30 Hari Menjelang Perpisahan

30 Hari Menjelang Perpisahan
ancaman


__ADS_3

...๐ŸŒพtidak bisa di sebut hebat, jika seorang pria mampu menghidupi banyak wanita dengan hartanya, pria hebat adalah dia yang setia dengan satu istri meski dia punya banyak harta, karena layaknya sebuah kapal, hubungan akan cepat keram jika banyak penumpang di dalamnya ๐ŸŒพ...


...Happy reading...


...๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚...


"Selamat pagi anak anak ayah" teriak Bayu mengagetkan kedua anaknya yang sedang sibuk berdandan


"Pagi juga ayah" jawab kedua anak pintar itu berlari memeluk ayahnya dengan erat


"Wiiiiih, anak anak ayah udah pada wangi, ayah jadi gak sabar pengen cepet cepet ajak kalian pergi" ujar Bayu tersenyum


"Kita juga sudah gak sabar pengen cepat cepat pergi sama ayah, sama bunda, kita pake parfum pemberian dari bunda lhoo yah, nii... Wangi kan?'' tanya Sifa tersenyum


"Wangi banget sayang, bunda memang paling jago deeeh pilihin parfum buat kalian" jawab Bayu


"Oh iya yah, bundanya mana? Pagi ini ayah ko gak gendong bunda? Ayooo dong yaaahh, ayah gendong bundanya, biar keliatan lebih mesra" ujar Sifa menarik narik jas ayahnya agar ayahnya mau menggendong Nadira


"Bundanya lagi ganti baju nak, hari ini pinggang ayah lagi sakit banget sayang, hari ini ayah gak gendong bunda dulu ya!'' ujar Bayu nyengir


"Ahhhhh, ayah ko gitu sih? gak seruu ahh" ujar kedua anak pintar itu


Mereka terlihat cemberut ketika ayahnya bilang kalau dia tidak bisa menggendong bundanya.


"Iya deeh iyaaaa" ujar Bayu bangkit dari duduknya


"Horeeeee, gendong!! Gendong!! Gendong!!" Teriak kedua anak pintar itu terlihat gembira


Ilham da Sifapun berjalan mengikuti ayahnya sampai depan tangga, mereka memperhatikan ayahnya yang sedang berjalan menuju ruang atas sembari tersenyum. Ilham dan Sifa memilih menunggu ayah dan bundanya di bawah karena mereka ingin melihat kemesraan ayah dan bundanya yang membuat mereka geregetan.


"Aku udah gak sabar pengen liat bunda di gendong sama ayah, mereka terlihat lucu ya ka" ujar Sifa tersenyum menoleh ke arah kakaknya


"Iya de, kk juga udah gak sabar pengen liat bunda" ujar Ilham


...๐ŸŒบDi ruang atas ๐ŸŒบ...

__ADS_1


Nadira yang sejak tadi bersolek di depan kaca dia sudah terlihat cantik dan menarik, hari ini Nadira mengenakan baju berwarna abu abu, yang dipadu padankan dengan jeans berwarna hitam dengan rambutnya yang selalu dia biarkan tergerai, Nadira melihat pantulan wajahnya di cermin, dia tidak menyangka wajahnya bisa secantik ini dalam kondisinya yang sedang sakit parah, Nadira sangat bersyukur, dia benar benar sangat berterima kasih kepada sang pencipta karena telah memberikan dia kekuatan di saat kondisinya yang sangat memprihatikan ini.


Dia merasa ada keajaiban dalam dirinya, ketika kebanyakan orang lemah melawan sakit yang berbahaya seperti ini, Nadira justru merasa kuat, dia tidak seperti teman seperjuangan nya yang selalu berbaring di tempat tidur, serba di layani bahkan jalanpun mereka di bantu dengan kursi roda, tidak seperti Nadira yang serba capek seperti ini, tapi dia tidak menunjukkan bahwa dirinya sedang sakit, Nadira terlihat seperti orang sehat seperti pada umumnya, hanya saja dia sudah tidak kuat jalan terlalu jauh.


"Kamu cantik" ujar Bayu yang tiba tiba muncul di belakangnya


" Terimakasih mas" ujar Nadira tersenyum manis


"Ayok kita turun, anak anak sudah menunggu kita dari tadi" ujar Bayu


Baju langsung jongkok agar Nadira Bisa dengan mudah naik ke punggungnya.


