
...🌾Cinta adalah sesuatu yang tak bisa dikendalikan, kadang ketika kamu berpura pura tak memperdulikannya, itu justru yang membuatmu sangat merindukannya 🌾...
...Happy reading...
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
"Tadi bunda manggil Ilham sama Sifa, tapi Ilham gak jawab, Ilham sama Sifa lagi ngapain sih diem terus di kamar?" Tanya Nadira tersenyum
"Maaf bunda, tadi Ilham sama adek lagi gambar, jadi tadi kita gak samperin bunda, maafin kita ya bunda" jawab Ilham merasa tidak enak
"Oh ya? Gambar apa nak? Coba mana? Bunda sama ayah mau lihat, iya kan sayang?" Tanya Nadira menoleh ke arah Bayu
Nadira bersikap baik baik saja dihadapan Ilham dan Sifa, padahal hatinya saat ini sedang hancur, dia sangat kesal kepada bayu yang sudah membohongi dia dan kedua anaknya.
"Iya nak, coba mana gambarnya? Ayah mau lihat" tanya Bayu tersenyum
"Sebentar ya bunda, kita mau ambil gambar kita dulu" ujar Ilham
"Iya sayang"
Merekapun pergi meninggalkan kamar Nadira berjalan menuju kamarnya, dan ini adalah kesempatan untuk Nadira berbicara dengan Bayu.
"Kamu kenapa sih? Kamu sakit?" Tanya Bayu yang merasa khawatir melihat wajah Nadira yang sangat pucat
"Aku gak papa kok, mungkin hanya kecapean" jawab Nadira menyembunyikan rasa sakit yang dideritanya
"Tadi aku melihat kamu jalan bersama sama Elsa di mall, kamu tega ya, bohongi kedua anak kamu hanya karena perempuan seperti Elsa, dimana hati kamu mas,kamu sengaja pergi ke mall bersama dia, sedangkan kamu tau aku dan anak anak akan pergi ke mall itu, coba kamu pikir, gimana kalau tadi Sifa dan Ilham melihat kamu bersama Elsa, hati mereka pasti hancur mas, kamu boleh nyakitin aku, tapi jangan sekali kali kamu nyakitin hati mereka" ujar Nadira menjatuhkan air matanya
Nadira menguatkan diri untuk bangkit dari tidurnya, dia meninggalkan bayu berjalan menuju ruang bawah, dia sengaja menjauhi Bayu karena dia butuh waktu sendiri untuk menenangkan dirinya apalagi dalam kondisinya yang seperti sekarang ini.
"Ya Allah, kuatkanlah aku" batin Nadira
Nadira turun dari ruang atas dengan tubuh yang masih lemas, rasa sakit yang dia rasakan, rasanya sangat menyiksa sehingga dia malas sekali berbicara apapun apalagi harus berdebat dengan Bayu.
"Loh, bunda mau kemana?" Tanya Ilham yang melihat bundanya turun dari ruang atas
"Bunda mau ke kamar kamu sayang, malam ini bunda tidur bersama kalian ya! Bunda kan sudah janji mau ngajarin kalian menggambar, kalo sekarang kalian mau ketemu ayah, naik saja nak, biar ayah lihat karya kalian, ayah pasti akan senang" jawab Nadira tersenyum
__ADS_1
"Iya bunda" ujar Ilham berlari menemui ayahnya
Dinda hanya tersenyum, dia melanjutkan langkahnya menuju kamar Ilham dan Sifa, dia ingin segera merebahkan tubuhnya kembali mengistirahatkan tubuhnya sembari menunggu kedua anaknya datang.
"Ya Allah, berantakan sekali, pasti mereka lupa beresin buku bukunya, mereka terlalu bersemangat" ujar Nadira tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
Nadira membiarkan buku buku itu, dia memilih merebahkan tubuhnya di kasur bersantai sembari membaca buku dongeng kesukaan anak anaknya.
...🌹Di kamar Bayu🌹...
"Ayah gimana? Gambar kita bagus kan?" Tanya Ilham tersenyum
"Wah, bagus banget sayang, kamu belajar menggambar sama siapa? Pasti bunda ya yang ngajarin kalian?" Bayu balik bertanya kepada Ilham dan Sifa
"Engga ayah, kita belajar sendiri ko, tapi sekarang bunda mau ngajarin kita, iya kan dek?" Tanya Ilham menoleh ke arah adiknya
"Iya ayah" jawab Sifa tersenyum
"Ini Sifa gambar apa?" Tanya Bayu kepada Sifa
"Iya sayang" ujar Bayu dengan mata yang berkaca-kaca
"Ya Allah, ternyata Sifa sangat menginginkan keluarga ini utuh, lalu bagaimana dengan Elsa? aku merasa, aku harus meninggalkan dia untuk dua malaikat kecilku ini, aku tidak mungkin menyakiti mereka terus menerus, mereka pasti akan hancur ketika aku menikah lagi bersama Elsa, ya! Aku harus meninggalkan Elsa" batin bayu
...Kriiiiiing...
