
...๐พ kecantikan adalah impian dan keinginan semua wanita di dunia, tapi bagaimana bila kecantikan itu membunuhmu?...
...ย Terkadang cinta yang putih dan suci, bisa berubah menjadi hitam dan kelam membutakan dan membuat tersesat....
...ย Itu terjadi ketika cinta yang seharusnya melindungi berubah menjadi malapetaka yang melukai๐พ...
...Happy reading...
...๐๐๐๐๐๐๐...
Malam semakin larut, Bayu yang sudah menghabiskan semua makanan nya dia langsung bangkit dari duduknya berjalan menuju ruang atas untuk istirahat, sedangkan Nadira, dia masih membereskan semua piring kotor mencucinya hingga merapikannya ke rak.
"Kalian ko masih duduk di situ si nak?" Tanya Nadira menoleh ke arah meja makan
"Kita mau nunggu bunda, iya kan dek?" Tanya Ilham menoleh ke arah Sifa
"Iya bunda"
"Ya sudah, ayo!" Ujar Nadira
Nadira menaruh piring kotor itu, dia hanya mencuci sebagian karena dia tau kedua anaknya sudah terlihat ngantuk, dia memilih membereskan pekerjaan nya besok pagi karena anaknya lebih penting dari apapun.
"Sekarang kalian bobo ya!" Ujar Nadira kepada Sifa dan Ilham
"Tugas kita gimana bunda?" Tanya Ilham yang terlihat begitu cemas, Ilham tidak akan pernah bisa tidur nyenyak kalau dia belum menyelesaikan tugas yang gurunya berikan untuknya.
"Kalian gak usah khawatir ya! Biar bunda yang periksa tugas kalian, bunda yakin ko jawabannya sudah betul semua, anak anak bunda kan pintar pintar" jawab Nadira tersenyum
"Iya bunda"
Nadira mencoba membantu Sifa merebahkan tubuhnya di ranjang, dia juga mencoba menyelimuti tubuh anaknya itu, mencium keningnya dengan penuh kasih sayang, begitu juga kepada Ilham, Nadira mencium keningnya dengan air mata yang jatuh membasahi pipi pucatnya itu.
"Ya Allah, sakit sekali batin ini, kalau saja engkau memberikan pilihan untukku saat ini, aku hanya ingin bersama kedua anakku hingga mereka besar nanti, berikan aku kesempatan ya Allah, tapi kalau memang itu tidak mungkin, berikan aku kemudahan untuk bisa merebut hati suamiku lagi" ujar Nadira menangis terisak
Nadira bangkit dari duduknya berjalan menuju meja belajar untuk memeriksa tugas Ilham dan Sifa, dan setelah diperiksa, ternyata semua jawaban soal itu benar, tak ada satupun jawaban yang salah.
"Ya Allah, jawaban soal mereka betul semua, Ilham dan Sifa benar benar anak yang pintar, aku bangga memiliki anak seperti mereka, melihat prestasi mereka di sekolah, aku harus memberikan mereka hadiah, mereka pasti akan senang sekali" ujar Nadira tersenyum sembari menjatuhkan air matanya
__ADS_1
Malam semakin larut, waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, Nadira yang sudah selesai memeriksa tugas kedua anaknya, kini saatnya dia mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lemah, dia merebahkan tubuhnya di sebelah Sifa karena dia ingin menghabiskan waktu bersama kedua anaknya di hari hari terakhirnya.
dia mencoba memejamkan matanya berharap bisa tidur dengan nyenyak tapi tak bisa, rasa sakit di tubuhnya sangatlah menyiksa, membuat setiap malam malamnya dia tidak bisa tidur dengan nyenyak, dia hanya akan tidur jika dibantu dengan obat obatan pereda rasa sakit, itupun tak bertahan lama, sekarang dia hanya bisa kuat bangkit jika dibantu dengan obat pereda rasa sakit.
''ya allah, kuatkanlah aku untuk menahan rasa sakit ini, aku benar benar sudah tidak sanggup lagi, berikanlah aku keajaiban, aku ingin hidup lebih lama lagi untuk menyaksikan anakku bertumbuh besar, aku mohon ya allah'' ujar Nadira menjatuhkan air matanya.
Nadira memegangi perutnya dengan kedua tangan, dia benar benar sudah tidak sanggup lagi dengan rasa sakit di tubuhnya yang terasa perih menyayat seluruh aliran darahnya.