"Tidak perlu mas, aku bisa jalan sendiri ko" ujar Nadira menolak untuk di gendong


"Kamu mau melihat kedua anak kita kecewa, mereka sudah menunggu kita di bawah, mereka ingin melihat ayahnya menggendong bundanya seperti biasa" ujar Bayu keukeuh


"Iya mas"


Nadirapun naik ke atas punggung Bayu, memeluk Bayu sembari tersenyum manis, inilah waktu yang paling dia inginkan, karena disaat bayu menggendong nya, Nadira merasa lebih dekat dengannya.


"Aku berat gak mas?" Tanya Nadira tersenyum sembari bermanja kepada suaminya itu


"Untuk pertama kalinya dia bilang sayang ke aku setelah sekian lama ucapan itu hilang dari bibirnya, semoga saja ini adalah awal yang baik untuk hubungan ku bersama dia ya Allah, karena aku sudah tidak punya banyak waktu" batin Nadira


Bayu pun melanjutkan langkahnya berjalan menuju ruang bawah sembari tersenyum manis, Entah kenapa saat dia menggendong Nadira dia merasakan kenyamanan dan ketenangan hati yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, Bayu benar benar bingung dengan apa yang dia rasakan saat ini.


"Horeee, ayah sama bunda sudah turun" teriak kedua anak pintar itu


"Iya sayang, kalian berdua sudah nunggu bunda sama ayah ya? Maaf ya, gara gara bunda kalian jadi lama menunggu" ujar Nadira yang masih berada di punggung suaminya


"Gak pp bunda" ujar kedua anak pintar itu


"Ayooo sekarang kita sarapan yuk, bunda sudah siapin Makanan kesukaan kalian" ujar Nadira


Merekapun berjalan menuju meja makan untuk menyantap hidangan yang sudah Nadira siapkan, terlihat ayam goreng, ikan goreng serta sayur mayur, sudah siap di atas meja.

__ADS_1


"Dia memang seorang ibu yang baik, selain cantik, dia juga pintar sekali membagi waktu antara pekerja rumah dan mengurus kami, di pagi pagi buta seperti ini saja dia sudah membereskan semua pekerjaan rumah, dia juga menyiapkan makanan yang enak seperti ini, jadi untuk apa aku mencari perempuan lain sedangkan istriku saja sudah sempurna seperti ini" batin bayu


...kriliiiing...


...kriliiiing...


...kriliiiing...


...ponsel Bayu berbunyi begitu nyaring...


...Bayu mengambil ponselnya yang dia simpan di saku jasnya...


setelah di lihat, nampak nomor Elsa muncul di layar ponselnya


''Sebentar ya sayang! aku mau angkat telepon dulu" ujar Bayu kepada Nadira


"Iya mas" ujar Nadira


Bayu berjalan menuju depan rumah nya untuk mengangkat telpon dari Elsa


๐Ÿ“žHallo" Bayu mengangkat telpon


๐Ÿ“žHallo sayang, kamu lagi ngapain?" tanya Elsa


๐Ÿ“žAku lagi sarapan bersama anak anak, memang nya ada apa sih?" tanya Bayu


๐Ÿ“žAku lagi jenuh nih mas, Kita jalan ke mall yuk" Elsa mengajak Bayu untuk pergi bersamanya


๐Ÿ“žAku gak bisa Elsa, aku udah janji sama kedua anakku kalau aku mau nemenin mereka hari ini, lagian kan kemarin sudah, ini giliran aku untuk pergi bersama mereka" ujar Bayu menolak


๐Ÿ“žGak bisa, pokoknya aku mau jalan sama kamu hari ini, aku jenuh mas sendirian di rumah, kalau kamu gak mau aku akan datang ni kerumah kamu" ujar Elsa mengancam Bayu


๐Ÿ“žI iya Elsa, hari ini aku mau jalan sama kamu" ujar Bayu


๐Ÿ“žGitu dong mas, aku kan jadi makin cinta sama kamu" ujar Elsa

__ADS_1


...bersambung...


...jangan lupa hadiah n votenya ya ๐Ÿ™...


__ADS_2