
...πΎbila seorang suami tidak bisa membuat istrinya tersenyum, setidaknya jangan membuat dia menangis, bila seorang suami tak mampu membuatnya bahagia, setidaknya jangan membuat dia menderita, bila suami tidak bisa menciptakan surga dirumahnya, setidaknya jangan membuatnya seperti di neraka, istri bukanlah boneka atau asisten rumah tangga yang dibebani kewajiban kewajiban untuk melayani suaminya, tapi dia adalah amanah yang memiliki hak atas suaminya πΎ...
...Happy reading...
...ππππππππ...
"Kamu mau kemana mas, aku ini istri kamu, kamu tega ninggalin aku dalam kondisiku seperti ini? aku ini lagi sakit mas, harusnya kamu nemenin aku ke rumah sakit" teriak Nadira menghentikan langkah Bayu dan Elsa
"Udahlah, gak usah drama, memangny kamu gak malu dilihatin orang banyak seperti ini, aku kan sudah bilang mau menceraikan kamu secepatnya, jadi untuk apa aku mikirin kamu lagi, aku sudah tidak perduli" ujar Bayu
Bayu melanjutkan langkahnya berjalan menuju mobil meninggalkan Nadira yang menangis terisak.
"Ya Allah, disaat aku sedang lemah seperti ini kenapa mas Bayu malah pergi bersama wanita itu, aku sedang membutuhkan dia saat ini ya Allah, aku sudah tidak kuat lagi" batin Nadira
Nadira jatuh tersungkur ke lantai karena tak kuat menahan rasa sakit hati yang begitu dalam, dia menangis terisak dengan tubuh yang gemetar, serta keringat dingin yang bercucuran di sekujur tubuhnya.
"Apakah pantas dia memperlakukan aku seperti ini ya Allah, dia malah pergi tanpa memikirkan keadaan ku" batin Nadira
Nadira menjadi pusat perhatian di malam itu, semua orang tertuju kepadanya, derai air mata menjadi saksi kesakitanya sehingga membuat para tamu ikut menjatuhkan air mata karena rasa iba mereka terhadap Nadira.
"Ayo berdiri nak" tangan lembut seorang ibu membantunya bangkit lalu duduk di kursi
"Terimakasih Bu" ujar Nadira kepada ibu ibu paruh baya itu.
"Sama sama nak, siapa laki laki itu?" Tanya ibu ibu itu ingin tau
"Dia suami saya Bu" jawab Nadira menangis terisak
"Kenapa kamu harus menangisi laki laki seperti dia? Air matamu sangat berharga nak, tidak ada gunanya kamu menangis seperti ini, lepaskan dia, biarlah dia terbang sesuka hatinya" ujar ibu paruh baya itu
"Iya Bu, terimakasih" ujar Nadira tersenyum menghapus air matanya
"Kamu mau kemana nak? Kenapa wajah kamu pucat sekali? Kamu sakit?" Tanya ibu paruh baya
"Saya baru pulang dari rumah sakit Bu, dari tadi saya mencari angkutan umum, tapi tidak ada, saya malah melihat suami saya bersama perempuan tadi" jawab nadira tersenyum, dia mencoba menguatkan hatinya dihadapan ibu paruh baya itu
"Ya Allah, Sudahlah nak, biarkan saja, sekarang kamu pulang ya! anak anak kamu pasti sudah menunggu kamu di rumah, untuk suami kamu, kamu tidak perlu memikirkan dia, suatu saat nanti dia pasti akan menyesal telah melakukan ini terhadap kamu, sekarang tugas kamu hanyalah menjadi ibu yang baik untuk anak anakmu, berusahalah menjadi bunga yang indah bermekaran, dan ingat, jangan sekali kali kamu menunggu kumbang itu datang, karena dengan keindahan dan keanggunanmu kumbang itu akan datang dengan sendirinya" ujar ibu paruh baya itu
"Iya Bu, terimakasih" ujar Nadira tersenyum
"Sama sama, sekarang kamu boleh pulang, pakai saja taksi itu"
__ADS_1
"Baik Bu, terimakasih" ujar Nadira tersenyum
Bagai sebuah keajaiban, Nadira bisa bertemu dengan ibu ibu yang baik seperti dia, dia tidak akan pernah melupakan semua perkataannya yang menentramkan hati.
