
Pagi pun tiba, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00, Elsa yang tidak tidur semalaman dia masih saja berdiam diri di samping kamarnya sembari merasakan sejuknya embun pagi, tubuhnya terlihat sangat lemas, bahkan wajahnya juga sangat pucat seperti tak berdarah.
"Sayang! Kamu masih disini nak? Kita sarapan dulu yuk! Sebentar lagi kan kita harus pulang ke Jakarta" ujar Bu Lidya. Bu Lidya mengajak anaknya untuk segera sarapan. Bu Lidya sangat khawatir sekali dengan anak semata wayangnya itu, dia ingin segera pulang ke Jakarta untuk memeriksa kesehatan Elsa sekaligus menjenguk Julia di rumah sakit.
"Mama duluan aja ma, aku lagi gak mau makan apa apa" ujar Elsa. Elsa tidak menghiraukan ajakan mamanya itu, hari ini Elsa memang lagi malas apapun, dia hanya ingin berdiam diri seperti ini sembari menikmati pemandangan indah yang ada di hadapannya. Saat ini Dia sedang berusaha menenangkan dirinya.
"Kok gitu sih nak? katanya pengen sehat? denger mama! Kamu itu Jangan seperti ini Elsa! Kamu harus kuat, bebaskan pikiran, makan teratur, istirahat yang cukup, Maka insyaallah tubuh kamu akan kuat dan sehat, kalau kamu kaya gini mau sehat gimana? yang ada tubuh kamu semakin drop, malah bisa jadi apa yang kamu takutkan menjadi kenyataan, mama gak mau sampai semua itu terjadi, mama ingin kamu sehat elsa, mama ingin kamu selalu ceria" ujar Bu Lidya. Bu Lidya mencoba menakut nakuti anaknya itu supaya Elsa bisa sadar dan bangkit dari rasa ketakutannya itu.
"Benar juga kata mama, gue harus bangkit, gue gak boleh berpikir negatif lagi, gue yakin tubuh gue sehat, dan gue akan selalu sehat buat mama dan anak gue" batin Elsa. Elsa mulai berpikir bahwa semua perkataan Bu Lidya ada benarnya, dia pun mencoba menghilangkan rasa takut itu.
__ADS_1
"Iya mah" ujar Elsa tersenyum.
"Gitu dong nak, ayo!!" Bu Lidya mengulurkan tangannya sembari tersenyum. Elsa pun meraih tangan itu lalu mengikuti langkah kaki Bu Lidya menuju kamar, hari ini mereka akan bersiap untuk pulang ke Jakarta tapi sebelum itu mereka akan pergi ke restoran yang sudah tersedia di villa itu dulu untuk sarapan.
Kring
Kring
Kring
__ADS_1
📞 Apa lagi Leo? sebentar lagi gue sama mama kesitu kok!" Elsa terlihat kesal sekali karena dari semalam Leo terus menghubunginya.
📞Maaf sa gue ganggu waktu liburan lo terus, maaf banget, gue bingung harus telpon siapa lagi selain lo" jawab Leo terisak. Leo sepertinya tidak enak mendengar perkataan Elsa barusan, tapi dia tetap harus menelpon Elsa. karena Elsa lah satunya keluarga bagi dia.
📞Gak papa Leo, ada apa kamu telpon gue pagi pagi Kaya gini? sebentar lagi gue sama mama mau ke sana kok, Lo tunggu aja" tanya Elsa. Elsa juga merasa tidak enak karena sudah berkata seperti itu kepada Leo. maklum saja, sekarang Elsa lagi banyak pikiran, jadi dia sering emosi.
"Leo Kritis sa, dia terlihat semakin memperihatinkan" jawab Leo terisak. Leo terus menangis karena khawatir kepada Julia, dia takut nyawa Julia tidak tertolong lagi.
"kritis? terus disitu kamu sama siapa? Elis ada kan? tanya Nadira ingin tahu.
__ADS_1