30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
ketidaknyamanan


__ADS_3

Hari semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00, Nadira yang sejak tadi terbaring lemah di tempat tidur, kini dia sudah mulai membaik, dia sudah bisa diajak bicara oleh Lisa yang begitu sangat mengkhawatirkan nya, dia penasaran dengan apa yang sebenarnya Nadira pendam sehingga dia menjadi lemah seperti ini.


''Aduuuuuuhhhh'' pekik Nadira yang baru saja sadar dari pingsannya, Nadira terlihat kesakitan, mungkin dia masih merasakan sakit di bagian kepalanya.


''Bu Nadira, Alhamdulillah akhirnya Bu Nadira sadar juga'' ujar Lisa tersenyum


''Sadar? memangnya saya kenapa mbak?'' tanya Nadira yang merasa aneh dengan perkataan Lisa tentangnya barusan.


''Tadi Bu Nadira pingsan di ruang tengah, dokter Reza yang mengangkat ibu ke sini'' jawab Lisa


''Yaaa allah, maaf ya mbak, saya jadi merepotkan terus'' ujar Nadira merasa tidak enak


''Gak pp, ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai perawat, saya senang kok sudah membantu ibu, jujur saya kagum sama ibu, ibu ini kuat, jarang banget loh Bu, saya ketemu orang yang punya semangat tinggi seperti ibu nadira ini" ujar Lisa tersenyum


"Saya seperti ini demi kedua anak saya mbak, kalau saya pergi siapa yang akan menjaga dan merawat mereka" ujar Nadira menjatuhkan air matanya.


"Iya Bu, saya mengerti, ibu jangan sedih lagi ya! Sekarang ibu sudah sehat, ibu sudah berhasil melawan penyakit yang sangat mematikan itu, sekarang ibu jangan banyak pikiran, ibu fokus saja dengan proses pemulihan ini, kalau ibu sudah merasa jauh lebih baik kita akan segera pulang ke Indonesia, tapi kalau keadaan ibu seperti ini, dokter Reza pasti tidak memperbolehkan ibu untuk pulang sebelum ibu benar benar baik" 


Mendengar ucapan Lisa, Nadira hanya diam, air matanya tak berhenti menetes ketika dia mengingat semuanya, Nadira bingung dengan kehidupannya saat ini, setelah dia pulang ke Indonesia, dia bingung harus membawa kedua anaknya kemana, karena semua aset kekayaannya berada di tangan Bayu, dan Bayu pasti sedang menikmati semua itu bersama istri barunya.


"Kenapa Bu!? kenapa ibu menangis?" Tanya Lisa yang terlihat begitu sangat khawatir


"Saya bingung mbak'' jawab Nadira terisak

__ADS_1


''Loh kok malah bingung sih!? ibu harusnya seneng dong! sebentar lagi kan ibu akan bertemu dengan anak anak ibu, jadi ibu gak boleh bingung bingung kaya gitu ya!" Ujar Lisa mengelus pundak Nadira 


"Saat ini saya memang sangat bahagia karena saya akan bertemu dengan kedua anak saya mbak, tapi saya juga bingung, setelah saya bertemu dengan mereka, saya bingung harus membawa mereka kemana, saat ini saya benar benar tidak punya tujuan" ujar Nadira


"Kenapa harus bingung Bu? ibu kan bisa pulang ke rumah orang tua ibu!" 


"Kedua orang tua saya sudah meninggal mbak, dan semua aset peninggalan orang tua saya sekarang dipegang oleh mantan suami saya, jadi saya tidak punya apa apa"


"Ya Allah Bu, ibu yang sabar ya!"


 Lisa terus mencoba menguatkan Nadira, tangan lembutnya tak berhenti mengelus pundak ibu dua orang anak itu, Lisa benar benar tidak tega, hatinya hancur ketika mendengar semua itu, dia seakan merasakan apa yang Nadira rasakan sehingga dia tak akan tinggal diam, dia akan berusaha untuk membantu Nadira hingga Nadira mendapatkan haknya kembali.


