30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
Elsa mencari pekerjaan


__ADS_3

Hari semakin larut waktu sudah menunjukkan pukul 16.00, adzan Maghrib sudah terdengar dari berbagai penjuru kota dan inilah saatnya untuk kaum muslimin melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.


"Alhamdulillah Bu, gak kerasa sudah adzan Maghrib lagi ya, ayo kita sholat dulu! Nanti kita lanjutkan lagi ngobrol ngobrolnya sesudah sholat" ajak dokter raisa. 


"Iya dok, ayo kita sholat Berjamaah!" 


Mereka Pun bangkit dari duduknya berjalan menuju mushola yang terletak di samping rumah itu, Nadira berjalan bersama dokter raisa sedang Bram dia berjalan bersama dokter Reza dari belakang.


"Sayang, Ilham mana?" Tanya dokter Reza sembari melihat ke kiri dan kanannya, dia sama sekali tidak melihat Ilham dari tadi jadi dia mencoba bertanya kepada calon istrinya itu.


"Ya Allah mas, Ilham kemana ya? Tadi dia ikut pulang sama aku, tapi kok gak ada ya, apa mungkin dia di kamar?" Tanya Nadira juga. Saking asiknya ngobrol sama dokter raisa dan Bram Nadira sampai tidak ngeh sama anaknya sendiri, dia tidak tahu keberadaan Ilham padahal dari tadi Ilham ikut bersamanya kemanapun dia pergi.


"Tadi aku sih lihat Ilham, mungkin dia lagi istirahat di kamarnya Bu, ayo kita sholat Maghrib berjamaah dulu takutnya keburu akhir!" Ujar Dokter Raisa. 


Nadira hanya diam sembari menganggukkan kepalanya, mereka pun kembali melanjutkan langkahnya menuju mushola itu, diikuti Nadira dari belakang.


***


Ketika semua orang sibuk beribadah kepada Allah pencipta alam, di rumah kontrakan Elsa, Elsa menangis sesenggukan sembari memeluk mamanya dengan erat, dia terlihat terpuruk sekali, mungkin dia merasa lelah saat ini, dia mulai kehilangan arah, seakan tak ada semangat untuk menjalani kehidupannya saat ini.


"Yang sabar nak, ini sebuah ujian dari tuhan untuk kamu, kamu harus kuat" ujar Bu Lidya. Dia juga tak kuasa menjatuhkan air matanya ketika melihat anaknya menangis seperti ini.

__ADS_1


"Sabar gimana mah? sekarang aku sudah hancur, aku sudah tidak punya apa-apa lagi, apa kata teman temanku kalau mereka tau aku bangkrut kaya gini mah, aku malu" ujar Elsa yang masih terisak.


"Mama mengerti perasaan kamu nak, tapi kamu gak boleh menyerah seperti ini, kamu kan masih bisa cari kerja, kamu ini masih muda, masih cantik Elsa, jadi gampang sekali buat kamu cari pekerjaan yang bagus, yang cocok buat kamu" jawab Bu Lidya. Bu Lidya mencoba memberi semangat kepada anak semata wayangnya itu. Dia sendiri sebenarnya tidak tau harus berbuat apa, tapi setidaknya dia bisa memberikan semangat kepada anaknya itu karena hanya dialah satu satunya tulang punggung di keluarganya itu.


"Iya ma, terimakasih, aku akan coba cari kerja" ujar Elsa. Elsa bangkit dari pangkuan mamanya lalu menghapus air mata yang sedari tadi jatuh tak tertahankan.


"Sekarang mending kamu istirahat, biar besok kamu bisa cari kerja!" ujar Bu Lidya kepada Elsa. 


"Ya udah mah, aku istirahat dulu!" Ujar Elsa. Elsa pun bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar meninggalkan Bu Lidya dan anaknya di ruang tamu.


"Ya Allah, kasihan sekali anakku, dia pasti sangat terpukul dengan kejadian ini, ini semua gara gara Bayu, bisa bisanya dia mempermainkan Elsa kaya gini, aku harus buat perhitungan dengan orang itu, aku tidak akan membiarkan dia hidup bahagia" batin Bu Lidya.


