30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
kamu pergi dari sini!


__ADS_3

"Insyaallah dia orangnya baik dok, dia bekerja di perusahaan saya sudah lama, jadi pasti dia akan membantu saya" ujar Nadira tersenyum. Nadira ingat sekali dengan agus temannya, dulu agus yang selalu membantunya dalam segala hal jadi dia yakin agus pasti akan membantunya untuk kembali ke perusahaan itu.


"Siapa dia bu? ibu tau rumahnya kan? Kalau bisa hari ini kita nemuin dia bu, gak mungkin kan kita nemuin dia di kantor, " tanya dokter raisa ingin tau. dokter Raisa tidak membayangkan jika Nadira menemui Agus di kantor, seluruh karyawan Bayu pasti akan melihatnya dan langsung memberitahu kedatangan Nadira kepada Elsa.


"Namanya agus dok, dia kerja jadi cs di kantor, rumahnya juga gak jauh dari kantor, nanti saya akan coba main ke rumahnya, mudah mudahan saja dia masih tinggal di situ" jawab Nadira. Nadira masih ingat sekali agus dan keluarganya jadi dia berniat untuk kesana sekalian silaturahmi dengan mereka.


"Saya antar ya bu!" Ujar doter Raisa. dokter Raisa ingin ikut bersama Nadira karena dia tidak mungkin membiarkan Nadira sendiri.


"Boleh dok" ujar Nadira tersenyum.


Nadira senang sekali dokter Raisa mau mengantarkan dia ke rumah Agus jadi dia tidak merasa sendiri lagi.


"Ya Allah terimakasih engkau sudah mempertemukan aku dengan orang sebaik dokter Raisa, bahagiakan dia yang Allah, seperti apa yang dia lakukan padaku, aku tidak tau harus melakukan apa untuk membalas semua kebaikannya padaku" batin dokter Raisa.


Nadira pun mengajak dokter Raisa berbincang tentang keberangkatan mereka ke rumah Agus, dia juga memberi tahu dokter Raisa tentang rencana dia selanjutnya, Nadira memiliki rencana bagus untuk membalas rasa sakit hatinya kepada Elsa dan Bayu.


"Bunda..." Teriak Sifa berlari menghampiri Nadira dan dokter Raisa yang sedang asik mengobrol.

__ADS_1


"Apa nak?" Tanya Nadira tersenyum. Nadira mengusap rambut Sifa dengan lembut lalu memeluknya dengan penuh kasih sayang.


"Alhamdulillah barang barang Sifa sudah dikemas semua bunda, besok kita jadi pulang kan? Sifa udah gak sabar pengen ketemu sama ayah, ayah pasti seneng kita pulang bunda" tanya Sifa. Mungkin karena lama tidak bertemu, Sifa ingin bertemu dengan ayahnya, Sifa sangat rindu kepada ayahnya.


"Iya nak, insyaallah besok kita pulang ya" jawab Nadira tersenyum. Nadira sebenarnya bingung harus berkata apa kepada anaknya itu, dia hanya bisa berkata iya iya iya padahal sebenarnya hatinya tidak.


"Kalau semua barang barang Sifa sudah Sifa bereskan, sekarang Sifa sama Bi Minah main dulu ya! Katanya Dari tadi Bi Minah mau main sama Sifa sama ka ilham, besok kan Sifa mau pulang ke rumah Sifa jadi Sifa pasti gak bisa main lagi sama Bi Minah, iya kan bi?" Ujar dokter Raisa sembari mengedipkan mata ke arah bi Minah seakan memberi kode, dia ingin bi Minah mengajak Sifa bermain agar dia bisa berbicara berdua bersama Nadira.


"Iya non, bibi mau main sama non Sifa" ujar bi Minah 


''Memangnya kita mau main apa bi?" Tanya Sifa tersenyum.


"Ayo bi"


Karena Sifa suka sekali dengan boneka, bi Minah pun akhirnya berhasil mengajak anak pintar itu untuk bermain di kamar Sifa dan Ilham, sedangkan Nadira dan dokter Raisa masih duduk disitu membicarakan rencana mereka hari ini.


"Kita berangkat sekarang yu dok! Mumpung anak anak lagi main sama bibi" Nadira mengajak dokter Raisa untuk berangkat sekarang juga, dia ingin segera bertemu dengan Agus mumpung hari masih siang karena mungkin di rumah Agus dia memerlukan waktu yang lama untuk merencanakan misinya nanti malam.

__ADS_1


"Ayo Bu" 


Dokter Raisa dan Nadira pun bangkit dari duduknya berjalan menuju mobil, mereka terlihat buru buru sekali karena memang mereka mengejar waktu.


"Maafin saya ya dok gara gara saya dokter jadi gak ada waktu untuk istirahat" ujar Nadira merasa tidak enak.


"Kenapa harus minta maaf Bu, justru saya senang bisa bantu ibu kaya gini jadi kan saya bisa jalan jalan terus, ini tuh itung itung refreshing Bu, bosan di rumah sakit terus" ujar dokter Raisa tersenyum.


"Dokter bisa aja' Iya sih dok, saya juga dulu waktu dirawat di RS rasanya gimana gitu, gak betah banget"


"Makanya Bu, maklumlah sehari hari kita berhadapan dengan orang sakit gimana mau betah, apalagi kalau udah liat keranda rasanya waw" ujar dokter Raisa bercanda.


ketika Nadira dan dokter Raisa sedang otw ke rumah Agus, di rumah Bayu, Bayu keluar dari kamarnya membawa koper berisi semua baju baju Elsa, ternyata dari tadi Bayu sengaja tidak menampakkan dirinya karena dia sibuk mengemas barang barang Elsa, Bayu berniat mengusir Elsa hari ini juga karena dia takut Nadira dan anak anaknya kembali ke rumah itu. Bayu ingin Elsa pergi dari rumah itu sebelum Nadira pulang.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Elsa yang melihat Bayu membawa koper.


"Gak kemana mana" jawab Bayu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Terus itu apa mas? kamu gak akan pergi ninggalin aku kan?" tanya Elsa lagi. Elsa benar benar kaget melihat koper yang Bayu bawa, perasaannya juga tidak karuan, dia takut Bayu meninggalkannya dan kembali bersama Nadira.


"Ini barang barang kamu Elsa, hari ini kamu boleh pergi dari sini!" jawab Bayu


__ADS_2