30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
merindukanmu


__ADS_3

Suara burung terdengar saling bersahutan dari sebuah rumah besar di pinggir jalan perumahan.


Mobil mewah berjejer rapi di depan rumah itu, hiasan dinding berwarna coklat keemasan membuat rumah terlihat bak istana kerajaan.


Bunga bunga juga terlihat indah bermekaran begitu cantik menghiasi setiap sudut rumah itu, berbau wangi, begitu indah dipandang mata.


Sebuah pemandangan yang sangat luar biasa bukan?


Jika dilihat dari luar semua tampak indah dan nyaman, tapi ketika kita masuk kedalamnya, suasana berubah menjadi panas pencekam.


Semua bisa saja terjadi.


meskipun rumah sudah didesain sedemikian rupa bahkan mengganti perabotannya dengan barang mewah,  tetap saja..!!! rumah itu tidak akan terasa nyaman jika rumah itu bukan milik kita, bahkan akan terasa seperti di neraka jika rumah itu adalah hasil dari sebuah kesakitan dan pengkhianatan.


Sama halnya seperti Elsa dan Bayu, semenjak mereka menghuni rumah kediaman Nadira, keluarga mereka tidak pernah akur, bahkan jauh dari kata bahagia.


Setiap hari mereka pasti bertengkar meributkan hal yang sepele, apa mungkin ini sebuah karma? atau mungkin hanya sekedar bumbu dari manisnya berumah tangga.



"Berisik…!! Kamu itu bisa ngurus anak gak sih? Aku capek nih, Pulang kerja bukannya disiapin makanan, ini malah bikin pusing" 


"Mas, kerjaan kamu itu gak ada apa apanya dibanding kerjaan aku di rumah, coba kamu liat! Aku mengurus anak, mengurus rumah, sendirian pula, lagian suruh siapa kamu gak dengerin omongan aku, coba kalo dari kemarin kamu nurut sama aku, aku gak akan kerepotan kaya gini kan mas" ujar Elsa kesal


"Maksud kamu apa?" Tanya Bayu dengan nada tinggi


"Ya maksud aku kamu sewa asisten rumah tangga ke buat bantu bantu aku di rumah..!!! Jadi aku gak kerepotan lagi kan, susah amat" Jawab Elsa sembari terus berusaha buat anak bayinya itu diam.


"Enak banget kamu, tiap hari kamu belanja 


Barang barang mahal, sekarang kamu minta buat sewa asisten rumah tangga? Gila kamu! Bisa bangkrut aku kalau nuruti semua keinginan kamu" 

__ADS_1


"Aku ini istri kamu ya mas, jadi sebagai suami kamu harus mencukupi semua kebutuhan aku, kalau kamu bangkrut ya itu urusan kamu" ujar Elsa


"Oh jadi gitu Elsa, nyesel aku udah nikahin kamu" 


Bayu pun pergi meninggalkan Elsa berjalan menuju ruang atas, dia tidak mau membuang energinya berbicara dengan perempuan seperti elsa.


 perkataan elsa membuat Bayu sangat kecewa hingga Bayu sadar bahwa kehidupannya saat ini benar benar sudah berubah, dia tidak lagi merasakan kehangatan, kenyamanan, perhatian seperti dulu sewaktu dia bersama Nadira, Bayu merasa hampa hingga tak ada semangat untuk terus melanjutkan hidupnya.


Bayu masuk kedalam kamar lalu menutup  pintu kamar itu dengan rapat, dia mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang, melentangkan tangannya sembari menatap langit langit.


