
...Bunga tak selamanya merekah,...
...Hujan tak selamanya turun,...
...Bahagia ada masanya berganti,...
...Kesedihan punya waktunya untuk berhenti,...
...Dunia tak sepenuhnya buruk, tapi juga tak sepenuhnya baik karena yang abadi dan sempurna adalah apa yang ada disisi Allah,...
...Akan ada saatnya nanti kamu sampai pada kondisi dimana senyummu mengembang, tawamu begitu lepas, langkahmu terasa ringan sebab Allah telah mendidikmu menjadi seseorang yang kuat melewati ujian demi ujian......
...๐พTetap semangat, selalu berhuszhon, semoga semua kesabaran berbuah pahala dan syurga...
...Aamiin Yaa Robb Yaa Mujibassailiin...
...๐๐๐๐๐๐...
"Selamat pagi bunda" ujar Ilham dan Sifa menyapa bundanya yang sedang duduk di meja makan.
"Selamat pagi juga sayang, kalian ko udah pada bangun, coba lihat, ini masih jam berapa?" Tanya Nadira kepada kedua anaknya.
Nadira menunjuk ke arah jam ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 04.45 WIB.
"Udah jam lima bunda, tapi masih kurang dikit" jawab Ilham tersenyum
"Anak bunda ko makin pintar aja sih, ayooooo! kalian udah sholat subuh belum?" Tanya Nadira mencolek hidung Ilham dan Sifa.
"Alhamdulillah sudah bunda, Ilham sama Ade bangun lebih pagi karena tidak mau ketinggalan sholat subuh, soalnya, Ilham sama Ade mau berdoa supaya ayah bisa cepat pulang, sudah 2 hari ayah gak ada di rumah bunda, Ilham sama Ade udah kangen pengen liat bunda di gendong lagi sama ayah" jawab Ilham yang terlihat cemberut.
"Ya Allah, ternyata mereka sangat merindukan keharmonisan kedua orang tuanya" batin nadira
"Ayah juga pasti kangen sama kalian nak, semoga saja hari ini ayah pulang ya!, Kalau ayah pulang, kalian mau kasih apa sama ayah?" Tanya Nadira tersenyum
"Ilham gak punya apa apa bunda, Ilham cuma bisa hafalan" jawab Ilham menundukkan kepalanya.
"Alhamdulillah, Ilham sudah bisa hafalan? ayah pasti bangga punya anak yang pintar seperti kamu nak" ujar Nadira mengelus kepala anaknya.
"Beneran bunda?" Tanya Ilham
"Bener dong sayang, ya sudah, sekarang kalian mandi ya! Habis itu pakai baju seragamnya, bunda sudah siapkan di atas meja belajar kalian" jawab Nadira menyuruh anaknya untuk bersiap.
"Iya bunda"
Anak anak pintar itupun berlari masuk ke dalam kamarnya sembari tertawa bercanda bersama, mereka terlihat begitu bersemangat ketika Nadira mengatakan bahwa ayahnya akan pulang hari ini.
Melihat kedua anaknya masuk ke dalam kamar, Nadira tersenyum sembari melanjutkan pekerjaannya, dengan semangat dia memulai memasak makanan kesukaan anaknya, dia begitu sangat bahagia memiliki kedua anak yang baik dan Sholeh Sholeha, mereka selalu menjadi kebanggaan untuk dirinya, menjadi kekuatan disaat suaminya tak berpihak lagi kepadanya.
__ADS_1
"Ahhhhh, akhirnya beres juga! Mereka pasti suka dengan masakan ku" ujar Nadira tersenyum.
Nadira menaruh makanan itu ke atas meja makan, lalu dia langsung berjalan menuju kamar nya untuk bersiap.
"Ka, bunda kemana ya? Kok gak ada?" Tanya Sifa yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Mungkin bunda lagi di kamar de, paling bunda lagi ganti baju, bunda kan mau Anter kita kesekolah, kita tunggu disini aja ya, sebentar lagi juga bunda keluar" jawab Ilham mengajak adiknya untuk menunggu di meja makan.
"Iya ka"
Merekapun menunggu bundanya duduk di meja makan sampai bundanya datang sarapan bersama mereka, setelah itu Nadira mengantarkan kedua anaknya berangkat ke sekolah.
...๐นBayu dan Elsa๐น...
