30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
Tega kamu mas


__ADS_3

''Tega sekali kamu mas, kamu bilang kepada kedua anak kamu, kalau kamu sedang sibuk bersama rekan kerja, ternyata dia orangnya, kamu berani terang terangan bermesraan dengan perempuan lain di hadapan istri kamu sendiri, dimana hati kamu mas? Kenapa kamu bisa sekejam ini kepada aku dan anak anak" batin Nadira merintih


Sembari bersandar di dinding kamar, Nadira duduk memeluk lututnya, rasa sesak di dada kian menjadi ketika menahan rasa sakit hati yang tak terbendung lagi hingga air matapun jatuh begitu derasnya membasahi pipi manis itu.


"Kuatkanlah aku ya Allah" batin nadira


"Bundaaaa, bunda kenapa nangis?" Tanya Ilham yang melihat bundanya menangis terisak.


Nadira menggelengkn kepalanya memeluk kedua anaknya dengan erat.


"Bunda kenapa? Bunda ko nangis? Bunda nangis gara gara kita ya? Maafin kita ya bunda, kita selalu menyusahkan bunda" tanya Ilham dengan mata yang berkaca-kaca.


"Engga nak, kalian tidak menyusahkan sama sekali, bunda lagi kangen aja sama ayah, barusan bunda gak bisa ngobrol lama sama ayah, ayahnya lagi kerja sayang" jawab Nadira tersenyum menghapus air matanya.


Nadira tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat ini, dia merasa benar benar tidak sanggup, dadanya terasa sangat sesak hingga dia dengan terpaksa mencurahkan kesakitan nya dengan cara menangis meskipun itu dihadapan kedua anaknya.


"Kita bedua juga kangen sama ayah bunda" ujar Ilham menjatuhkan air matanya


"Iya sayang, bunda ngerti, udah ya!, kalian gak boleh ikut nangis, besok ayah juga pulang ko" ujar Nadira tersenyum sembari menghapus air mata Ilham


"Iya bunda" ujar Ilham tersenyum


"Anak pintar, sekarang kita tidur ya nak! Sini bunda bacakan dongeng kesukaan kalian" ujar Nadira tersenyum


Nadira membantu Ilham dan Sifa merebahkan tubuh mereka di ranjang, Nadira juga menemani mereka, mengeloni mereka dengan membacakan cerita dongeng yang mereka sukai hingga mereka tertidur lelap.


"Tidur yang nyenyak ya anak anak bunda, bunda doakn semoga kelak kalian menjadi anak anak yang sukses, bunda janji, bunda akan berusaha merebut hati ayah kembali karena bunda tidak mau kalian dinomor duakan, bunda tidak mau ayah lebih merhatikan pacarnya dari pada kalian, kalian adalah kasih sayang bunda, bunda akan berusaha membuat kalian bahagia" ujar Nadira sembari menjatuhkan air matanya.


Malam semakin larut, Nadira melihat jam sudah menunjukkan pukul 21.00, ini saatnya untuk dia mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lemas, malam ini Nadira memilih tidur di kamar Sifa dan Ilham Karena dia ingin menghabiskan waktu bersama kedua anaknya disisa hidupnya.


...๐ŸŒนBayu dan Elsa๐ŸŒน...


"Sayang, ayo kita duduk lagi!, Aku udah laper banget sayang" ujar Elsa bermanja bersandar di bahu Bayu, memeluk Bayu dengan mesra.


Elsa menarik tubuh Bayu, mengajak dia duduk di meja untuk melanjutkan makan malam nya.

__ADS_1


"Iya sayang" ujar Bayu menoleh ke arah Elsa.


"Kedua anakku begitu menyayangi ku, Meraka bilang kangen sama aku, mereka lucu sekali, aku juga jadi kangen sama mereka" batin bayu


Bayu melamun membayangkan kedua anaknya sembari senyum senyum sendiri tanpa menghiraukan perkataan Elsa.


"Mas, kok malah senyum senyum gitu sih!?, Kamu lagi ngelamunin apa sih?" Tanya Elsa penasaran.


"Besok kita pulang ya!" Jawab Bayu tersenyum


Dia menarik tangan Elsa untuk duduk di meja, dan Bayu duduk di kursi tepat dihadapan Elsa.


