
Begitu mendengar kabar buruk dari sahabatnya, elsa pun bangkit dari duduknya, dia langsung bergegas pergi meninggalkan restoran itu menuju kamarnya, dia terlihat sangat buru buru hingga lupa dengan pesanannya yang sudah hampir jadi.
"Mau kemana Bu? Ini pesanannya!" Teriak pelayanan cantik itu memanggil Elsa. Pelayan cantik itu membawa satu porsi ayam bakar di tangannya dengan segelas teh hangat yang dipesan Elsa.
"Apa lagi sih?" Tanya Elsa kesal. Elsa Pun menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah restoran itu menunggu si pelayan cantik menghampiri nya. "Ya Tuhan, gue sampai lupa kalau gue pesan makanan" batin Elsa. Elsa menepuk jidatnya karena malu dengan kelakuannya itu.
"Ini pesanannya Bu" pelayan itu menyodorkan ayam bakar itu ke hadapan Elsa.
"Saya buru buru mbak, apa bisa saya bawa makanan ini ke kamar saya?" Tanya Elsa kepada pelayan cantik itu.
"Boleh Bu, ibu bawa saja!" Ujar pelayan itu.
"Terimakasih mbak"
Elsa membawa makanan itu ke kamarnya, dia ingin segera bertemu dengan mamanya untuk menceritakan kondisi Julia kepadanya.
Tok
Tok
Tok
"Ma, buka pintunya" Elsa make tuk pintu kamar itu sembari berteriak memanggil mamanya.
"Iya sa, sebentar!" Ujar Bu Lidya dari dalam kamar.
__ADS_1
Bu Lidya pun membuka pintu kamar itu, dia melihat anaknya kerepotan sekali membawa makanan itu, jadi dia membantunya membawa teh hangat.
"Ma, Julia ma" ujar Elsa kepada mamanya.
"Julia kenapa sa? Ada apa sih?" Tanya Bu Lidya ingin tahu.
"Barusan Leo telpon aku mah, katanya Julia mengidap penyakit parah, keluarga Julia juga katanya gak mau urus dia ma, Leo juga nyuruh aku buat nemenin dia di rumah sakit, aku bingung mah, aku harus gimana?" Elsa malah balik bertanya kepada mamanya, dia terlihat panik sekali, mungkin karena dia terlalu khawatir kepada sahabatnya itu.
"Kamu tenang sa, barusan Leo bilang gak sama kamu tentang penyakit Julia?" Tanya Bu Lidya lagi.
"Dia gak bilang apa apa mah, dia hanya menyuruh aku Buat kesana kok, muda mudahan aja Julia gak papa ya mah, aku khawatir banget sama dia" jawab Elsa. Elsa berharap sahabatnya itu baik baik saja, dia tidak mau sampai terjadi apa apa dengan sahabat sahabatnya itu.
"Amiiin, semoga saja ya nak, kamu yang sabar, seperti apa kamu bilang tadi ke mamah, kamu jangan banyak pikiran, sekarang kamu nikmati waktu liburan kamu, baru besok pagi kita pergi ke rumah sakit buat jenguk teman kamu itu" ujar Bu Lidya. Bu Lidya mencoba menenangkan anaknya itu, dia tidak mau Elsa terlalu memikirkan teman temannya, dia ingin Elsa menikmati waktu liburannya saat ini.
Tuuuut
Tuuuu
Tuuuut
Suara telepon yang belum diangkat.
📞Hallo Sa, ada apa kamu telpon aku? Kamu udah nyampe di bogor kan? Coba fotoin! Gue mau liat!" Tanya Elis. Elis bertanya sesuatu tentang liburannya, dia ingin tahu tempat yang sekarang Elsa kunjungi, sebenarnya juga tadi dia ingin ikut bersama Elsa tapi karena pekerjaanya yang banyak jadi dia gak bisa ikut dengan mereka.
📞Lis, Lo gak sibuk kan hari ini? Lo gak bakal lembur kan?" Elsa malah balik bertanya kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
📞Hari ini gue pulang cepat kok sa, tadi gue kebut kerjaan gue, rasanya badan gue udah sakit semua sa, malam ini gue pengen istirahat" jawab Leo nyengir.