Di sebuah maal besar di daerah Surabaya Bayu dan Elsa memilih baju dan makanan untuk dia bawa ke Jakarta, kebetulan ibu Elsa memesan kue khas Surabaya, karena ibunya begitu sangat menyukainya.
Bayu mengantar Elsa sembari mencari sesuatu yang bisa dia berikan untuk kedua anaknya sebagai hadiah.
"Sayang, menurut kamu aku bawakan apa ya untuk kedua anakku? Ini? Atau ini?" Tanya Bayu meminta pendapat Elsa.
Bayu memegang baju dan makanan di tangannya, Bayu bingung mau memilih yang mana makanya dia meminta pendapat dari Elsa.
"Dua duanya aja sayang, pasti mereka suka" jawab Elsa tersenyum
"Iya juga ya sayang, kamu memang pintar" ujar Bayu mencolek hidung Elsa sembari tersenyum manis.
...๐นDi rumah Nadira๐น...
"Ya Allah, kenapa sesudah kemoterapi rambutku jadi rontok kaya gini, bagaimana aku bisa mempercantik diriku di hadapan mas Bayu kalau keadaan ku saja seperti ini, mas Bayu pasti lebih memilih Elsa dari pada aku, bantuu aku ya Allah, engkau maha membolak balikkan hati manusia" batin Nadira
Nadira melihat pantulan wajahnya di cermin sembari menjatuhkan air matanya.
...Tok...
...Tok...
...Tok...
"Bundaaa..." Teriak Sifa dari luar kamarnya.
"Iya sayang, sebentar" teriak Nadira dari dalam kamar.
Dia berjalan dengan tubuh yang masih terasa lemas untuk membuka pintu kamarnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Nadira setelah membuka pintu kamarnya.
"Bunda, katanya ayah mau pulang hari ini, tapi ko ga ada ya bunda,?" Tanya Sifa lagi.
__ADS_1
"Belum sayang, mungkin sebentar lagi, Sifa istirahat dulu aja ya nak! Nanti kalau ayah udah pulang, bunda panggil Sifa sama kk" jawab Nadira mengelus kepala Sifa dengan penuh kasih sayang.
''Iya bunda'' ujar Sifa tersenyum
Anak pintar itu meninggalkan kamar bundanya berjalan menuju ruang bawah disusul Nadira dari belakang.
Nadira duduk bersantai di rumah keluarga sembari merasakan efek dari kemoterapi yang baru saja dia jalani.
"Maafkan bunda ya nak, bunda sudah berbohong kepada kalian, bunda juga sebenarnya tidak tau ayah pulangnya hari ini atau lusa, maafkan bunda ya sayang" batin Nadira
...Tiiiiiittt...
...Tiiiiiittt...
...Tiiiiiittt...
...Suara mobil yang berhenti di halaman rumahnya....
"Apa itu mas Bayu, tapi masa iya sih, ahhh mungkin mobil tetangga?" ujar Nadira
karena tubuhnya yang sangat lemas, Nadira tidak melihat ke depan, dia malah bersantai duduk di sofa merasakan rasa sakit yang menyayat seluruh anggota tubuhnya.
"Dasar perempuan jorok, rambut aja dibiarkan berserakan kaya gini" teriak Bayu
"loh, itu ko suara mas Bayu? berarti benar, mas Bayu sudah pulang, Alhamdulillah" ujar Nadira tersenyum
Nadira yang mendengar perkataan Bayu dia langsung bangkit dari duduknya menghampiri suaminya.
"Kamu sudah pulang mas?" Tanya Nadira dengan wajah pucat ya
Nadira langsung mencium tangan suaminya meskipun dia menepisnya.
"Pake nanya lagi, kamu itu ya, suami pulang kerja bukannya dandan cantik, menarik ini malah keliatan kucel kaya gitu, coba lihat itu muka pucat kaya gitu kaya orang mati ya gak? Ini juga rambut kamu ngotorin lantai, jorok banget" ujar Bayu berbicara dengan nada tinggi
Bayu berjalan menubruk badan Nadira yang berada di hadapannya sehingga Nadira tersungkur ke lantai.
Bllukkk
Tubuh Nadira jatuh ke lantai.
"Astagfirullah aladzim" ujar Nadira sembari menjatuhkan air matanya.
Tangannya yang gemetar mengambil satu demi satu rambutnya yang berjatuhan di lantai sembari menangis terisak.
...bersambung...
...yang suka cerita ini mohon dukungannya ya...
__ADS_1
...jangan lupa like, comen n votenya ๐๐...