
Hari semakin larut, Bayu melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 15.30, Bayu harus segera bergegas Karena sebentar lagi dia harus berangkat ke luar kota bersama Elsa.
"Ayah tinggal dulu ya sayang, ayah mau beres beres dulu" ujar Bayu bangkit dari duduknya mengelus pundak Ilham dan Sifa.
"Iya ayah"
Bayu pun berjalan meninggalkan kedua anaknya menuju ruang atas, dia sangat buru buru karena Elsa sudah mengchatnya dari tadi.
Bayu memutar engsel pintu kamarnya, dan setelah terbuka terlihat Nadira yang sedang melaksanakan shalat ashar.
"Dia lagi sholat lagi, gimana caranya aku lewat? terpaksa aku harus nunggu dia" batin Bayu
Bayu merasa kebingungan karena lemari bajunya berdiri tepat di hadapan Nadira yang sedang melaksanakan sholat, Bayu terpaksa harus menunggu, dia berdiri di belakang Nadira sampai Nadira selsai melaksanakan shalat.
"Sore ini aku mau berangkat ke luar kota, aku ada banyak sekali pekerjaan disana" ujar Bayu yang melihat Nadira sudah uluk salam.
Bayu berjalan ke hadapan Nadira untuk mengambil handuk.
"Loh, ko mendadak sekali mas?" Tanya Nadira bangkit dari duduknya.
Nadira langsung melepaskan mukena yang terpasang di tubuhnya lalu menyimpannya ke atas nakas.
"Iya, memang mendadak sekali" jawab Bayu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Kenapa dia tiba tiba meminta ijin ke luar kota? Kalau masalah pekerjaan pasti tidak mendadak seperti ini, apa mungkin dia cuma alasan saja? Tapi untuk apa?" Batin Nadira
"Sudahlah gak pp, aku harus percaya kepada suamiku, lagian dia juga keluar kota untuk mencari nafkah, semoga saja allah selalu melindungi kamu mas" batin Nadira
Nadira mencoba menyiapkan baju untuk Bayu kenakan hari ini, Nadira menyiapkan baju kemeja putih dan celana abu abu yang dulu sering dia kenakan sewaktu mereka baru menikah, Nadira sengaja menyimpan baju itu karena dia ingin menyimpan kenangan indahnya bersama Bayu.
"Mas, kamu mau bawa baju yang mana aja? Kalo baju buat sekarang aku sudah siapkan, itu aku simpan di atas ranjang"
"Terserah kamu" jawab Bayu yang masih saja cuek kepada Nadira
Meskipun Nadira tidak lagi dianggap oleh bayu, Nadira tetap melayani Bayu dengan baik, dia melakukan semua itu dengan sabar dan ikhlas karena dia percaya, Bayu pasti akan kembali kepada-nya dan melupakan Elsa.
__ADS_1
"Kamu berangkat sama siapa mas?" Tanya Nadira ingin tau.
Nadira berharap Bayu tidak pergi bersama elsa karena kalau saja mereka sampai pergi berdua, Nadira takut itu akan menjadi fitnah untuk mereka.
"Aku pergi sama Elsa" jawab Bayu menoleh ke arah Nadira.
"Kenapa harus bersama Elsa mas? gak baik laki laki pergi berdua dengan wanita yang bukan mukhrinya, itu dosa!" Ujar Nadira merasa sedikit kesal.
"Dia sekretaris aku Nadira, memang nya kenapa? Toh sebentar lagi dia akan jadi istri aku, aku bebas dong mau ngapain aja sama dia" ujar Bayu.
"Kamu sadar dengan apa yang kamu bicarakan barusan mas? Aku ini masih istri kamu, kamu bisa gak? Sedikiiiiiiiit saja hargai perasaan aku mas?" Tanya Nadira menjatuhkan air matanya.
"Gak bisa" jawab Bayu.
Bayu berjalan meninggalkan Nadira yang sedang menangis tanpa sedikitpun menghiraukan nya.
Bayu benar benar sudah tidak memperdulikan Nadira lagi, dia hanya memikirkan Elsa, Elsa dan Elsa, dia rela berbohong kepada Nadira dan kedua anaknya hanya demi Elsa, demi membuat kekasih hatinya itu bahagia, tanpa memikirkan perasaan istrinya yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun.
