30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
keajaiban


__ADS_3

Trung


Ponsel Nadira berbunyi, Nadira tidak langsung membukanya Karena kebetulan dia sedang tertidur lelap, mungkin karena efek dari obat yang tadi dia minum. ponsel Nadira kebetulan sedang dimainkan oleh Sifa melihat video lucu yang sering dia lihat di YouTube.


''Ada pesan masuk'' ujar Sifa


Sifa langsung membuka pesan itu, dan setelah dia lihat ternyata foto gaun pengantin berwarna merah yang Elsa kirimkan untuk memanas manasi Nadira.


Isi pesan itu.


🍁Nadira, sebentar lagi aku akan menikah dengan suami kamu, kamu siap siap saja ya, karena sebentar lagi aku akan mengusir kamu dari rumah mas Bayu🍁


''Siapa ini yang chat bunda, ko dia ngomongnya gitu? aku lihat bajunya kok bagus banget'' Sifa bertanya tanya


''Ka Ilham, KA ilham'' Sifa mencoba membangunkan Ilham


''Ada apa dek, kakak masih ngantuk'' ujar Ilham sembari menguap


''Coba kakak liat ini'' ujar Sifa menyodorkan ponsel Nadira ke hadapan ilham


''Apa itu dek?'' tanya Ilham


Ilham pun mengambil ponsel itu, lalu membaca chat dari Elsa.


''Ini kok ada yang kirim bunda foto baju pengantin, ayah mau menikah lagi? astagfirullah aladzim'' ujar Ilham


''lagi liat apa sih nak? kok kaget kaya gitu?'' tanya Nadira yang baru bangun dari tidurnya


''Ada pesan masuk bunda, katanya ayah mau menikah lagi? memangnya benar ya bunda?'' tanya Ilham ingin tahu


Mendengar pertanyaan Ilham barusan, Nadira langsung kaget sehingga dia merasakan sesak di bagian dadanya.


''Ya allah, ada apa ini? kenapa Ilham tau kalau mas Bayu mau menikah lagi'' batin nadia


''Engga sayang, gak mungkin ayah menikah lagi'' jawab Nadira tersenyum seakan semua baik baik saja


''Tapi kok ayah beli gaun bagus bunda, katanya juga sebentar lagi bunda akan di usir dari rumah'' ujar Ilham 


''Ilham tau dari mana sayan?'' tanya Nadira penasaran

__ADS_1


''Ini ada yang kirim chat ke bunda'' jawab Ilham 


''Coba bunda lihat chat nya'' 


Ilham pun menyodorkan ponsel itu ke hadapan Nadira, Nadira mencoba mengambil ponselnya lalu membaca chat dari Elsa itu.


''Ya allah, Elsa, untuk apa dia kirim foto seperti ini? Kalau kamu mengira aku akan cemburu kamu salah Elsa, aku tidak akan menghalangi pernikahan kamu dengan mas Bayu, aku benar benar ikhlas, karena yang terpenting bagiku saat ini hanyalah kedua annaku, aku takut mereka terluka, ya Allah, apa yang harus aku katakan kepada mereka" batin Nadira


" Bunda, bunda kok malah bengong, memang benar ya? Ayah mau menikah lagi? Kalau ayah mau menikah lagi berarti aku dan Sifa akan punya ibu baru? Iya kan bunda?" Tanya Ilham yang masih sangat penasaran dengan chat itu.


"Bunda tidak tau nak, Ilhaamh tanyakan saja sama ayah ya?" jawab Nadira 


"Kenapa bunda tidak tau? Ilham tidak mau punya ibu baru" ujar Ilham menjatuhkan air matanya


"Iya nak, Ilham akan terus bersama bunda kok, Ilham jangan sedih ya" ujar Nadira mencoba memeluk anak lelakinya itu


Ilham terus menangis di pelukan sang bunda, sedangkan Sifa dia diam di sofa sembari memainkan game miliknya, dia  tidak tau apa apa jadi dia terlihat baik baik saja.


"Sekarang Ilham istirahat ya sayang, Ilham temenin adik main game" ujar Nadira menyuruh anaknya duduk menemani Sifa


...🌹Di ruang lab🌹...