"Loh?, Bukannya kita disini 1 hari lagi mas?" Tanya Elsa.


Elsa kaget begitu mendengar Bayu mengajak dia untuk pulang besok pagi.


"Kedua anakku sudah kangen sama aku sayang, kasian mereka, mereka sudah menyuruhku pulang" jawab Bayu.


"Tumben kamu merhatiin mereka mas!? Biasanya juga engga" ujar Elsa memalingkan wajahnya


"Iya mas, aku juga sayang sama mereka ko, maafin aku ya" ujar Elsa tersenyum, tangan Elsa menggenggam tangan Bayu dengan erat


"Terimakasih ya sayang" ujar Bayu mencium kening Elsa


"Iya sayang, mereka kan sebentar lagi jadi anakku, aku pasti akan selalu menyayangi mereka" ujar Elsa.


"Kita balik ke hotel yuk, aku udah cape banget sayang, aku pengen istirahat" ujar Bayu mengajak Elsa untuk kembali ke kamar hotel.


"Ayo sayang" ujar Elsa tersenyum.


merekapun pergi meninggalkan cafe itu menuju hotel tempat mereka menginap.


...๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž...


Esok pagi tepatnya pukul 04.00 Nadira terbangun dari tidurnya, Nadira melihat ke samping ternyata kedua anaknya masih tertidur lelap, Nadira mencium kening kedua anaknya lalu dia bangkit berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan habis itu dia langsung melaksanakan shalat subuh.

__ADS_1


Nadira sudah biasa bangun lebih pagi karena dia harus membereskan semua pekerjaan rumah, mencuci hingga mengurus anggota keluarganya, Nadira tidak pernah menyewa asisten rumah tangga karena dia merasa mampu mengurus semua itu seorang diri.


Tapi setelah dia di vonis penyakit berat, Nadira mudah sekali cape, hingga dia merasa tak mampu lagi mengerjakan semua itu seorang diri, tapi dia ingin sekali menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik disisa hidupnya, maka dari itu, Nadira memaksakan Dirinya, dia berusaha untuk kuat karena dia ingin menjadi contoh yang baik untuk kedua anaknya khususnya Sifa anak perempuan nya.


"Ya Allah, jam berapa ini? Aku harus buru buru membereskan semuanya, aku kan harus kerumah sakit pagi pagi" ujar Nadira sembari menyapu lantai.


Dengan terburu buru dia berjalan menuju dapur, dia harus secepat mungkin membereskan semua pekerjaan nya meskipun dia sudah merasa lelah.


...krriiiiiingg...


...kriliiiing...


...kriliiiing...


...ponsel Nadira berbunyi begitu nyaring...


...tampak nomor dari pihak rumah sakit muncul di layar ponselnya....


''suster, ngapain suster nelpon aku pagi pagi?'' Nadira bertanya tanya.


๐Ÿ“ž Hallo'' Nadira menjawab telpon dengan tubuh gemetar.


๐Ÿ“ž Selamat pagi Bu Nadira, maaf saya sudah menganggu waktu ibu, saya cuma mau mengingatkan kalau hari ini ada jadwal kemoterpi untuk ibu, benar ya Bu ya?'' tanya suster itu dengan suara lantang


๐Ÿ“žBenar sus'' jawab Nadira


๐Ÿ“žSaya ingatkan ya Bu, ibu harus datang pagi pagi agar ibu tidak kena antrian, ibu harus lebih semangat lagi ya bu, agar ibu bisa cepat sembuh, ibu harus melawan penyakit yang mematikan ini'' ujar suster itu memberi semangat kepada Nadira.


๐Ÿ“žIya sus, terimakasih banyak'' ujar Nadira tersenyum.


suster itupun mematikan teleponnya, Nadira langsung menyimpan ponselnya di atas meja, lalu dia duduk sejenak untuk merenung.


"bagaimana aku bisa bersemangat untuk sembuh kalau suamiku saja sudah tidak mengharapkan ku lagi, rasanya itu tidak mungkin" batin nadira


......bersambung......

__ADS_1


__ADS_2