"Elsa benar benar tidak peduli denganku, beda dengan Nadira, meskipun aku selalu menyakitinya, tapi dia tetap menyayangiku, memperlakukanku layaknya seorang suami, aku menyesal telah menyakiti kamu dira, dimana kamu sekarang, aku rindu kamu juga anak anak" batin Bayu merintih


Kesakitan, dan Rasa lelah yang mulai menyerang tubuhnya, seketika mengingatkan Bayu kepada sosok wanita yang selalu peduli terhadapnya, dia merasa sepi sendiri, bahkan sekarang dia tidak tau entah kepada siapa dia harus mengadu, bagaikan sebuah nahkoda yang terombang ambing di tengah lautan yang tak tau arah dan tujuan.


….


Ketika kegalauan merasuk kedalam diri Bayu, Elsa sebagai istri justru merasakan  panas yang membara.


Selama dia menjalani kehidupan rumah tangga dengan bayu, dia merasa kalau Bayu tidak pernah memperlakukan dia dengan baik, kasih sayang dan perhatiannya seakan hilang begitu saja, bahkan sekarang dia sudah berani membanding bandingkan dirinya dengan Nadira, dia merasa sangat direndahkan membuat perasaannya begitu remuk dan hancur.


"Sialan tu si Bayu, berani beraninya dia  berbicara seperti itu, perusahaannya kan dimana mana, masa iya cuma gara gara sewa pembantu perusahaannya bisa bangkrut" 


Elsa terus menggerutu karena kesal kepada suaminya itu, dia meletakkan bayinya di atas karpet lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi sang mama, orang yang selalu mengerti perasaannya.


...Tuuuuuutt...


...Tuuuuuutt...


...Tuuuuuutt...


...Suara panggilan yang belum diangkat....

__ADS_1


📞Hallo sayang, ada apa nak kamu telpon mama sore sore kayak gini, gimana kabar cucu mama?" Tanya mama elsa


📞Cucu mama baik baik saja ma, mama kapan mau kesini?" Elsa balik bertanya kepada mamanya itu


📞Mama gak tau nak, mama pengen banget ketemu cucu mama, tapi sekarang mama belum bisa main kerumah kamu, mama lagi gak enak badan nak" 


📞 Astaga ma, mama sakit?"


📞Iya nak, udah 2 hari ini mama gak enak badan, mungkin kecapean sayang, tapi mama gak papa kok, kamu gak usah terlalu memikirkan mama, kamu fokus saja mengurus anak kamu, mama ngerti pasti kamu kerepotan ngurusin Almira sendiri" jawab mama Elsa


📞Ya gak gitu juga kali ma, gimana kalau malam ini aku nginep di rumah mama, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama mama"


📞Mau ngomongin apa nak, kan bisa bicara lewat telepon, kalau kamu nginep di sini mama gak enak sama suami kamu" ujar mama Elsa 


📞Gak papa ma, pokoknya malam ini Elsa mau nginep disitu, Elsa kesitu sekarang ya ma! Bye"


Elsa pun mematikan teleponnya, dia bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar untuk mengambil bekal baju untuk Almira, dia nekat pergi tanpa meminta izin kepada Bayu, karena bagi dia semua itu tidak penting, ada tidaknya dia di rumah itu tidak akan mempengaruhi perasaan Bayu.


Elsa tidak terlalu mementingkan perasaan Bayu karena dia tau kalau Bayu sudah tidak mencintainya lagi, Elsa tidak terlalu memikirkan hal itu karena yang terpenting bagi dia saat ini hanyalah uang, uang dan uang.


Dreeed


Elsa tidak sengaja menutup pintu dengan keras hingga membangunkan Bayu yang sedang tidur.


 "Mau kemana kamu?" Tanya Bayu


"Aku mau kerumah mama mas, aku mau nginep di rumah mama malam ini, mama lagi sakit" jawab Elsa 


"Oh, ya udah"


Kali ini Bayu tidak menahan Elsa, dia sengaja membiarkan Elsa pergi karena dia sendiri ingin pergi malam ini, dia ingin mendatangi rumah dokter Raisa untuk mencari Ilham dan Sifa, Bayu sangat berharap bisa bertemu mereka karena dia begitu sangat rindu kepada mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2