
Melihat Dokter Raisa yang sudah hilang dari pandangan, Nadira pun berjalan masuk ke dalam rumah itu, hari ini dia berniat untuk membantu bi Minah beres rumah sebelum Dokter Reza menjemputnya.
"Semoga aja mas Reza jemputnya agak siangan biar aku ada waktu buat bicara
Sama bi Minah" batin Nadira. Nadira berjalan ke arah dapur, dia menghampiri bi Minah yang kala itu sedang sibuk memasak.
"Pagi bi, saya bantuin ya!" Ujar Nadira. Nadira mulai mengambil sesuatu yang bisa dia kerjakan, pagi ini dia ingin memasak sesuatu karena nanti siang dia akan menjemput kedua anaknya.
"Gak usah Bu, ibu duduk saja! Biar saya yang kerjain ini semua" ujar bi Minah. Bi Minah melarang Nadira untuk membantunya karena dia merasa tidak enak, dia tahu sekali kesibukan Nadira seperti apa, jadi dia menyuruh Nadira untuk diam saja, bi Minah tidak mau Nadira membuang-buang waktunya hanya untuk membantunya di dapur sedangkan pekerjaannya saja masih banyak.
"Nggak apa-apa bi, lagian saya lagi nggak ada kerjaan, hari ini saya mau masak bi soalnya nanti sore saya mau jemput Ilham dan Syifa, saya mau masak yang enak buat mereka" ujar Nadira tersenyum. Mendengar perkataan Nadira barusan Bi Minah menoleh ke arah Nadira sembari tersenyum. Dia senang sekali mendengar itu, tapi dia bingung, karena kemarin Bayu sempat meminta dia untuk berbicara kepada Nadira soal hak asuh anak anaknya. Bayu ingin kedua anaknya tinggal bersama dia untuk sementara waktu ini tapi nyatanya Nadira malah ingin menjemput mereka.
"Ibu mau jemput Ilham sama Syifa?" Tanya bi Minah untuk meyakinkan.
"Iya bi, saya mau jemput mereka, rasanya sepi sekali kalau anak-anak nggak ada di rumah, nanti juga kan, saya mau tinggal di rumah itu lagi, malah saya akan mengadakan acara resepsi pernikahan saya juga di rumah itu, jadi kita bolak-balik lah ke sana, Ilham sama Syifa juga pasti senang kalau saya ngadain acaranya di rumah itu" jawab Nadira yang terlihat sangat yakin, Nadira yakin sekali Ilham dan Syifa pasti senang dengan acara pernikahannya dengan Reza, apalagi jika acara itu akan diadakan di rumahnya, rumah peninggalan nenek dan kakeknya, kedua anak itu pasti akan menyetujuinya. Dia juga berharap mantan suaminya Bayu bisa hadir di acara itu menemani Ilham dan Syifa, dia ingin semua keluarganya berkumpul termasuk mantan suaminya itu.
"Oh jadi bu Nadira mau ngadain acara resepsinya di rumah itu? Bagus itu Bu! Den Ilham sama non Syifa pasti senang dengernya" ujar bi Minah.
"Iya bi, makanya saya mau jemput mereka, saya mau bicara masalah itu sama mereka, saya juga mau nelpon teman saya dulu bi soalnya dia kan yang mengurus semuanya, dia yang akan mendekorasi rumah saya" ujar Nadira.
Tiiit
Tiiit
__ADS_1
Tiiit
Suara klakson mobil terdengar begitu nyaring, mungkin itu suara klakson mobil dokter Reza yang berhenti di depan rumah itu, hari itu dokter Reza menjemput Nadira untuk pergi ke butik temannya, mereka akan melakukan fitting baju untuk yang kedua kalinya setelah yang kemarin sempat gagal.
"Assalamualaikum'' ujar dokter Reza mengucap salam. Dokter Reza langsung masuk rumah mewah itu mencari Nadira ke ruang keluarga.
"Sayang, kamu dimana?" Teriak dokter Reza memanggil Nadira. Dokter Reza duduk di sofa ruang tamu menunggu Nadira keluar dari persembunyiannya.
"Apa sayang?" Ujar Bram yang baru keluar dari kamarnya. Bram tersenyum menoleh ke arah Reza, dia mencoba menggoda sahabatnya itu agar suasana rumah terasa rame.
