30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
Elsa yang menyebalkan


__ADS_3

Setelah mengobrol ngobrol di depan mobil tepatnya ditempat parkiran, dokter Raisa pun mulai masuk ke dalam mobilnya disusul Ilham dan Sifa, sedangkan bi Minah dan Nadira masih saja berbincang, maklumlah bi Minah sangat mengagumi Nadira jadi dia terus saja bertanya tanya tentang Nadira dan keluarganya.


"Ayo bi, nanti keburu hujan!" Ajak dokter Raisa dari dalam mobil, kebetulan langit sudah mulai mendung, Raisa takut keburu hujan karena nanti pas mereka sampai di villa mereka harus sedikit berjalan kaki.


"Iya bi, ayo kita masuk! nanti kita ngobrol ngobrol lagi di villa" ujar Nadira juga, dia mempersilakan bi Minah untuk masuk terlebih dahulu disusul oleh dia duduk di dekat pintu mobil tepat di samping bi Minah.


Nadira tersenyum memperlihatkan begitu baik dirinya terhadap semua orang, dia tidak pernah membeda bedakan seseorang. meskipun dia terlahir dari keluarga orang kaya tapi dia selalu rendah hati dan hormat kepada orang yang lebih tua darinya, siapapun itu. tingkah laku Nadira ternyata tidak lepas dari penglihatan Bayu, sedari tadi dia terus memperhatikan mantan istrinya itu karena memang dia begitu sangat rindu kepadanya, dia ingin sekali berbicara dan minta maaf kepada Nadira, tapi apalah daya, dia belum berani untuk menampakkan dirinya di hadapan Nadira karena Bayu sadar Nadira pasti masih benci terhadapnya.


"Ayo jalan pak!" Ujar dokter Raisa kepada pak Karyo, dari depan pak Karyo hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis


Mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah villa yang tak jauh dari rumah dokter Raisa, disusul oleh mobil Bayu, dia penasaran dengan Nadira dan anak anaknya, dia ingin tau dimana Nadira akan tinggal jadi dia terus mengikuti mereka dari belakang.


"Aku harus mengikuti mereka, aku harus tau tempat tinggalnya agar aku bisa menemui anak anakku kapanpun aku mau" ujar baju sembari terus mengikuti mobil mereka.


Kriliiiing


Kriliiiing


Kriliiiing


Handphone Bayu berbunyi begitu nyaring, muncul nomor Elsa di layar ponselnya.

__ADS_1


"Ngapainn Elsa nelpon? Gak ada kerjaan" pekik Bayu, Bayu langsung mematikan panggilan itu(rijek)


Kriliiiing


Kriliiiing


Handphone nya berbunyi lagi.


"Bang**t, ngapain sih dia telpon telpon" ujar Bayu dengan penuh emosi.


📞Halloo" teriak Bayu mengangkat telpon dari istrinya Elsa


📞Hallo mas, kamu lama banget sih angkat teleponnya, kamu dimana mas? Aku susul kamu ke kantor ko gak ada?" Tanya Elsa, rupanya Elsa begitu sangat mengkhawatirkan suaminya itu apalagi dia tidak melihat keberadaan Bayu di kantor.


📞Sibuk apa mas? Memangnya kamu lagi dimana sih?" Tanya Elsa yang memang ingin tau keberadaan suaminya itu.


📞Aku mau meeting" jawab Bayu, Bayu langsung mematikan panggilan itu karena dia tidak mau Elsa terlalu banyak bertanya.


"Laaah, kok malah dimatiin sih! Meeting apa coba? Kok Clara tadi gak bilang apa apa sama aku, ahhh! Ini gak beres, mas Bayu pasti bohong sama aku" ujar Elsa, Elsa kebetulan masih berada di kantor Bayu, dia datang ke kantor untuk meminta uang kepada Bayu tapi ternyata Bayu tidak berada di kantornya.


