekali dengan semua kesalahannya jadi wajar saja Nadira memperlakukan dia hingga seperti ini.
"Pergi kamu dari sini!" Ujar Elsa berteriak.
Melihat Elsa yang mengamuk seperti orang kesurupan, Nadira hanya diam sembari menoleh ke arah dokter Raisa, saat ini Nadira bingung entah apa yang harus dia lakukan. Dia sebenarnya tidak tega memperlakukan manusia hingga seperti ini, tapi dia tidak punya pilihan lain, dia harus memberi pelajaran kepada Elsa agar dia tidak melakukan perbuatan seperti itu lagi, dia ingin Elsa jera.
"Oke saya akan pergi, tapi saya akan balik lagi ke rumah ini, kamu siap siap saja! saya ingin sebelum saya datang ke rumah ini kamu sudah mengemasi semua barang barang kamu" ujar Nadira dengan tegas "dan untuk anda, besok saya tunggu anda di pengadilan" ujar Nadira sembari menunjuk ke wajah Bayu.
"Dasar perempuan stres, pergi kamu!" teriak Elsa lagi.
Melihat Elsa yang sangat menakutkan Nadira dan dokter Raisa pun bergegas meninggalkan rumah itu. Dia merasa lega sekali dengan apa yang sudah dia lakukan barusan.
__ADS_1