"Gini saja Bu, untuk sementara ibu bisa membawa kedua anak ibu untuk tinggal di rumah saya, kebetulan rumah saya kosong Bu, jadi ibu dan kedua anak ibu bisa menempati rumah saya dulu, setelah itu baru kita memikirkan rumah ibu, saya akan berusaha membantu ibu untuk mengambil rumah itu kembali karena memang itu adalah hak ibu dan anak anak, jadi ibu jangan sedih lagi ya! Percayakan semuanya sama saya, ibu pasti akan mendapatkan rumah ibu kembali" Ujar Lisa tersenyum


"Engga Bu, saya tidak merasa direpotkan ko, justru saya senang sudah bisa membantu ibu Nadira yang sangat baik hati, sekarang ibu istirahat ya! Saya gak mau ibu terlalu banyak pikiran, dan untuk perkataan saya barusan ibu harus pikir pikir lagi ya bu! saya akan sangat senang ibu mau menerima tawaran dari saya" ujar Lisa


"Iya mbak" ujar Nadira tersenyum menganggukkan kepalanya


Keadaan Nadira yang masih terlihat sedih, membuat Lisa pergi meninggalkan nya, Lisa terpaksa melakukan ini karena dia tau Nadira butuh waktu sendiri untuk berfikir.


Lisa pun bangkit dari duduknya berjalan masuk ke dalam kamar untuk istirahat, kali ini dia terlihat santai, karena Mungkin dia sudah meninggalkan satu bungkus roti, satu botol susu siap minum dan sedikit cemilan serta buah buahan untuk Nadira di kamarnya, jadi dia tidak perlu mengantarkan apapun lagi untuk pasiennya itu karena semua perlengkapan sudah siap di kamar itu.


_Keadaan di rumah Bayu_

__ADS_1


Baru dua bulan Bayu menikah dengan Elsa tapi sudah banyak sekali prahara dalam rumah tangganya, kehidupan Bayu kini jauh berubah dibanding dulu ketika dia bersama Nadira, dulu bayu selalu merasakan kenyamanan, pelayanan yang baik dari seorang istri, tapi sekarang semua itu tidak ada lagi, istri barunya hanya sibuk mempersolek diri dan shopping, sedangkan Bayu, sekarang dia hanya dilayani oleh seorang pembantu, pembantu yang tidak tau apa makanan kesukaan nya, makanan apa yang tidak dia sukai, sehingga membuat Bayu sering kesal dibuatnya.


Pagi itu Bayu sedang duduk di meja makan untuk sarapan, dia sudah terlihat sangat rapi karena memang sebentar lagi dia akan segera berangkat ke kantor.


"Ini pak sarapannya!" Ujar bi Ijah membawakan nasi goreng lalu menaruhnya di hadapan Bayu.


"Terimakasih bi" ujar Bayu dengan matanya yang berkaca-kaca.


Melihat nasi goreng itu bayu jadi teringat dengan Nadira dan kedua anaknya, dulu hampir setiap pagi Nadira menyiapkan makanan favoritnya itu meskipun Bayu tidak pernah bersikap baik terhadap nya, dan meskipun dia tau suaminya sudah tidak lagi mencintainya tapi Nadira selalu melayani Bayu dengan baik dan penuh rasa hormat, sangat jauh berbeda dengan Elsa istri barunya itu.


"Kamu dimana Nadira? maafkan aku yang sudah menyakiti kamu dan anak anak, sekarang aku sadar, kamulah wanita yang terbaik di dunia ini, aku benar benar menyesal sudah menyakiti kamu" batin Bayu merintih


"Loh mas, kok makanannya malah diliatin gitu sih? ayo dimakan! Aku pengen cepat cepat ketemu sama teman teman aku nih, mereka pasti iri deh liat aku pakai tas mahal kaya gini" ujar Elsa 


Saat ini Elsa hanya sibuk dengan gaya hidupnya yang glamor sehingga dia lupa dengan tugasnya sebagai istri di rumah itu.


...bersambung...


...jangan lupa vote sama hadiahnya ya!...


 


 

__ADS_1


__ADS_2