30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
Hari ke 26


__ADS_3

...🌾Semua orang bisa memberikan cinta. karena banyak orang yang mengatas namakan cinta dan menghalalkan segara cara untuk mendapatkan nya, tapi tidak semua orang bisa memberikan kesetiaan, karena sebelum kesetiaan itu teruji, dibutuhkan ketulusan hati yang tak semua orang miliki🌾...


...Happy reading...


...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...


Keesokan paginya seperti biasa Nadira bangun pukul 03.30, dia sudah biasa bangun lebih pagi karena harus membereskan semua pekerjaan rumahnya sebelum semua Anggota keluarganya bangun.


Rumah yang cukup besar tidak membuatnya mengeluh, dia tetap tersenyum dan ikhlas meskipun terkadang tubuhnya tidak kuat mengerjakan pekerjaan itu seorang diri.


Karena semalam dia tidur sendiri, dia memulai semuanya dari ruang atas, membereskan kamarnya terlebih dahulu setelah itu pindah ke ruang bawah untuk memasak dan mencuci.


"Ya Allah, ternyata mas Bayu sama Ilham ketiduran di sofa" ujar Nadira yang melihat suami dan anaknya tidur di sofa dengan tv yang masih menyala


Nadira berjalan menuju ruang bawah dengan sapu yang dia pegang di tangannya.


ketika semua orang masih terlelap dalam tidurnya, Nadira yang di vonis mengidap kanker rahim stadium 3 ini malah sudah bergelut dengan pekerjaannya, meskipun tubuhnya sudah tidak kuat bekerja terlalu berat, Nadira tetap ingin memperlihatkan bahwa dirinya kuat, Nadira tidak ingin terlihat lemah di hadapan suami dan anak anaknya, dia tidak mau sampai keluarganya tau kalau dirinya mengidap penyakit yang sangat mematikan ini.


Penyakit Nadira yang sudah sangat parah, membuat dokter memvonis Nadira hanya akan bertahan 30 hari saja, dari hari pertama di vonis Nadira sudah melewati 26 hari dan yang tersisa hanya 4 hari lagi untuk dia bertahan hidup, dan setelah semuanya terlewati dia harus menerima kalau dia akan pergi untuk selamanya.


"Sudah hari ke 26, berarti aku hanya punya waktu 4 hari lagi, bagaimana ini ya Allah? Sampai hari ke 26 saja aku masih belum bisa merebut hati mas Bayu" ujar Nadira menjatuhkan air matanya


Nadira kembali menyelesaikan pekerjaan nya setelah itu dia membangunkan kedua anaknya mengajak mereka untuk melaksanakan shalat subuh.


"Sifa, bangun sayang! Ayo kita sholat berjamaah" ujar Nadira membangunkan Sifa


"Iya bunda"


"Sifa mandi dulu ya! Habis itu kita sholat berjamaah, bunda mau bangunin ka Ilham dulu" ujar Nadira


Melihat Sifa yang masuk ke dalam kamar mandi, Nadira langsung menyiapkan baju untuknya, setelah itu dia berjalan menghampiri Ilham untuk membangunkannya.

__ADS_1


"Bangun nak, kita sholat Subuh berjamaah yuk!" Ujar Nadira berbisik di telinga Ilham sembari tersenyum manis


"Iya bunda" ujar Ilhaam bangkit dari tidurnya lalu ikut bersama Nadira berjalan menuju kamar mereka.


Ketika Ilham dan Nadira masuk ke dalam kamar, Sifa si imut lucu itu sudah selesai mandi, dia juga sudah mengenakan mukena putih berbordir yang Nadira berikan untuknya.


"Ayok kita sholat bunda!" ajak Sifa sembari tersenyum manis


Anak pintar itu menggelarkan sajadah untuk bundanya dan kakaknya juga.


"Beruntung sekali aku memiliki mereka, mereka memang anak anak yang baik, semoga kelak mereka tumbuh menjadi orang yang sukses yang membanggakan kedua orangtuanya" batin Nadira


Setelah semuanya siap, Nadira menyuruh Ilham untuk maju ke depan sebagai imam, Nadira sengaja mengajarkan ilham seperti ini karena suatu saat nanti Ilham pasti akan menjadi seorang imam, Nadira ingin Ilham menjadi imam yang baik untuk istri dan anak anaknya nanti.


