30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
gaji pertama bekerja di bar


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, jam menunjukkan pukul 03.00 WIB, tapi Elsa, Leo, Julia dan Elis masih saja melayani para pelanggan yang datang ke tempat hiburan itu, mereka bergantian masuk ke dalam kamar tanpa takut atau lelah sedikitpun.


Elis tertawa terbahak bahak ketika dirinya menceritakan pengalamannya kepada Julia dan Leo, begitupun Elsa. Dia juga sama, Elsa tak hentinya membanding bandingkan para tamu yang datang, membuat Julia dan Leo yang sudah terbiasa dengan ini ikut tertawa dengan Tingkah lucu mereka.


"Huuuuuus! Jangan keras keras, nanti ada yang denger kita!" Ujar Elis berbisik pelan. Ke empat sekawan itu sedang duduk di kursi yang tepat di samping kamar kamar yang berada di dalam bar itu. Mereka sedang mengistirahatkan tubuhnya yang sudah mulai lemas akibat bertarung semalaman.


"Iya Jul, Lo bisa gak sih ngomongnya dipelanin dikit" ujar Leo juga. Leo kesal sekali dengan temannya yang satu ini. Dia berbicara seperti orang yang sedang membacakan pengumuman, dia terlihat bersemangat hingga suaranya sampai ke negeri Jiran.


"Ya sorry, jujur gue penasaran banget dengan pengalaman pertama mereka Leo, gue bangga banget sama mereka, baru satu malam mereka bekerja disini tapi sudah bisa melayani beberapa tamu, gak kaya kite dulu Leo, baru awalan mana sanggup kita ke gitu Leo, lu aja hampir mau kabur waktu itu gara gara takut sama om om tua, haha" Julia tertawa begitu mengingat pengalaman pertama dia dan Leo, mereka sangat ketir waktu itu, tapi karena kebutuhan, mereka rela melakukan ini meskipun dirinya dan Leo takut sekali waktu itu.


"Oh ya! Masa sih Leo, gue kok ngerasa biasa biasa aja ya! Bahkan gue merasa enjoy enjoy aja" ujar Elsa. Wajah Elsa sudah terlihat pucat sekali, mungkin karena dia sudah merasa lelah malam ini, Malam ini dia melayani 3 om om sekaligus, bahkan dia juga menemani para pemuda untuk minum minum di depan.

__ADS_1


"Iya Sa, gue gak kaya loe sekarang, loe sama elis benar benar pemberani banget, oh iya Lis! Gimana pengalaman pertama loe? Lo kan perawan, perasaan Lo pasti takut kan begitu melihat laki laki yang tidak Lo kenal tiba tiba nidurin Lo dengan begitu buasnya?" Tanya Leo kepada Elis. Elis juga terlihat sudah sangat pucat, bahkan lebih pucat dari wajah Elsa. Malam ini dia hanya melayani 2 tamu saja, tapi 2 tamu seperti itu juga sudah membuat dirinya ngeri, dia sangat tersiksa dengan keadaan anu Nya yang terasa sangat menyakitkan, bahkan di awal melakukan hubungan intim itu, dia bukan menikmatinya, dia malah menjerit kesakitan, awalnya dia rasa kapok tidak ingin melakukannya lagi, tapi karena keadaan, mau tidak mau dia harus bersedia melayani tamunya itu dengan suka hati.


"Sakit" jawab Elis sembari nyengir ke arah mereka.


"Tapi Lo gak kapok kan Lis, kalo sakit itu memang sudah biasa, Lo kan perawan, nanti lama kelamaan juga enggak Lis, justru nanti loe akan menikmatinya, bahkan lo pasti akan ketagihan, Lo pasti akan terus mencari pelanggan" ujar Leo tersenyum.


Mereka Pun terus berbincang membicarakan pengalaman mereka masing masing hingga tak sadar mereka sampai mencuekan madam cantik yang sedari tadi berdiri di belakang mereka.


"Sayang sayang mom, lagi pada ngomongin apa sih? Kayaknya seru banget sampai cuekin mom disini?" Tanya mom Talita tersenyum. Madam Talita membawa 4 amplop tebal di tangannya, mungkin amplop itu berisi uang jadi empat anaknya itu malam ini, amplop yang dua terlihat tipis karena mungkin dia menghitung bagaimana pendapatannya malam itu, bagaimana banyaknya mereka melayani tamu tamunya malam itu.


"Ini bayaran buat kalian malam ini, momy seneng banget malam ini karena momy kedatangan anak anak yang berbakat seperti Elsa dan Elis, momy harap kalian bisa betah disini, meramaikan club momy ini" ujar madam Talita. Dia memberikan amplop ke empat anak anaknya itu sebagai bayaran atas kerja mereka malam ini, dia berharap besok mereka bisa menghasilkan uang yang lebih banyak lagi agar dia bisa semakin maju, dia berniat untuk membuka cabang dimana mana.

__ADS_1


"Terimakasih momy, kita pasti betah kerja disini" ujar Elsa tersenyum. Elsa terlihat senang sekali malam ini karena dia sudah mendapatkan amplop yang begitu tebalnya, dia merasa tidak sia sia pulang pagi seperti ini, jadi meskipun dia tidak izin terlebih dahulu kepada Mamanya, mamanya tidak akan marah jika dia membawa uang seperti ini.


"Sama sama sayang" ujar madam Talita tersenyum. "Ok! Karena ini sudah hampir pagi, kalian boleh pulang dan beristirahat, kalian jaga kesehatan ya sayang, biar besok kita bisa berkumpul lagi disini, kita bersenang senang" ujar madam Talita. Madam Talita menyuruh anak anaknya untuk pulang dan beristirahat, karena apa yang dia inginkan hari ini sudah terpenuhi jadi dia menutup club itu di jam 03.00. dia berharap besok clubnya bisa lebih ramai lagi agar dia bisa mendapatkan uang yang lebih banyak lagi.


"Serius momy? Kita boleh pulang?" Tanya Julia dengan begitu kagetnya.


"Iya sayang, momy mau tutup clubnya sekarang biar kita bisa istirahat, momy udah capek!'' jawab madam Talita nyengir.


"Oke momy, kita pamit pulang ya!" Karena mendengar club itu akan ditutup. Julia, Elis, Leo dan elsa pun pamit meninggalkan tempat hiburan itu. Mereka keluar dari dari tempat itu dengan wajah semringah, mereka senang sekali bisa mendapatkan sebanyak itu dengan cara yang instan seperti ini.


"Gimana rasanya dapet duit sebanyak ini dalam satu malam? Lo seneng kan? Kira kira Lo mau apain duit sebanyak ini?" Tanya Julia kepada temannya Elsa dan Elis.

__ADS_1


"Seneng banget lah, gue mau shopping, mau ke salon, pokoknya gue mau seneng seneng hari ini" jawab Elsa dengan begitu semangatnya.


"Kalau duit segini sih cukup buat bekal gue satu bulan" jawab Elis sembari menghitung uangnya yang ada di dalam amplop itu. Elis tidak membayangkan dia bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam satu malam, bayaran kerja di kantornya sebulan pun hanya setengahnya dari yang dia dapatkan malam ini. Meskipun dia merasa kesakitan tapi semuanya terobati dengan uang yang dia terima saat ini.


__ADS_2