"Ada apa dokter?" Tanya suster yang selalu menemaninya


"Saya melihat hasil pemeriksaan Bu Nadira, ternyata sel kanker dalam tubuhnya sudah berhenti menjalar, bukankah ini suatu keajaiban sus? saya belum pernah bertemu pasien yang memiliki semangat seperti Bu Nadira" jawab Bu Raisa tersenyum


"Masyaallah, ini benar dok, itu artinya Bu Nadira masih bisa disembuhkan?" Tanya suster penasaran


"Iya sus, saya harus segera mengirim Bu Nadira ke Singapura, dia harus segera melakukan pengangkatan rahim sebelum sel sel itu tumbuh kembali" jawab dokter Raisa


"Maksudnya dokter?" Tanya suster yang belum mengerti


"Penyakit ini sangat ganas, sedikit saja kita lengah, maka Bu Nadira tidak akan bisa diselamatkan" jawab dokter Raisa


"Oh iya dokter"


"Ayo kita segera ke ruangan Bu Nadira untuk memberitahu kabar baik ini, dia pasti sudah menunggu" ujar Bu Raisa mengajak suster itu pergi ke ruangan Nadira


"Ayo dok" ujar suster

__ADS_1


Suster dan dokter Raisa pun keluar dari ruangan lab itu berjalan menuju ruangan Nadira, dia terlihat sangat buru buru karena mungkin dia ingin segera sampai di ruangan Nadira untuk memberitahu kabar bahagia itu.


Dari ruangan lab menuju ruangan Nadira itu tidaklah jauh, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai di ruangan itu.


"Selamat sore Bu Nadira" ujar dokter Raisa 


Dokter Raisa melihat Nadira sedang duduk di ranjang, dia berjalan menghampiri Nadira yang terlihat mulai membaik.


"Selamat sore dok" ujar Nadira tersenyum


"Gimana kondisi ibu sekarang buk? Apa yang ibu rasakan? Apakah ada perubahan?" Tanya dokter penasaran


"Alhamdulillah kondisi saya sudah mulai membaik dok, setelah meminum obat yang dokter berikan, rasa sakit di tubuh saya pelan pelan hilang dok, sekarang saya hanya merasa pusing sedikit dan mual" jawab Nadira mencoba menjelaskan


"Alhamdulillah kalau gitu Bu, saya ikut senang, kalau pusing dan mual itu biasa ya Bu, ibu jangan terlalu khawatir, itu hanya efek samping dari obat itu sendiri" ujar dokter Raisa


"Oh iya dokter" 


"Saya datang kesini mau menyampaikan kabar baik untuk ibu dan anak anak" ujar dokter Raisa tersenyum


"Kabar baik apa dokter?" Tanya Nadira ingin tahu


"Menurut hasil pemeriksaan lab, penyakit kanker yang ibu derita sudah melemah Bu, ini benar benar suatu keajaiban untuk ibu" jawab dokter Raisa tersenyum


"Alhamdulillah" ujar Nadira yang terlihat sangat senang.


"Saya akan segera mengirim ibu ke Singapura untuk tindakan yang lebih lanjut, kali ini ibu harus mau ya Bu, Karena Kita tidak punya banyak waktu, ibu harus segera melakukan operasi pengangkatan rahim sebelum sel kanker itu menyebar kembali" ujar dokter Raisa mencoba menjelaskan


"Iya dokter, saya bersedia, tapi selama saya di rawat di Singapura, saya mau menitipkan Ilham dan Sifa kepada dokter, saya percaya kepada dokter Raisa" ujar Nadira


"Boleh banget Bu, terimakasih Bu Nadira sudah percaya kepada saya" ujar Bu Raisa tersenyum


"Ya sudah Bu, kalau gitu saya permisi dulu, ibu kembali istirahat saja ya Bu, saya akan mengurus keberangkatan ibu sekarang juga" ujar dokter Raisa


"Baik dokter, terimakasih banyak" ujar Nadira tersenyum


"Sama sama buk" 


Dokter Raisa pun keluar dari ruangan Nadira bersama suster cantik yang selalu setia menemani nya kemanapun dia pergi, dokter Raisa terlihat sangat buru buru karena dia harus segera mengurus keberangkatan Nadira, dokter Raisa ingin segera melihat Nadira sehat seperti sedia kala.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2