...🌹Bayu🌹...


"Selamat pagi sayang" Bayu yang baru saja bangun dari tidurnya menyapa Ilham anaknya karena semalam dia ingat kalau dia tidur bersama Ilham di sofa


Bayu pun bangkit dari duduknya mencoba mencari ilham, dia berjalan menuju kamar Ilham untuk memastikan kalau Ilham ada di kamarnya.


Setelah Bayu sampai di depan kamar. Bayu melihat kedua anaknya sedang melaksanakan shalat berjamaah bersama bundanya.


"Ya Allah, aku malu sekali dengan mereka, disaat anak anak yang lain mungkin masih tertidur lelap, kedua anaku justru sudah bangun dan melaksanakan shalat berjamaah bersama bundanya, Nadira memang wanita yang hebat, selain dia pintar mengurus rumah, dia juga pintar sekali mengajarkan anak anak dalam hal kebaikan" batin Bayu


Bayu benar benar kagum dengan istrinya, dia baru menyadari kalau nadiralah wanita yang paling baik di dunia ini karena menurutnya tidak semua wanita bisa seperti Nadira yang selalu sabar dan penyayang kepada kedua anaknya, dia rela mempertahankan rumah tangganya yang sudah di ambang kehancuran demi masa depan kedua anaknya.


Bayu berbalik arah, dia berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan setelah itu dia langsung melaksanakan shalat subuh.


...🌹di ruang bawah🌹...


"Alhamdulillah kita sudah melaksanakan shalat subuh, sekarang Ilham sama Sifa siap siap ya!" Ujar Nadira menyuruh kedua anaknya untuk bersiap

__ADS_1


"Siap? Memangnya kita mau kemana bunda?" Tanya Sifa yang tidak tau kalau hari ini ayahnya mau mengajak mereka jalan jalan.


"Kita kan mau jalan jalan sayang, sekarang hari Minggu lhooo, ayah mau ajak kalian beli buku sama tas baru" jawab Nadira tersenyum


"Beneran bunda?" Tanya Sifa dengan wajah cerianya, Sifa terlihat sangat senang karena baru kali ini Bayu mengajak mereka jalan jalan


"Bener sayang, ayoo Sifa siap siap, dandan yang cantik ya! Bunda mau ke kamar dulu, bunda mau ganti baju, malu dong kalau bunda kelihatan kucel kaya gini, bunda kan mau jalan jalan sama anak bunda yang pintar pintar ini" ujar Nadira bangkit dari duduknya


"Iya bunda" ujar kedua anak pintar itu


Nadirapun berjalan meninggalkan kamar kedua anaknya menuju ruang atas, dia ingin segera mengganti baju dan bersolek di depan kaca agar suaminya senang ketika dia melihatnya, Nadira tidak mau mempermalukan suaminya dengan tampilannya yang culun, apalagi hari ini dia akan ikut jalan jalan bersama mereka, jadi Nadira ingin tampil cantik, sekalian mempraktikkan ucapan ibu ibu yang kemarin sempat bertemu dengannya di cafe.


''hari ini aku harus kelihatan beda agar mas Bayu bisa kembali lagi memperhatikan ku, aku yakin di dalam lubuk hatinya yang paling dalam mas Bayu masih mencintaiku'' ujar Nadira yang begitu bersemangat


ketika Nadira ingin membuka pintu kamarnya, bayu keluar dari kamar itu hingga membuat mereka hampir bertabrakan.


''Astaghfirullah aladzim mas, hampir saja aku nabrak kamu, kamu mau kemana sih? kok terlihat buru buru seperti itu?'' tanya Nadira kaget


''Aku mau ke kamar anak anak, hari ini kan hari Minggu, aku mau menghabiskan waktu bersama mereka" jawab Bayu tersenyum


''Oh'' ujar Nadira singkat


"terimakasih ya Allah, aku merasa bersyukur melihat kedekatan mereka kaya gini, semoga akan selalu seperti ini" batin Nadira


...bersambung...


...untuk para pembaca, terimakasih atas dukungannya 😘...


...jangan lupa like n comenya ya...


...jangan lupa hadiah n votenya juga agar author makin semangat 🌺🌺...

__ADS_1


__ADS_2