...Kriiing...
...Kriiiiiing...
...Ponsel Bayu berbunyi begitu nyaring...
...Setelah dia ambil, nampak nomor Elsa muncul di layar ponselnya....
"Sifa sama Ilham istirahat ya, ayah mau mandi dulu" ujar Bayu tersenyum
"Iya ayah"
__ADS_1
Kedua anak pintar itu pergi meninggalkan kamar Bayu, Bayu sengaja menyuruh mereka pergi karena dia ingin mengangkat telpon dari Elsa.
📞Hallo Elsa" Bayu mengangkat telepon
📞Hallo sayang, kamu lagi ngapain?" Tanya Elsa
📞Aku mau istirahat, ada perlu apa?" Bayu balik bertanya kepada Elsa
📞4 hari lagi kita kan mau menikah, kita kok belum fitting baju pengantin sih mas, kita ke butiknya besok saja ya mas, mumpung lagi gak ada kerjaan" jawab Elsa
📞 Gak bisa Elsa, besok kita harus meeting" ujar Bayu
📞Kita kan bisa berangkat habis meeting mas, pokoknya besok aku jemput kamu ke rumah kamu ya, selamat istirahat sayang" ujar Elsa mematikan teleponnya
📞Elsa, Elsa" teriak Bayu, dia ingin menolak ajakan dari Elsa, tapi Elsa sudah terlanjur mematikan teleponnya.
"Arrrrgggggghhh" ujar Bayu yang begitu sangat kesal.
Melihat kedekatan Bayu dengan Nadira, Elsa sengaja ingin membuat Nadira semakin terluka dengan cara mengajak Bayu fitting baju pengantin, dia tidak akan membiarkan Nadira kembali ke dalam pelukan Bayu karena dia begitu sangat menginginkan posisi Nadira di rumah itu, dia akan mencari sejuta cara untuk menyingkirkan Nadira dan menjauhkan Nadira dari Bayu.
"Heeeh, lihat saja Nadira, siapa yang akan mendapatkan hati Bayu, kamu atau aku, perlahan aku akan mendekati kedua anak kamu, dan setelah itu, aku akan menyingkirkan kamu dari rumah kamu sendiri" ujar Elsa tersenyum
...🌹Di kamar Ilham dan Sifa🌹...
Ilham yang sejak tadi mengajak Nadira untuk belajar menggambar, dia akhirnya belajar ditemani bundanya yang sangat mahir itu, Nadira memberikan dia contoh gambar yang sangat bagus dan mudah untuk diikuti, membuat kedua anak pintar itu semakin bersemangat untuk belajar, kelak mereka ingin seperti bundanya yang serba bisa, mereka sangat beruntung memiliki seorang bunda yang begitu perhatian dan pintar dalam segala hal.
"Kalau sudah besar, Sifa ingin jadi desainer bunda,Sifa akan membuatkan gaun yang cantik untuk bunda, agar bunda terlihat seperti seorang putri" ujar Sifa sembari memperagakan dirinya menjadi seorang putri
"Iya sayang, semoga cita citamu tercapai ya nak, bunda akan selalu mendoakan Sifa" ujar Nadira dengan mata yang berkaca-kaca
"Kalau Ilham ingin menjadi seorang dokter bunda, Ilham juga ingin memiliki perusahaan yang sukses seperti ayah" ujar Ilham menoleh ke arah bundanya
"Iya sayang, bunda juga akan berdoa yang terbaik untuk Ilham, bunda bangga memiliki anak yang pintar pintar seperti kalian ini" ujar Nadira memeluk kedua anaknya sembari menangis
Nadira tidak tau lagi harus berkata apa, hatinya benar-benar hancur ketika mendengar perkataan Sifa dan Ilham, dia ingin sekali mendampingi mereka hingga mereka dewasa, tapi itu tidak mungkin, dia hanya punya waktu 4 hari lagi untuk tetap berada di samping mereka, karena sebentar lagi dia akan pergi untuk selamanya.
...Bersambung...
__ADS_1