
"Sa, kok kamu malah mau ketemu sama teman teman kamu sih? hari ini kamu kan harus nemenin mas meeting!?" Ujar Bayu yang sedikit kesal kepada istri barunya itu.
"Mas, aku ini kan lagi hamil, masa iya sih aku harus kerja terus, harusnya istri hamil kaya gini itu dimanja, bukannya disuruh kerja! pokoknya mulai sekarang aku gak mau kerja lagi ya mas! Kamu cari saja pegawai baru untuk gantiin posisi aku di kantor, udah ah! Kamu lama, aku berangkat duluan aja, kasian temen temenku udah pada nunggu" ujar Elsa bangkit dari duduknya.
Elsa langsung berjalan meninggalkan Bayu yang sedang sarapan, dia tidak menghiraukan perkataan suaminya itu karena memang dia tidak mau terkalahkan oleh teman temannya yang lain, hari ini dia wajib datang ke pertemuan itu agar dia bisa memamerkan tas brandednya meskipun meeting itu sangat penting untuk perusahaan Bayu.
''kenapa dia? saya itu menikahi dia karena memang dia berpengaruh baik untuk Bisnisku, tapi kenapa malah jadi seperti ini!? nyesel aku udah nikahin dia,dia itu beda banget sama Nadira, ahhhhh sial!!!'' batin bayu
Dengan wajah yang penuh kekesalan Bayu bangkit dari duduknya, dia langsung berjalan menuju mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor.
_di singapura_
hari yang cerah dengan hembusan angin yang sejuk membuat pagi Nadira begitu indah, hampir setiap pagi Nadira membuka jendela kamarnya untuk merasakan sejuknya angin pagi sembari tersenyum merasakan keindahan ciptaan sang ilahi.
pagi itu ketika dia sedang asyik memandangi gedung yang menjulang tinggi, terdengar suara gemericik air, rasa sejuk nan indah bersatu padu dengan kicauan burung dan suara air tersebut membuat jiwanya bangkit untuk lebih bersemangat menjalani kehidupan ini.
"Subhanallah, indah sekali ciptaanmu ini ya Allah, engkau maha kuasa, terimakasih engkau telah memberikan hamba kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, hamba tidak akan menyia nyiakan kesempatan yang telah engkau berikan ini ya Allah" ujar Nadira dengan air mata yang jatuh membasahi pipi manisnya.
Traaaangggg golomrang ….!!!!
Suara benda jatuh terdengar begitu keras dari dapur.
"Astagfirullahaladzim, suara apa itu?" Nadira bertanya tanya
Mendengar suara itu Nadira langsung berlari keluar dari kamarnya, begitu juga dengan dokter Reza, suara benda jatuh itu membuat dokter Reza panik hingga berlari keluar dari kamarnya juga, mereka terlihat begitu cemas, dokter Reza sangat takut kalau itu Nadira, begitu juga sebaliknya, Nadira juga takut kalau itu dr reza, sehingga rasa takutnya membuat mereka panik hingga mereka berlari dari kamar mereka masing masing.
Brukk
__ADS_1
Dokter Reza dan Nadira bertabrakan.
"Awwwww…." Pekik Nadira kesakitan
Karena hantaman tubuh kekar dr Reza, Nadira hampir tersungkur ke lantai, tapi untung saja, tubuh kekar nan putih itu menopang tubuh rapuh itu, sehingga memberikan pemandangan yang sangat indah membuat Lisa yang melihatnya pun baper dibuatnya.
"Bu Nadira sama pak dokter serasi juga, mereka mengalami cerita kehidupan yang hampir sama lagi, apa aku comblangin mereka saja ya! Iyah ah, aku yakin Bu Nadira adalah wanita yang baik untuk pk dokter" batin Lisa
Lisa terus memperhatikan Nadira dan dokter Reza yang sedang memandang satu sama lain, saking shocknya Nadira terus memandangi mata indah sang dokter, hingga mereka tak ngeh kalau ada orang yang sedang memperhatikan mereka yaitu Lisa.
