
"Waaahh ini kan makanan kesukaan saya Bu, tau aja saya lagi laper" ujar dokter Raisa tersenyum. Dokter Raisa yang baru saja keluar dari kamar pun langsung duduk di sebelah Sifa dan Ilham, dia mencicipi masakan Nadira Dengan begitu lahapnya.
"Iya bu dokter, ini Bu Nadira yang masak" ujar bi Minah sembari menyediakan minum dan buah buahan ke hadapan dokter Raisa.
"Ini benar benar masakan ibu? Enak sekali Bu, saya belum pernah loh cicipi masakan kaya gini, kayaknya kalau ibu buka restoran pasti laku keras ini" tanya dokter Raisa sembari terus mencicipi masakan itu. Dia makan dengan sangat lahap karena memang masakan Nadira tiada Tara, dari kecil Nadira memang pintar sekali memasak.
__ADS_1
"Iya dok, tadi saya iseng iseng bikin ini, syukur Alhamdulillah kalau dokter Raisa suka" jawab Nadira tersenyum. Nadira sangat senang sekali jika dokter Raisa menyukai masakannya jadi dia akan terus memasak seperti ini.
"Enak sekali Bu sumpah, gimana kalau kita kerjasama buka restoran? Lumayan kan buat tambah tambahan jajan anak, kalau kita sediakan menu seperti ini saya yakin restoran kita akan rame, kita akan sukses bu" ujar dokter Raisa. Dia menatap Nadira dengan Tatapan serius seakan tidak bercanda dengan apa yang dia bicarakan barusan.
"Bo-boleh dok, saya juga ada niat seperti itu, kebetulan saya juga punya lahan kosong di daerah Jakarta, pinggir jalan, tempatnya rame lagi jadi kayaknya cocok kalau kita buat resto disana, saya juga ada niat mau buka butik dok, kebetulan saya hobi banget dengan fashion, jadi saya mau buka dua itu dulu" ujar Nadira tersenyum. Nadira sepertinya sehati dengan dokter Raisa, mereka akan membuka sebuah resto dalam waktu dekat dekat ini, dari dulu Nadira memang ada niat untuk membuka kedua toko itu, kebetulan Ilham suka banget dengan kuliner dan Sifa suka banget dengan fashion, Nadira berniat membuka toko tersebut untuk kedua anaknya agar ketika mereka sudah dewasa mereka sudah memiliki usaha masing masing, jadi kalau dia sudah tua dia tidak terlalu khawatir dengan masa depan mereka.
__ADS_1
"Amiiiinnn" ujar mereka semua mengaminkan doa dokter Raisa.
Mereka Pun menikmati makan malam itu dengan berbincang sembari bercanda, tertawa bahagia. malam pertama untuk Nadira di rumah dokter Raisa, dia sangat bahagia sekali karena kepulangannya ke Indonesia disambut hangat oleh keluarga dokter Raisa dan kedua anaknya, begitu juga bi Minah Mereka terlihat sangat sayang sekali kepada Nadira dan kedua anaknya.
Ketika keluarga dokter Raisa dan Nadira sedang menikmati makan malam, di rumah Elsa yang lebih tepatnya lagi rumah Nadira, Elsa tidak bisa mengendalikan dirinya, dia berteriak teriak sembari memecahkan beberapa piring di dapur. Permasalahan Elsa saat ini sangatlah berat, mental bajanya tiba tiba down setelah melihat sang suami tidur bersama sahabatnya. Dia kesal, dia marah, tapi semuanya hanya bisa dia pendam sendiri, Elsa ingin sekali bercerita kepada ibunya tapi pas dia pulang ibunya sudah tidak ada di rumah, Bu Lidia sudah membawa Keyla pulang ke rumahnya karena Bu Lidia kesal kepada Elsa yang tidak terlalu memikirkan cucunya itu.
__ADS_1
"Arrrrggh, kenapa semuanya jadi kaya gini, kenapa mas Bayu tega melakukan semua ini" ujar Elsa terisak