30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
bawa bekal


__ADS_3

Tak lama Setelah Ilham, Sifa, Bram dan dokter Raisa masuk ke dalam mobil, bi Minah dan pak Karyo pun menyusul mereka dengan membawa sebuah tas besar di tangannya, bi Minah terlihat sangat kerepotan, dia membawa banyak sekali bekal sesuai perintah dokter Raisa, karena setelah mereka menjemput Nadira, dokter Raisa ingin mengajak Nadira dan dokter reza untuk makan bersama di sebuah vila miliknya.


"Oke, semuanya sudah siap, ayo kita berangkat!'' ujar dokter Raisa tersenyum


Dokter Raisa terlihat sangat senang dengan keberangkatannya ke bandara, dia sudah tidak sabar ingin sekali bertemu temannya dokter Reza, karena memang mereka sudah lama tidak bertemu.


"Dokter cantik! Bunda Sifa sudah nunggu di bandara ya?" Tanya sifa sembari menoleh ke arah Raisa


"Iya nak, bunda sudah nunggu kita, coba Bu dokter liat mana kado buat bunda? Sifa bawa kan nak?"


"Ini!"

__ADS_1


Sifa memperlihatkan sebuah tas berwarna pink dengan corak putih di tangannya, terlihat sangat lucu sekali, sebuah hadiah yang begitu sangat berharga untuk seorang ibu dari anaknya.


"Alhamdulillah, bunda Nadira pasti senang sekali terima kado dari kamu nak" ujar dokter Raisa sembari mengelus kepala Sifa dengan lembut penuh kasih sayang.


"Iya bunda cantik, terimakasih ya, bunda cantik sudah mau ngurus Sifa sama kakak, maafin Sifa kalau selama ini Sifa sama kakak nyusahin bunda cantik, Sifa janji, nanti kalau Sifa sudah kerja, Sifa mau beliin hadiah buat bunda cantik, Sifa juga pasti bakal main terus kerumah bunda, boleh kan?" Tanya Sifa menoleh ke arah Nadira sembari tersenyum manis


Deg.


"Iya Bu dokter, terimakasih banyak" ujar Ilham juga


"Sama sama sayang, kalian berdua gak nyusahin Bu dokter kok, justru Bu dokter yang harus berterima kasih, makasih ya, selama ini kalian sudah menjadi permata di hati Bu dokter, kalian selalu menghibur Bu dokter, sayang sama Bu dokter, Bu dokter senang sekali kalian tinggal di rumah Bu dokter, I love you anak anak baik, semoga kelak kalian menjadi anak anak yang sukses"

__ADS_1


"Amiiinn, terimakasih bunda cantik" ujar Sifa dan Ilham


Dokter Raisa pun memeluk Ilham dan Sifa dengan erat, berat rasanya Raisa melepas kedua anak itu, tapi dia tidak punya pilihan lain, dia harus merelakan mereka pergi karena tugasnya mengurus mereka sudah selesai, sekarang saatnya untuk dia mengembalikan anak anak itu kepada ibu kandungnya.


Semua orang terhanyut dalam kesedihan, berat untuk mereka melepaskan dua orang yang begitu sangat spesial, anak anak itu sangat berharga untuk keluarga Raisa, seperti sebuah permata yang memberikan keindahan, mereka tak bisa membayangkan jika permata itu pergi maka keindahan itu sendiri perlahan akan hilang dari pandangannya, keindahan akhlak yang tidak semua orang miliki.


Perjalanan dari rumah dokter Raisa menuju bandara lumayan jauh, mereka harus menempuh waktu 3 sampai 4 jam untuk sampai disana.


Ketika kebahagiaan menyelimuti keluarga Nadira, keluarga Bayu dan Elsa justru mulai memasuki titik kehancurannya, bagaimana tidak, rumah tangga yang baru saja mereka jalani tidak berjalan mulus seperti dulu ketika Bayu bersama Nadira, Bayu dan Elsa selalu saja ribut dengan hal sepele, ibarat nahkoda yang sebentar lagi akan tenggelam di tengah lautan.


sedikit dulu ya🙏

__ADS_1


__ADS_2