
...🌾istri memang diibaratkan perhiasan dunia, namun kiasan itu tak lantas membuat istri jadi seperti barang atau materi yang bisa dijadikan investasi untuk kemudian diambil bunganya dan keuntungannya berwujud keturunan....
... justru istri adalah perhiasan yang tak ternilai dan tidak bisa dibeli oleh apapun kecuali dengan cinta yang tulus dari suaminya🌾...
...happy reading...
...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...
karena merasa sangat khawatir, dengan terburu buru Bayu mengangkat tubuh Nadira dan membawa dia masuk ke dalam mobilnya disusul Ilham dan Sifa dari belakang.
''mau kemana mereka? Mereka ko terlihat sangat buru buru?'' tanya Elsa yang sejak tadi memperhatikan rumah Nadira
Elsa sengaja memata matai rumah Nadira untuk melihat kedekatan dia dengan Bayu karena dia sangat khawatir kekasih yang sangat dia Idam idamkan itu kembali ke pelukan istrinya,Elsa tidak akan tinggal diam, dia akan berusaha memisahkan mereka bagaimanapun caranya, karena dia begitu sangat mencintai suami Nadira itu.
Bayu menghidupkan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, disusul mobil Elsa dari belakang, Elsa mencoba mengikuti mobil Bayu untuk mencari tau kemana mereka akan pergi.
''yah, kok bunda belum bangun juga ya? sebenarnya bunda kenapa sih yah?'' tanya Sifa yang masih sangat polos itu
Ilham hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan adiknya meskipun dia tau, dia mencoba untuk tenang di hadapan adiknya agar Sifa tidak khawatir, anak pintar itu tiba tiba berubah menjadi seperti orang dewasa terlihat dari perilakunya dan air mata yang terus jatuh membasahi pipi manisnya itu.
''bunda gak papa sayang, bunda hanya kecapean, biar nanti dokter yang periksa, nanti juga kalau bunda sudah minum obat dari dokter, bunda bangun lagi kok'' jawab Bayu dengan matanya yang berkaca kaca
Bayu sangat bingung mau menjawab apa, jujur saja hatinya saat ini tidak bisa tenang sebelum dia melihat Nadira sadar dan berbicara dengan dia, dia benar benar bersalah, rasanya dia ingin teriak dengan keras untuk meluapkan apa yang dia rasa.
''Sudah dek, kamu gak usah banyak nanya, biar ayah fokus nyetir mobilnya, kita harus segera sampai agar bunda bisa langsung di periksa, kamu diam ya, kita doakan saja bunda, semoga bunda baik baik saja'' ujar ilham menoleh ke arah sifa
''iya kak'' ujar Sifa menundukan kepalanya
perjalanan dari rumah Nadira menuju rumah sakit tidaklah jauh, Bayu hanya memerlukan waktu 30 menit saja hingga akhirnya dia pun sampai di tujuan.
''loh mereka kok malah kesini? siapa yang sakit?'' Elsa bertanya tanya
karena penasaran, Elsa tetap memperhatikan bayu dari mobil, dia ingin sekali turun dari mobilnya dan mengikuti Bayu, tapi dia tidak bisa, dia takut Bayu mengetahuinya, untuk saat ini dia hanya cukup diam, menyusun rencana untuk memisahkan Bayu dengan Nadira.
__ADS_1
''tolong istri saya dokter'' ujar Bayu kepada dokter yang khusus menangani penyakit kanker
''bapak tunggu saja di luar, saya akan berusaha semaksimal mungkin'' ujar dokter itu membawa Nadira masuk ke dalam ruangan
''semoga bunda baik baik saja ya ayah'' ujar Sifa dengan matanya yang berkaca kaca
'' iya sayang, Sifa sama Ilham doakan bunda ya nak'' ujar Bayu memeluk kedua anaknya itu dengan air mata yang terus jatuh membasahi pipinya.
''ya allah, sembuhkan lah sakit bunda, Sifa sayang banget sama bunda, Sifa ingin bunda terus bersama kita'' ujar Sifa menengadahkan kedua tangannya.
