30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
berhasil mengambil berkas


__ADS_3

"Ayo ambil!" Ujar laki laki itu lagi.


Karena tak kuat menahan kepenasaran Clara pun menoleh ke arah belakang, dia melihat laki laki itu dari ujung kaki hingga ke ujung rambutnya dan ternyata laki laki itu adalah Agus. 


"Ya Allah mas, aku kira siapa'' ujar Clara tersenyum. Clara kembali melihat lihat kertas yang ada di dalam brankas itu setelah dia rasa semuanya benar benar aman.


"Tadi mas liat kamu ngobrol sama pak Rio, jadi aku susul kesini, takutnya pak Rio curiga dan mendapati kamu buka brankas ini neng" ujar Agus. Agus khawatir sekali ada salah satu karyawan yang curiga kepada mereka.


"Nggak mas, gak mungkin Rio balik lagi kesini" ujar Clara. "Mas kira kira di depan aman gak ya? Kalau aman tolong dong mas ajak Bu Nadira kesini, aku bingung sama berkas berkas ini, gak mungkin kan kita baca satu satu, berkasnya terlalu banyak'' ujar Clara. Clara bingung sekali dengan semua kertas yang ada di hadapannya itu, dia tidak tau mana yang Nadira butuhkan dan yang tidak, dia takut salah ambil jadi dia menyuruh Agus untuk memanggil orangnya kesini.


"Sebentar neng, mas liat dulu" ujar Agus. Agus Pun mencoba melangkahkan kakinya menuju depan pintu ruangan itu untuk melihat situasi kantor itu sendiri.


"Mas! Mas telpon aja Bu Nadira, suruh Bu Nadira kesini!" Ujar Clara. Clara tidak mau Agus membuang buang waktu dengan hanya melihat lihat situasi seperti itu, dia ingin Nadira dengan cepat datang ke ruangan itu dan mengambil sendiri berkas itu, karena kalau di nanti nanti dia takut Elsa keburu datang dan menghancurkan semuanya.


"Gimana kalau ada pekerja yang melihat Bu Nadira masuk kantor? Mending mas saja yang nyamperin Bu Nadira ke mobil sekalian mas mau melihat keadaan di luar" ujar Agus. 


"Kalau gitu kelamaan mas, mending telpon saja! Bu Nadira kan yang punya kantor ini jadi gak masalah kan, sekarang gak usah perduliin pegawai, mereka itu cuma kerja mas" ujar Clara dengan sedikit kesal. Entah kenapa Clara tiba tiba merasa kesal, entah itu karena perbuatan Bayu terhadap Nadira atau apa yang jelas dia ingin Nadira segera menemukan berkas penting itu lalu membawanya ke rumah.


"Iya neng" ujar Agus. Agus tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa menuruti semua keinginan Clara dan menyerahkan semuanya kepada calon istrinya itu.


Agus membawa ponselnya yang berada di saku celananya.

__ADS_1


Tuuuuttt


Tuuuuttt


Tuuuuttt


📞Hallo Gus, gimana? Apa kalian sudah menemukan berkas itu?" Tanya Nadira.


📞Belum Bu, berkas berkas yang ada di brankas ini cukup banyak Bu, jadi kami bingung harus ngambil yang mana, mending ibu kesini saja! Ibu kan pasti tau berkasnya yang mana" jawab Agus


📞Baik Gus" ujar Nadira. Mendengar perkataan Agus Nadira pun keluar dari mobil itu lalu masuk ke dalam kantor di susul dokter Raisa dari belakang.


Benar saja, banyak sekali pegawai yang masih belum pulang, mereka terlihat kaget ketika melihat Nadira dan dokter Raisa muncul kembali di kantor itu.


"Tenang saja dok, ini. Kan kantor saya, jadi saya bebas melakukan apapun di kantor saya ini, benar kan dok?" tanya Nadira dengan tenang. Nadira menoleh ke arah dokter Raisa sembari tersenyum manis. Dia benar benar sudah muak dengan semua ini, jadi sekarang dia nekat, dia sudah tidak merasa takut dengan Bayu dan Elsa, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan miliknya kembali meskipun harus menyakiti orang lain.


"Benar sekali, saya senang liat Bu nadira seperti ini, semangat" bisik dokter Raisa sembari tersenyum. Dia merasa perkataan Nadira ada benarnya. jadi dia tidak khawatir lagi dengan apa yang akan terjadi, dia yakin Nadira akan mendapatkan apa yang menjadi haknya lagi.


Mereka terus melangkahkan kakinya menuju ruang atas tanpa memperdulikan orang yang memperhatikannya.


"Alhamdulillah Bu Nadira kembali lagi ke kantor ini" ujar salah seorang karyawan yang melihat Nadira.

__ADS_1


"Coba kamu telpon pak Rio, dia pasti senang Bu Nadira kembali ke kantor" 


Para pegawai itu juga tampak senang sekali dengan kedatangan Nadira, saking senangnya mereka langsung menelpon Rio yang sudah pulang lebih dulu darinya.


Dia ingin Rio mengetahui ini karena memang Rio juga sangat menantikan kedatangan Nadira.



Ketika Nadira dan yang lain dengan santainya duduk di ruangan kerja Bayu, Rio yang sudah dikasih tau oleh karyawan yang lain tentang Nadira dia sangat kaget mendengar Nadira muncul kembali di kantor itu, dia langsung menelpon Bayu meskipun tadi sempat ditahan oleh Clara, Rio ingin Bayu mengetahui semuanya karena dia tau sekali kehadiran Nadira sangat ditunggu tunggu olehnya. Rio tidak tau kalau sebenarnya Bayu juga sudah bertemu dengan nadira hanya saja Bayu tidak mengetahui kalau malam ini Nadira pergi ke kantor itu.


📞Maaf pak saya mengganggu waktu istirahat bapak" ujar Rio yang merasa tidak enak.


📞 Gak papa, ada apa kamu telpon saya malam malam kaya gini? Apa ada masalah di kantor?" Tanya Bayu.


📞Gak ada pak, saya cuma ingin kasih tau kalau Bu Nadira sudah kembali, tadi ada salah satu karyawan yang telpon saya katanya bu Nadira ada di kantor" jawab Rio.


Deg


Tiba tiba jantung Bayu berdetak cepat, dia tidak menyangka Nadira akan datang ke kantor.


"Mau apa dia ke kantor? Jangan jangan" batin Bayu

__ADS_1


 Bayu langsung mematikan teleponnya lalu berlari menuju kamar untuk siap siap. dengan terburu buru dia mengganti pakaiannya karena dia harus segera menyusul Nadira ke kantor sebelum apa yang tidak diinginkan terjadi.


"Kenapa tadi dia tidak bilang mau ke kantor, ah! ini gak bener, dia pasti akan mengambil alih perusahaan" ujar Bayu. Bayu mengambil kunci mobil yang teronggok di meja rias lalu dia dengan tergesa gesa berlari menuju mobilnya hingga lupa mengunci pintu rumahnya.


__ADS_2