''ya allah, apa engkau akan menjemputmu malam ini juga?'' ujar nadira
bluuuukkk
tubuhnya tersungkur ke lantai dengan wajah yang sudah sangat pucat, dia terus beristighfar sembari menahan sakitnya, hingga akhirnya dia pun tidak sadarkan diri.
...๐๐๐๐๐...
pagi telah tiba, Bayu melihat jam sudah menunjukan pukul 05.00, dia bangkit dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu dia melaksanakan sholat subuh.
''nadira pasti masih sangat kesal makanya dia tidur bersama anak anak, maafkan aku Nadira, aku benar benar sangat menyesal, aku janji, aku akan memperbaiki semuanya, aku akan meninggalkan Elsa demi kamu'' ujar baju menjatuhkan air mata penyesalan
Setelah bayu selesai mandi, Bayu langsung mengambil sajadah untuk melaksanakan sholat subuh lalu dia menghampiri lemari bajunya untuk mengambil baju kerja.
''tidak biasanya Nadira seperti ini, semarah apapun dia, biasanya dia tetap menyiapkan baju kerjaku, tapi hari ini kok engga ya? masa iya jam segini dia belum bangun, ya sudahlah, mungkin dia masih sibuk dengan pekerjaannya di dapur'' ujar bayu sembari mengambil bajunya di lemari
ketika dia berusaha mengambil kemejanya yang berada di lipatan paling bawah lalu menariknya, Bayu melihat satu lembar kertas putih yang jatuh ke lantai, dia mencoba mengambilnya untuk mencari tau isi dari selembar kertas itu
''surat apa ini? kenapa ada di lemari bajuku?'' Bayu bertanya tanya
karena penasaran dia mencoba membacanya.
Deg
Matanya terbelalak melihat hasil pemeriksaan Nadira yang menyatakan bahwa dirinya mengidap penyakit kanker stadium 3, yang hanya memiliki waktu 30 hari saja untuk bertahan hidup.
"Ya Allah, apa aku gak salah baca? Kenapa dia bisa menyembunyikan penyakitnya yang separah ini?" Ujar Bayu menjatuhkan air matanya
Tubuh Bayu tiba tiba lemas, hatinya terasa hancur ketika dia mengingat kembali perlakuannya kepada Nadira apalagi dengan kondisi Nadira yang seperti ini, dia benar benar tidak menyangka, dia pun menangis karena dia sangat menyesali semua perbuatannya.
__ADS_1
"Ayah, ayaaaah, ayaaahhh" teriak Ilham yang memanggil manggil nama bayu
"Iya sayang, masuk" jawab Bayu mencoba menghapus air matanya
Dengan terburu buru Ilham membuka pintu kamar Bayu lalu berlari menghampiri ayahnya dengan nafas ngos ngosan.
"Ada apa nak? Kenapa lari lari kaya gitu?" Tanya Bayu penasaran
"Bunda ayah, bunda tergeletak di lantai, Ilham sudah coba bangunin bunda, tapi bunda gak bangun bangun" jawab Ilham menjatuhkan air matanya
"Ya Allah, ayo sayang, kita lihat bunda" ujar Bayu.
Dia terburu buru berlari menuju ruang bawah untuk melihat Nadira.
Dan Setelah di sampai di kamar anaknya, Bayu melihat dengan jelas kalau Nadira benar benar terbaring lemah, dengan wajahnya yang terlihat sangat pucat, ditemani Sifa yang terus membangunkan bundanya sembari terus menangis.
"Ya Allah, sayang!! Bangun sayang, sayang" ujar Bayu mengangkat kepala nida kepangkuan nya, Bayu mencoba membangunkan Nadira tapi dia masih tidak sadarkan diri.
"Sayang, ayo bantu ayah angkat bunda ke mobil, sekarang juga kita harus pergi ke rumah sakit" ujar Bayu kepada Ilham dan Sifa
"Bunda kenapa ayah, kenapa bunda tidur terus?" Tanya Sifa menjatuhkan air matanya
"Bunda tidak papa nak, mungkin bunda hanya kecapean aja, ayo bantu ayah" jawab Bayu mencoba untuk tenang di hadapan kedua anaknya.
...**bersambung...
...bagi yang tidak suka cerita ini tidak usah repot baca apalagi komentar pedas ya!๐๐...
...dan bagi yang setia baca karyaku ini terimakasih banyak atas dukungannya๐...
...maaf kalau ceritanya kurang memuaskan....
harap di maklumi ya, karena saya masih belajar.
...jangan lupa like, comen n votenya ya๐...
...sertakan hadiah meskipun karyaku ini sangat amburadul๐ **...
__ADS_1