"Baik sekali ibu ibu itu, dia mengingatkan aku kepada almarhumah ibu, benar kata ibu ibu itu, aku harus berusaha menjadi bunga yang indah, meskipun kondisi ku seperti ini,aku tidak boleh kalah dengan perempuan seperti elsa" batin Nadira
Nadira masuk ke dalam taksi itu, dia melambaikan tangannya sembari tersenyum manis.
"Selamat tinggal Bu, semoga kita bisa bertemu lagi" batin Nadira
"Perumahan asry pak" ujar Nadira kepada supir taksi itu
"Baik Bu"
Taksi itupun berjalan meninggalkan cafe itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju perumahan Asry, Nadira tampak tersenyum, dia merasakan ketenangan hati setelah mendengar perkataan ibu ibu tadi.
...πΊ Keadaan di rumah πΊ...
"Ka, bunda sama ayah kok belum pulang juga ya?" Tanya Sifa kepada kakaknya
"Sebentar lagi dek" jawab Ilham yang sedang asyik menonton film kesukaannya
"Sifa sudah ngantuk ka" ujar Sifa dengan matanya yang sudah terlihat seperti lampu 5 wat
"Iya kak" ujar Sifa dengan nada pelan
Setelah dilihat oleh kakaknya, ternyata Sifa sudah tertidur pulas di sampingnya.
"Ya Allah, ternyata Sifa benar benar ngantuk, kasian Sifa" ujar Ilham
Ilham bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar membawa selimut Sifa.
"Kamu tidak di sini dulu ya dek, sebentar lagi bunda pulang ko" ujar Ilham menutupi tubuh adiknya dengan selimut
...Tok...
...Tok...
...Tok...
"Assalamualaikum" Bayu masuk ke dalam rumahnya dengan mengucapkan salam
__ADS_1
"Waalaikumsalam ayah" ujar Ilham
Ilham berlari menghampiri ayahnya lalu mencium tangan ayahnya sembari tersenyum manis
"Anak pintar" ujar Bayu tersenyum
Bayu menggendong Ilham berjalan menuju ruang tamu
"Mana adik kamu sayang? Kok ayah gak liat?" Tanya Bayu kepada anaknya Ilham
"Ade udah tidur ayah, ituu Ade!'' Ilham menunjuk Sifa yang sedang tertidur pulas di sofa
"Ya Allah sayang, adik kamu ko tidur di sofa, memangnya bunda belum pulang?" Tanya Bayu merasa tidak enak
"Belum ayah, tadi bunda telpon, katanya bunda masih di jalan" jawab Ilham merasa sedikit khawatir kepada bundanya
"Oh iya nak, ya sudah, ayah pindahin Ade dulu ya, kamu tunggu disini" ujar Bayu
Bayu memindahkan Sifa ke kamarnya, dia merasa bersalah kepada kedua anaknya karena pulang larut malam.
''Kemana Nadira? kenapa sampai jam segini dia belum pulang juga?'' batin bayu
Dengan penuh kasih sayang Bayu menyelimuti tubuh Sifa dengan mata yang berkaca-kaca, dia mencium kening Sifa lalu pergi meninggalkan kamar itu untuk menemani Ilhaam yang masih menonton televisi.
"assalamualaikum mas" ujar Nadira yang baru saja pulang
Nadira mencium tangan suaminya dengan wajah yang masih tampak kesal, dia langsung berjalan menuju ruang atas masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.
"Waalaikumsalam" jawab Bayu.
Dia memperhatikan Nadira yang berjalan tanpa berkata apapun kepadanya.
"kenapa dia? oooooh, aku tau, dia pasti marah gara gara tadi aku tinggalin dia di cafe, biarin aja lah, gak penting juga" batin Bayu
Dia berjalan menghampiri Ilham yang sedang duduk di sofa.
"Ayah, sini nonton bareng Ilham" ujar Ilham menyuruh ayahnya untuk duduk di sampingnya.
"Iya sayang"
"kenapa aku tidak enak hati seperti ini? aku merasa tidak enak kepada Nadira, kenapa ya aku jadi seperti ini? kenapa aku ingat dia terus?" batin Bayu
__ADS_1
...bersambung...