📞Untung aja malam ini Lo gak ada kerjaan Lis, gue pengen Lo nemenin Leo di rumah sakit, mau ya Lis, please!?'' ujar Elsa memohon, Elsa ingin Elis menemani Julia dan Leo malam ini.
📞Nemenin Leo? Memangnya Leo kenapa sa? Perasaan Kemarin dia baik baik aja" tanya Elis ingin tahu. Elis merasa aneh aja kenapa temannya Leo bisa berada di rumah sakit padahal kemarin dia masih berkumpul bersamanya di tempat hiburan itu.
📞Leo gak kenapa Napa Lis, yang sakit itu Julia, barusan Leo telpon gue kalau Julia sakit keras, dia minta gue buat nemenin dia di rumah sakit tapi Lo tau sendiri kan gue saat ini gak bisa Lis, gue minta Lo temenin dia ya! Please!!" Jawab Elsa. Elsa terus memohon agar Elis mau menemani Leo di rumah sakit, dia tidak mau Leo sendiri, dia benar benar sangat khawatir kepada sahabat sahabatnya itu.
📞ya Allah, Julia sakit apa sa? Kenapa kok tiba tiba banget, perasaan kemarin dia gak papa" ujar Elis. Elis juga terlihat sangat khawatir kepada kedua sahabatnya itu. Dia pun mengiyakan permohonan Elsa untuk menemani Elis di rumah sakit. "Aku mau sa, nanti habis Maghrib aku kesana, kamu suruh Leo buat kirim alamatnya ke aku ya! kamu gak usah khawatir, nanti aku kesana kok" ujar Elis.
📞 Terimakasih ya Lis, Lo memang teman gue yang paling baik, besok gue juga kesana kok, nanti kalau Lo udah di sana Lo langsung hubungi gue ya lis, tadi Leo gak sempet bilang penyakit Julia sama gue padahal gue mau tau apa yang sebenarnya terjadi, gue pengen tau penyakitnya karena memang kemarin dia baik baik aja, Lo juga liat sendiri kan?" Tanya Elsa. Kemarin Julia memang terlihat baik baik saja, malah setiap hari dia selalu terlihat ceria, dia tidak pernah memperlihatkan kalau dia sedang sakit, Elsa benar benar merasa aneh.
📞Santai aja sa, lagian mereka juga teman teman gue kok, ya sudah! Gue mau selesaikan pekerjaan gue dulu ya! Nanti gue hubungi Lo lagi" pekerjaan Elis sebenarnya masih sangat banyak, tapi dia berusaha untuk membereskan semuanya hari ini juga, semua ini dia lakukan untuk sahabat sahabatnya, dia tidak mau mereka kesusahan sendiri, dia ingin selalu membantunya karena mereka juga selalu membantunya.
📞Iya Lis" Elis pun mematikan teleponnya.
Dengan berurai air mata Elsa kembali menyimpan ponselnya di atas meja rias, dia terharu sekali dengan Elis, sesibuk Apapun Elis, dia selalu meluangkan waktu untuk teman temannya, bahkan sekarang disaat seperti ini pun Elis lebih dulu ada untuk kedua temannya itu.
"Apa katanya? Elis mau kan nemenin Leo di rumah sakit?" Tanya Lidya ingin tahu.
"Iya mah, Elis mau kok, habis Maghrib dia kesana, dia akan langsung hubungi aku kok mah" jawab Elsa menoleh ke arah mamanya sembari tersenyum.
"Syukurlah, kalau begitu sekarang kamu makan dulu ya nak! Kamu jangan seperti ini, kamu harus kuat! Mama yakin kok Julia pasti kuat hadapi penyakitnya, kamu doakan saja Julia, semoga saja Allah segera mengangkat penyakitnya" ujar Bu Lidya sembari mengelus pundak anaknya itu.
"Iya mah, mudah mudahan saja Julia gak papa, dia perempuan kuat kok" ujar Elsa tersenyum.
__ADS_1