Oh iya, Kalian pasti penasaran dengan karakter Clara, Clara adalah asisten baru Bayu, jadi kalau ada apa apa di kantor Clara selalu bilang terlebih dulu kepada Elsa, lebih tepatnya lagi mata mata Elsa, saking cintanya Elsa kepada Bayu, dia menyuruh temannya Clara untuk kerja jadi asisten Bayu di kantor itu.

__ADS_1


Karena kesal kepada suaminya, Elsa keluar dari ruangan kantor Bayu berjalan menuju ruangan Clara, dia ingin tau apa yang sebenarnya Bayu kerjakan sampai sampai dia mencuekan panggilan darinya.


"Clara....!!" lagi dan lagi Elsa berteriak memanggil clara dengan keras sampai sampai semua karyawan yang sedang bekerja tertuju pada ruangan itu. Elsa sudah terbiasa melakukan itu karena mungkin dia merasa punya wewenang di perusahaan, dia juga merasa tidak malu karena dia fikir perusahaan itu sekarang adalah miliknya.


"Ada apa sih sa? Bisa gak sih manggil aku tuh gak teriak teriak gitu, malu kan didenger orang" ujar Clara, dia malu dengan semua karyawan di kantor dengan sikap Elsa yang selalu memperlakukan dia seperti pembantu


"Gak bisa! gue kesel banget sama mas Bayu, bisa bisanya dia matiin telepon dari gue Clar, padahal gue itu lagi butuh dia banget, loe tau kan kemana mas Bayu pergi?" Elsa malah balik bertanya kepada Clara, dia duduk di atas meja Clara sampai sampai semua lembaran kerjany riksek karena tertindih pantat bahenol itu.


"Mana aku tau sa, dari tadi aku belum liat pak Bayu, memangnya semua gerak gerik pak Bayu aku harus tau gitu, aku disini kan cuma kerja sa, jadi aku gak mungkin kepoin pak Bayu terus menerus seperti apa yang kamu mau" jawab Clara sedikit emosi, dia tidak suka dengan sikap Elsa yang terlalu over protektif


"Ya harus dong Clar, gue itu nyuruh loe kerja disini buat mata matain suami gue, loe tau sendiri kan sikap dia sekarang mulai berubah sama gue, jadi loe sebagai sahabat tolongin gue dong, loe cari tau kemana dia pergi"


"Aku ngerti ketakutan kamu Elsa, tapi tolong jangan terlalu bersikap kekanak Kanakan, suami kamu juga gak mau diperlakukan seperti ini, kamu itu terlalu over protektif sa, coba bersikap lebih dewasa, bisa kan?" dengan perlahan Clara mencoba mengingatkan temannya yang satu ini, dia kesal sekaligus kasian melihat Elsa yang terus menerus memaksa Bayu untuk terus perduli terhadapnya, dia selalu mengiyakan semua keinginan Elsa padahal dia sendiri sudah tau bahwa Bayu sudah tidak mencintainya lagi.


"Oh jadi menurut loe selama ini gue enggak dewasa gitu? ok kalau gitu, gue nyesel udah mempekerjakan loe di perusahaan gue, loe memang teman yang gak becus" ujar Elsa, dia malah marah kepada Clara lalu meninggalkan ruangan Clara berjalan menuju mobilnya.


"Cape cape gue ngomong sama dia, dia malah jawab gak jelas, buang buang waktu aja" batin Elsa


"Bisa bisanya Elsa kaya gitu, kasian" ujar Clara


Clara bingung dengan sikap Elsa, dia merasa serba salah dengan tingkah lakunya, jika tidak dituruti Elsa pasti akan marah besar dan bisa bisa dia kehilangan pekerjaannya, tapi jika dituruti hanya akan membuang buang waktunya saja, dia tidak mau terus menerus menuruti semua keinginan Elsa karena dia sendiri juga banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan, semua selalu berimbas kepada pekerjaannya dan ujung ujungnya dia yang selalu di marahi oleh Bayu.

__ADS_1


jangan lupa like, comen n votenya ya🙏🙏


__ADS_2