
Hari semakin larut waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 adzan asar juga sudah berkumandang dari berbagai penjuru kota, inilah saatnya orang orang muslim melaksanakan sholat asar berjamaah. begitupun Bayu, Bayu yang sedari tadi berbicara dengan Bu Lidia, dia meminta izin kepada Bu Lidia untuk melaksanakan sholat asar.
"Maaf ma, aku mau solat ashar dulu!" Ujar bayu kepada bu Lidia yang sedari tadi mengajaknya berbicara.
"Sebentar Bayu, mama belum selesai bicara" ujar bu Lidia menghentikan langkah Bayu yang sudah beranjak.
"Bicara apa lagi ma, semuanya sudah jelas, aku tetap akan menceraikan Elsa" ujar Bayu. Dia bergegas pergi tanpa menghiraukan bu Lidia sedikitpun, Bayu sudah merasa cukup menjelaskan semuanya kepada bu Lidia, jadi dia tidak perlu menjelaskan apa apa lagi kepadanya.
Bayu beranjak pergi dari hadapan bu Lidia berjalan masuk ke dalam rumah.
"Aduuuuh! Bayu pake masuk ke dalam lagi, gimana kalau Elsa belum menemukan berkas itu" batin bu Lidia. Melihat Bayu yang mulai berjalan ke tangga bu Lidia langsung mengikuti dia dari belakang, bu Lidia bergegas masuk sembari menggendong Keyla .
"Ayo Elsa, kamu cepat cepat keluar, semoga Elsa mendapatkan berkas penting itu" batin bu Lidia.
"Ibu mau kemana?" Tanya Bayu yang melihat bu Lidia berjalan mengikutinya.
"Ga-gak kemana mana, ini Keyla barusan merengek, mungkin dia lapar" jawab bu Lidia sembari terus mengayun ayun Keyla.
"Kasih dia makan dong bu!" Ujar Bayu. Bayu dengan mudahnya menyuruh bu Lidia untuk memberi makan Keyla, dia tidak memikirkan bagaimana rasanya mengurus anak, Bayu sepertinya kurang perduli kepada Keyla, bahkan mungkin dia tidak mengakui kalau Keyla itu adalah anaknya.
"Dasar laki laki gak punya perasaan, mau enaknya doang" batin bu Lidia.
Mendengar perkataan Bayu yang kurang mengenakan, bu Lidia pun berjalan meninggalkan Bayu menuju kamar Keyla untuk mengemasi barang barang cucunya, hari ini juga bu Lidia akan membawa anak dan cucunya pergi dari rumah itu. rumah mewah yang dia rasa seperti neraka, semenjak dia masuk ke dalam rumah itu dia tidak pernah merasakan kedamaian, bahkan melihat anaknya pun dia seperti tidak pernah menemukan kebahagiaan disana.
__ADS_1
"Sayang, hari ini kita benar benar pindah ke rumah nenek, semoga kamu jadi anak yang sukses, semoga ayah mu menyesal sudah memperlakukan kamu kaya gini" ujar bu Lidia kepada Keyla.
...🌺Di ruang atas🌺...
"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Bayu kepada Elsa. Posisi Elsa waktu itu sedang memasukkan baju bajunya ke dalam tas, jadi Bayu tidak berfikir apa apa.
"Kamu liat kan aku lagi apa mas? Bukannya kamu usir aku dari sini?" Tanya Elsa. Elsa memalingkan wajahnya seperti tidak memperdulikan Bayu. Padahal hatinya bergemuruh, dia takut Bayu curiga terhadapnya apalagi kalau dia sampai memeriksa barang di dalam tasnya itu.
"Aku berharap kamu bisa pergi hari ini juga!" Ujar Bayu dengan jelas.
"Kenapa harus secepat itu? apa karena perempuan penyakitan itu? dia mau kesini lagi?" tanya Elsa lagi. Elsa menatap Bayu dengan Tatapan tajam sembari tersenyum sinis.
"Dia punya nama Elsa" Ujar Bayu kesal. "iya! besok Nadira dan anak anakku mau pulang kesini, jadi aku mau kamu pergi dari sini sebelum mereka pulang" ujar Bayu. Bayu takut kedua anaknya melihat Elsa di rumah itu jadi dia ingin Elsa dan ibunya cepat pergi dari rumah itu secepatnya.
"Baik! aku akan kasih kamu harta Gono gini asal kamu bawa ibu dan anak kamu pergi dari rumah ini Sekarang juga!" ujar Bayu.
Tanpa perasaan Bayu mengusir Elsa dan anaknya pergi dari rumah itu, dia juga terlihat santai santai saja seperti tidak merasakan kesedihan sedikitpun, Bayu membuang Elsa dengan mudahnya, dia tidak mengingat perjuangannya dulu ketika ingin mendapatkan Elsa. dulu dengan mudahnya Bayu membuang Nadira demi Elsa dan sekarang posisinya terbalik. Bayu mengira Nadira akan menerimanya kembali padahal tidak semudah itu, Nadira tidak akan Sudi hidup dengan laki laki seperti dia lagi.
"Sekarang kamu bisa seperti ini, tapi lihat nanti mas, aku gak akan pernah membiarkan kamu dan Nadira hidup tenang" batin Elsa.
Dengan wajah kesal Elsa berjalan meninggalkan kamar itu menuju ruang bawah, dia langsung mencari keberadaan ibu dan anaknya, Elsa ingin mereka cepat cepat pergi dari rumah itu sebelum Bayu curiga terhadapnya.
"Ma! mama dimana? Keyla..." teriak Elsa.
__ADS_1
"Mama disini sa" jawab Bu Lidia.
Mendengar suara Bu Lidia Elsa pun bergegas menghampirinya di kamar Keyla.
"Ayo kita pergi dari sini mah!" ujar Elsa.
"Kamu udah dapat surat penting itu kan?" tanya Bu Lidia menatap Elsa dengan serius.
"Udah mah, ayo kita pergi sekarang juga sebelum mas Bayu curiga sama kita" jawab Elsa.
"Ayo nak!"
Merekapun bergegas meninggalkan rumah itu dengan membawa barang barang bawaannya serta berkas kepemilikan rumah itu. sekarang Elsa merasa tenang karena sudah mendapatkan surat rumah itu, dia jadi tidak khawatir hidup miskin lagi, dengan barang itu dia bisa mendapatkan apa yang dia mau.
"Ayo masukin barang barangnya ke bagasi ma" dengan terburu buru Elsa merapikan barang barangnya ke dalam bagasi.
"Sekarang kita pulang ke rumah nenek ya nak!" ujar Bu Lidia kepada cucunya.
"Kita gak pulang ke rumah mama, aku punya tempat untuk kita tinggal sementara waktu ini ma karena kita gak mungkin pulang ke rumah mama" ujar Elsa
"Kenapa?" tanya Bu Lidia heran.
"Kalau mas Bayu sadar surat pentingnya itu hilang, dia pasti akan curiga sama kita, mas Bayu pasti akan cari kita ke rumah, jadi untuk sementara waktu ini kita harus cari tempat yang aman, ayo Mama masuk! kita ngobrol di jalan saja, takut mas Bayu denger pembicaraan kita" Elsa menyuruh mamanya untuk masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Bu Lidia pun bergegas masuk ke dalam mobil itu, lalu Elsa menyalakan mobilnya, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju tempat persembunyian, untung saja Elsa mempunyai kenalan yang jauh sekali dari kota itu, dia berniat untuk menenangkan dirinya baru setelah itu dia menyusun rencana untuk menghancurkan Nadira dan keluarganya.