30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
bersembunyi di balik semak semak


__ADS_3

"Itu kan mas Bayu, ngapain dia disini? Ngapainn dia ngikutin mobil dokter Raisa, apa mungkin dia mau ambil anak anak? Ini gak bisa dibiarin, mas Bayu gak boleh bawa anak anak, sampai kapanpun aku gak anak pernah ngebiarin anak anak tinggal sama mas bayu" batin Nadira, Nadira kaget ketika melihat Bayu berada di villa tersebut, dia mengepalkan tangannya sembari menatap Bayu dengan penuh amarah.


"Kamu liat kan sayang?" Tanya dokter Reza, dokter Reza mencoba menunjuk keberadaan Bayu dengan jari telunjuknya agar Nadira bisa melihat, padahal Nadira sendiri sudah benar benar melihatnya.


Nadira diam seribu bahasa, dia hanya menundukkan kepalanya lalu membalikkan badannya ke arah ruangan, dia tidak ingin melihat wajah laki laki yang sudah menyakitinya berkali kali.


"Kamu kok diam sayang? Kamu liat kan orang itu?" Tanya dokter Reza ingin tahu


"Aku liat mas, dia mantan suami aku" jawab Nadira sembari menatap dokter Reza dengan mata yang berkaca-kaca


"Jadi Dia mantan suami kamu? Ngapain dia ngikutin kamu? Kamu gak ngasih tau dia kan kalau hari ini kamu akan pulang?" Dokter Reza terus bertanya tanya tentang mantan suami Nadira itu, dia takut kalau Nadira masih berhubungan dengan laki laki itu.


"Ya Allah mas, ngasih tau gimana, aku kan gak pegang handphone, aku juga gak tau kenapa dia bisa ada disini" jawab Nadira sembari menatap Reza dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Kalau bukan kamu yang kasih tau dia terus dia tau dari mana kita ada disini?" dokter Reza terus bertanya kepada Nadira, dia menatap Nadira dengan serius dengan tangan yang memegang kuat pundaknya, Reza sangat takut Nadira masih berhubungan dengan bayu, padahal sudah jelas sekali Nadira tidak mungkin bisa menghubungi Bayu karena dia tidak punya alat untuk menghubunginya.


"Mas, bisa saja kan dia ngikutin mobil dokter Raisa waktu dokter Raisa jemput kita, kenapa kamu mengira aku yang menghubunginya mas, padahal sudah jelas, kamu juga sudah tau aku gak mungkin lagi berhubungan dengan dia" Nadira menundukkan kepalanya dengan tubuh yang lemas, dia kecewa kepada Reza karena telah menuduhnya seperti itu.


"Maafkan mas sayang, mas tidak bermaksud, mas berharap kamu tidak lagi berhubungan dengan dia" ujar dokter Reza sedikit memohon kepada Nadira.


"Iya mas, aku gak mungkin berhubungan lagi dengan dia setelah apa yang dia lakukan kepadaku, aku gak mungkin bisa melupakan perbuatannya yang tidak berprikemanusiaan, kamu percaya kan sama aku mas!?" tanya Nadira menatap Reza dengan Tatapan serius


"Mas Percaya sama kamu kok" jawab Reza tersenyum.


"Kemana dia sayang?" Tanya dokter Reza ketika melihat Bayu sudah tidak ada ditempat itu.


"Mungkin dia pulang mas, sudahlah! gak usah mikirin dia, mending kita ngobrol sama dokter Raisa, ayo!!" Nadira menarik tangan dokter Reza agar dia mau ikut ngobrol bersama dokter Raisa, Nadira tidak mau merusak acara makan bersama dengan keluarga Bram hanya karena kehadiran Bayu.

__ADS_1


Dokter Reza terpaksa mengikuti langkah kaki Nadira tapi matanya masih saja mencari keberadaan Bayu disekeliling tempat itu.


"Ada apa sih za? Saya perhatikan dari tadi kalian melihat lihat ke arah pohon itu?" Tanya Raisa penasaran.


Nadira hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya seakan tidak ada apa apa, dia juga menoleh ke arah dokter Reza seakan memberi kode agar dokter Reza tidak berbicara apa apa Kepada dokter Raisa.


"Gak ada apa apa kok" jawab dokter Reza


Dokter Reza pun duduk disebelah Bram, sedangkan Nadira duduk disebelah dokter Raisa, dokter Reza memulai pembicaraan dengan sedikit becanda, dia bercerita tentang masa lalunya bersama Bram sembari mencicipi makanan yang sedari tadi sudah tersaji dihadapannya, dia sengaja mengalihkan pembicaraan agar Nadira tidak terlalu memikirkan mantan suaminya itu, Reza takut Nadira mengingat semua kenangan bersama Bayu lalu kembali kepadanya.


.


Ketika bram, Nadira dan yang lain berbincang sembari makan makan, Bayu yang tadi keperkog ngintip sekarang dia masih bersembunyi di balik semak semak seperti kucing yang ingin buang air🤭. Jantungnya berdegup kencang ketika Nadira melihatnya walaupun dari kejauhan, dia benar benar sangat malu, dia serasa tidak punya harga diri dihadapan mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Sial! Pake ketauan lagi, sekarang Nadira pasti lagi ngomongin aku ke yang lain, aduuuhh! mau ditaruh dimana ini mukaku" batin Bayu


__ADS_2