"Cantik banget Nadira, andai saja kalau dia mau jadi istri ku, aku pasti akan sangat bahagia" batin dokter Reza
"Eheemmmm…" ujar lisa
Lisa melanjutkan masaknya sembari terus tersenyum.
"Tidak pp dok, justru saya yang harus berterima kasih, kalau saja dokter gak nahan saya barusan, mungkin saya sudah terjatuh ke lantai, maaf ya! Lain kali saya akan berhati hati" ujar Nadira tersenyum
"Lagian ada apa sih? dokter Reza sama Bu Nadira kok lari lari kaya gitu? Jadi tabrakan kan!?" Ujar Lisa nyengir
"Barusan saya dengar suara benda jatuh mbak, saya takut ada apa apa, makanya saya lari dari kamar" jawab Nadira
"Sudah! Gak usah dibahas, saya permisi ke kamar dulu ya dir, Lis" ujar dokter Reza
Karena banyak sekali pekerjaan yang harus dokter Reza kerjakan, dia pun kembali masuk ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya, sebenarnya dia masih ingin mengobrol bersama Lisa dan Nadira, tapi dia tidak bisa, dia harus segera menyelesaikan semuanya karena memang itu sangat penting apalagi itu menyangkut semua pasiennya.
Melihat dokter Reza yang masuk ke dalam kamar, Nadira pun berjalan menghampiri Lisa yang sedang sibuk memasak.
__ADS_1
"Saya bantu ya mbak..!!!" Ujar Nadira
dia mengambil pisau yang sedang Lisa pegang lalu membantu Lisa memotong motong wortel yang ada di hadapannya itu.
"Padahal gak usah Bu, saya sudah biasa ngerjain ini sendiri kok" ujar Lisa merasa tidak enak
"Gak pp mbak, kalau dikerjain berdua kan kerjaannya bisa cepat selesai, lagian saya jenuh di kamar terus mbak, biasanya juga setiap pagi saya seperti ini, nyiapin sarapan untuk kedua anak dan suami saya" ujar Nadira tersenyum
"Pasti Bu, tapi sekarang keadaan ibu kan belum stabil, ibu masih perlu banyak istirahat"
"Keadaan saya sudah jauh lebih baik mbak, mbak Lisa yang membuat saya seperti ini, untuk tawaran mbak kemarin, saya sudah memikirkan semuanya mbak, untuk sementara saya mau tinggal di rumah mbak Lisa" ujar Nadira tersenyum
"Alhamdulillah kalau ibu mau terima tawaran dari saya, saya senang dengarnya Bu, makasih ya!"
"Saya yang harus berterima kasih sama mbak Lisa, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan mbak"
"Memangnya kapan Bu Nadira mau pulang ke Indonesia?" Tanya Lisa
"Insyaallah besok lusa mbak, saya udah gak sabar pengen ketemu sama anak anak saya, saya udah kangen banget sama mereka mbak, oh iya, nanti saya mau pinjam ponsel mbak lagi ya! Saya mau kasih tau dokter Raisa soal ini, dokter Raisa pasti akan senang banget" jawab Nadira
"Tentu boleh dong Bu, semoga semuanya lancar" ujar Lisa tersenyum.
Lisa dan nadira pun kembali membereskan semua pekerjaan nya, Lisa bertugas memasak, sedangkan Nadira, dia bertugas merapikan semua hidangan itu ke atas meja makan.
"Baru kali ini saya liat pasien saya mau membantu Lisa untuk memasak, selain cantik, dia juga sangat baik, bodoh sekali laki laki itu meninggalkan dia yang begitu sempurna, saya saja yang baru mengenal dia sangat takut kehilangannya, ya Allah, saya gak bisa membayangkan kalau dia pulang ke Indonesia, apartemen ini pasti akan sepi seperti dulu lagi" batin dokter Reza
...bersambung...
__ADS_1