"Ya Allah, sesakit inikah rasanya dikhianati? Kuatkanlah aku ya Allah" ujar Nadira terisak
...🌹Di ruang bawah 🌹...
"Ilham, Sifa" teriak Bayu memanggil kedua anaknya.
"Iya ayah" jawab kedua anak pintar itu berlari dari kamarnya.
"Mana anak ayah yang cantik dan ganteng, ayah mau cium dulu" ujar Bayu.
Bayu memeluk kedua anaknya, lalu mencium kening Ilham dan Sifa.
"Ayah pergi dulu ya sayang!, Ilham sama Sifa baik baik di rumah ya, kalian jangan nakal, dan satu lagi kalian harus rajin belajarnya" ujar Bayu mencolek hidung Ilham dan Sifa.
"Iya ayah, kita pasti akan rajin belajar, kita kan mau jadi orang sukses kaya ayah, kita mau bahagiain bunda sama ayah, iya kan de?" Tanya Ilhaam menoleh ke arah Sifa.
"Iya ayah, kita sayang ayah sama bunda, bunda sama ayah jangan tinggalin kita" jawab Sifa menjatuhkan air matanya.
__ADS_1
"Iya nak, ayah sama bunda tidak akan pernah meninggalkan kalian" ujar Bayu memeluk Sifa dengan penuh kasih sayang
"Mereka begitu sangat menyayangi ku dan Nadira, lalu gimana caranya aku bisa berpisah dengan Nadira kalau mereka seperti ini? kenapa aku jadi Gak tega kaya gini sih?" batin Bayu berkonflik
''Ya sudah, ayah berangkat dulu ya'' ujar Bayu melepaskan pelukannya.
Iya ayah, hati hati ya" ujar Ilham dan Sifa.
"Iya sayang, assalamualaikum'' Bayu pergi dengan mengucap salam.
Bayu berjalan meninggalkan Ilham dan Sifa yang berdiri di depan pintu rumahnya. Bayu sebenarnya sangat berat meninggalkan kedua anaknya, tapi dia harus tetap pergi karena dia sudah janji kepada Elsa untuk pergi jalan jalan hari ini, dia tidak mungkin membatalkan janjinya kepada Elsa Karena Elsa pasti akan marah kepadanya, Bayu tidak mau kehilangan Elsa karena Elsa begitu sangat berarti dalam hidupnya saat ini.
"Sayang bunda lagi pada ngapain sih berdiri disitu?" Tanya Nadira yang baru saja turun dari ruang atas.
"Kita lagi lihatin ayah bunda" jawab Sifa dengan mata yang berkaca-kaca.
"Oh, ayah sudah berangkat? Loh ko anak bunda yang cantik ini nangis? Kenapa sayang?" Tanya Nadira memeluk Sifa dengan penuh kasih sayang.
Nadira mengerti dengan apa yang Sifa rasakan saat ini, meskipun Bayu hanya pergi beberapa hari saja, Nadira tetap saja merasa kehilangan.
"Ayah pergi bunda''
''Iya sayang, ayah perginya gak lama ko, cuma 3 hari, ayah juga pasti akan hubungi kita kalau ayah sudah sampai di luar kota'' ujar Nadira mengelus kepala Nadira dengan penuh kasih sayang.
''Iya bunda, nanti kalau ayah telpon, Sifa mau ngobrol ya sama ayah'' ujar Sifa tersenyum.
''Iya nak, nanti kalau ayah telpon pasti handphone nya langsung bunda kasih ke Sifa'' ujar Nadira tersenyum.
''ya sudah, sekarang kita masuk yuk, bunda bacain cerita kesukaan kalian''
Nadira mengajak anaknya untuk bersantai di ruang keluarga, dia sudah terbiasa membacakan komik dan dongeng kesukaan mereka diwaktu luang seperti ini, dia akan selalu mencari cara untuk membuat Ilham dan Sifa nyaman ketika mereka bersamanya.
''Asiiiiikkkk, ayo bunda'' ujar Sifa dan Ilham
...bersambung...
__ADS_1