"Hai bro, tumben belum berangkat? Biasanya juga berangkat pagi-pagi?" Tanya dokter Reza tersenyum, dokter Reza salut sekali dengan temannya itu, di tengah kesibukannya yang padat Bram masih ada waktu untuk membantunya, bahkan dia yang mengurus semua acara resepsi pernikahannya.
"Belum lah bro, ini baru mau berangkat, hari ini jadwalku nggak terlalu padat lah, jadi saya bisa bersantai, oh iya! Hari ini kamu jadi kan pergi ke butik? Jangan lama-lama lah, acaranya kan tinggal menghitung hari lagi, usahakan dipercepat ya biar semuanya cepat beres" ujar Bram.
"Oke, tinggal selangkah lagi kok, abis itu beres" ujar dokter Reza tersenyum.
"Ya sudah, kalau begitu saya pamit pergi dulu ya, nanti kalau ada apa-apa kamu hubungi saya saja" ujar bram. Karena hari yang semakin siang bram pun pergi dari rumah itu, iya berjalan menghampiri mobilnya yang masih berada di garasi, hari ini dia menyetir sendiri karena pak Karyo pergi mengantarkan istrinya ke rumah sakit.
"Bram.. Bram.. aku salut banget sama kamu Bram, kamu memang sahabatku yang paling baik sedunia, semoga saja Allah selalu memberikan kebahagiaan untukmu dan keluarga" batin dokter Reza. Dokter Reza bersyukur sekali memiliki sahabat seperti Bram dan dokter Raisa, mereka begitu sangat peduli terhadapnya dan Nadira, bahkan mereka memperlakukan Nadira dan dirinya seperti sanak keluarga.
"Mas!" Teriak Nadira. Nadira berjalan menghampiri Reza dengan membawa segelas air putih di tangannya.
"Sayang, kamu dari mana aja? Ini sudah siang loh! Kita harus cepat cepat berangkat! Barusan Bram bilang sama mas kalau kita harus cepat cepat beresin ini, acaranya kan tinggal 3 hari lagi" Dokter Reza terlihat khawatir sekali, dia merasa belum tenang jika urusannya belum selesai semua.
__ADS_1
"Iya mas, aku tau, temen aku udah siapin semuanya kok, tadi dia udah kirim gambarnya ke aku, kita tinggal datang kesana, cobain bajunya, beres!" Dengan santai Nadira berkata seperti itu kepada calon suaminya. Dia sepertinya sudah yakin dengan baju yang dipilihkan temannya. Kali ini Nadira tidak ingin banyak memilih, dia hanya ingin semua urusannya cepat beres agar dia bisa cepat cepat berkumpul lagi bersama Ilham dan Sifa di rumah mewahnya itu.
"Alhamdulillah kalau gitu'' ujar dokter Reza.
"Oh iya mas, nanti sore aku mau kamu anterin aku jemput anak anak ya! Sekalian kamu lihat rumahnya, kamu belum tau kan? Aku juga mau bicara sama anak anak soal ini, mereka pasti sudah menunggu aku mas"
"Iya sayang, mas akan mengantar kamu kemanapun kamu pergi" ujar dokter Reza tersenyum.
Kriiing
Kriiing
Kriiing
Tiba tiba handphone Nadira berbunyi begitu nyaring. Nadira mencoba mengambil ponselnya, dan setelah dia lihat, ternyata nama Devi muncul di layar ponselnya.
"Siapa sayang?" Tanya dokter Reza ingin tahu.
"Devi mas"
Nadira menyentuh tombol hijau untuk mengambil panggilan.
📞Hallo Dev, ada apa?" Tanya Nadira.
__ADS_1
📞Maaf dir, kamu mau ambil bajunya hari ini? Nanti kalau kamu mau kesini ajak anak anak kamu ya! Biar aku bisa siapin baju buat mereka, biar aku ukur gitu dir" jawab Devi. Devi ingin Nadira membawa kedua anaknya agar bisa dia ukur bentuk badannya. Selain menyiapkan baju untuk Nadira dan Reza, Devi juga menyiapkan baju untuk Ilham, Sifa, Dokter Raisa dan Bram. Devi ingin mereka mengenakan baju yang sama agar bisa terlihat kompak.