''amiiiin'' ujar bayu
''ya allah,kenapa engkau memberikan dia penyakit yang seberat ini? tolong sembuhkan lah penyakit istriku ya Allah, aku sangat mencintainya, berikanlah dia umur yang lebih panjang, Karena aku dan anak anak sangat membutuhkannya'' ujar Bayu menangis terisak
...Kriiing...
...Kriliiiing...
...Kriiing...
Bayu mencoba mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jas, dan setelah dilihat, nampak nomor Elsa muncul di layar ponselnya.
"Elsa? Ngapain dia telepon aku?" Batin Bayu
"Siapa yah?" Tanya Ilham
"Rekan kerja ayah nak, kalian tunggu ya! Ayah mau angkat telepon dulu sebentar" jawab Bayu tersenyum
"Iya ayah"
Bayu berjalan menjauh dari kedua anaknya untuk mengangkat telpon dari Elsa, dia sengaja menjauh dari kedua anaknya karena dia tidak mau mereka mendengar percakapannya bersama Elsa.
📞Hallo elsa'' Bayu mengangkat telpon
__ADS_1
📞Halloo sayang, kamu dimana? kamu kok gak ada di rumah sih? kamu lupa ya kalau hari ini ada meeting penting'' tanya Elsa
📞aku di rumah sakit, tolong kamu batalkan meeting hari ini! soalnya hari ini aku gak bisa masuk kantor'' jawab bayu
📞gak bisa gitu dong mas, mereka sudah jauh jauh datang ke kantor kita lho, gak enak dong kalau dibatalin gitu aja, mereka itu klien penting'' ujar Elsa yang tidak setuju dengan permintaan Bayu.
📞tapi aku gak bisa ninggalin Nadira, dia lagi sakit'' ujar bayu kebingungan
📞Memangnya Nadira kenapa sih mas? kamu kan bisa datang ke kantor sebentar, habis itu kamu bisa balik lagi ke rumah sakit, lagian meeting itu kan gak lama, paling cuma satu atau dua jaman'' ujar Elsa
📞Ya sudah, kamu tunda meetingnya satu ja lagi, aku akan segera kesana'' ujar bayu
📞Ok mas, aku tunggu ya!'' ujar Elsa mematikan teleponnya
Bayupun kembali menghampiri kedua anaknya dengan wajah kebingungan, entah pergi ke kantor atau tetap diam di rumah sakit, dia memang tidak bisa membatalkan meeting itu karena memang mereka klien yang sangat penting, tapi dia juga tidak mungkin meninggalkan Nadira dalam kondisinya seperti ini, dia benar benar sangat kebingungan.
''Pak Bayu'' ujar dokter Raisa memanggil Bayu
''Iya dokter, gimana dengan kondisi istri saya?'' tanya Bayu yang begitu sangat cemas
''Kondisi Bu Nadira semakin memburuk pak, melihat sel kanker yang sudah menjalar ke seluruh tubuhnya, paling dia hanya punya waktu 3 hari saja untuk bertahan hidup, tapi itu hanya perkiraan medis saja pak, semoga saja ada keajaiban sehingga Bu Nadira bisa sehat seperti sedia kala'' jawab dokter Raisa
📞Apa tidak ada cara lain untuk membuat istri saya sembuh dok? obat yang paling mahal atau apa? tolong lakukan yang terbaik dok, saya akan membayar berapapun biayanya dok, asalkan istri saya bisa sembuh'' ujar Bayu memohon
📞Saya tidak bisa melakukan apa apa pak, tapi saya akan berusaha semampu saya, bapa berdoa saja, semoga Bu Nadira bisa melewati masa kritisnya'' ujar dokter Raisa tersenyum
📞Apa sudah bisa saya jenguk dok?'' tanya Bayu
📞Bisa pak, kalau begitu saya permisi dulu'' ujar dokter Raisa pamit pergi meninggalkan Bayu
Mendengar jawaban dokter barusan, Bayu benar benar sangat hancur, dia tidak bisa membayangkan kalau Nadira meninggalkan dia dan kedua anaknya untuk selamanya, dia tidak akan sanggup kehilangan wanita yang baik seperti dia.
...bersambung...
__ADS_1
...jangan lupa like, comen n votenya ya😘...