Bu Lidya terus memperhatikan Elsa yang mulai berbaring di tempat tidurnya, maklum saja rumah kontrakan yang sangat kecil membuat setiap gerak geriknya terlihat karena tak ada pembatas yang menghalangi. Bu Lidya melihat Elsa bengong menatap langit langit kamarnya mungkin Elsa sedang memikirkan sesuatu tapi Bu Lidya memilih untuk diam, dia memberikan kesempatan anaknya untuk berfikir karena dia yakin Elsa pasti bisa melewati ini semua.


"Ma, besok kan aku ada janji sama temen temen, gimana dong?" Tanya Elsa kepada mamanya. 


"Kamu kan bisa ketemu sama temen temen kamu dulu sa, abis itu baru kamu cari kerjaan, sekalian aja tanya tanya sama temen kamu siapa tau aja mereka ada yang tau lowongan dekat dekat sini" jawab Bu Lidya.


"Iya juga ya ma, aku mau coba telpon temen aku ah! Siapa tau aja di kantornya lagi ada lowongan" Elsa baru ingat kalau temannya ada yang bekerja di perusahaan yang dekat dari rumah nya, jadi dia mencoba menghubunginya. Elsa sebenarnya malu tanya tanya kerjaan seperti ini tapi dia tidak punya pilihan lain, karena dia benar benar sangat membutuhkan pekerjaan itu.


"Telepon saja sa!!" Ujar Bu Lidya lagi. Dari tadi Bu Lidya terlihat sibuk sekali mengurus Keyla jadi dia hanya bisa ikut apa keputusan Elsa saja tanpa bisa membantunya.

__ADS_1


Elsa menoleh ke arah Bu Lidya ternyata dia sibuk mengurusi anaknya yang sedari tadi rewel, jadi elsa pun bergerak sendiri, dia mencari informasi kesana kemari tentang lowongan pekerjaan itu. Elsa mengambil ponselnya lalu menelpon temannya Elis untuk menanyakan lowongan pekerjaan di kantornya.


Tuuuut


Tuuuut


Tuuuut


📞Hallo Sa, ada apa? Tumben kamu nelpon gue" tanya Elis.


📞Gue ada perlu Lis sama Lo" jawab Elsa. Elsa sebenarnya malu menelpon temannya itu, dia juga merasa tidak enak karena memang sudah lama dia tidak menghubungi Elis.


📞Ada perlu apa sa? Sekarang Lo dimana? Udah lama banget ya Lo gak telpon gue, ehh btw gimana kabar Julia sama Leo mereka masih suka kumpul sama Lo kan sa?" Tanya Elis lagi. Elis mulai menanyakan teman temannya yang dulu suka kumpul bareng, dia ingin tau kabar teman temannya itu karena memang sudah lama dia tidak bertemu mereka. Karena kesibukannya di kantor Elis jadi tidak pernah lagi berkumpul bersama mereka jadi dia merasa kangen sekali dengan sahabat terbaik nya itu.


"Mereka baik baik aja Lis, besok juga gue ada janji sama mereka mau kumpul di cafe yang biasa kita datangi itu, Lo mau gabung gak? Sekalian gue mau bicara sama loe, Lo mau ya!?" Bujuk Elsa. Elsa ingin Elis bisa berkumpul lagi bersama teman temannya yang lain sekalian dia ingin menanyakan lowongan pekerjaan itu.


"Gimana ya sa!?" Ujar Elis. Elis sepertinya mikir mikir lagi jika ingin bertemu dengan mereka karena memang pekerjaannya di kantor sangatlah banyak, tapi dalam hatinya menyimpan rasa rindu kepada teman temannya itu jadi datang atau tidaknya dia tergantung pekerjaannya besok pagi.


"Mau ya Lis, please!!" Bujuk Elsa


"Oke lah sa, tapi gue liat jadwal pekerjaan gue dulu ya! Gue gak janji" 

__ADS_1


"Oke"


__ADS_2