
"Kamu mau kemana elsa?" Teriak Bayu yang melihat Elsa keluar dari ruangan.
Elsa tidak menghiraukan teriakan Bayu, dia bergegas pergi dari ruangan itu berlari menuju mobil sembari menangis sesegukan.
"Mau kemana dia? Bukannya bantu urusan suami dia malah pergi gitu aja, ahhh sial!!'' ujar bayu sembari memukul meja kerja dengan kedua tangannya.
Tok
Tok
Tok
Suara orang yang mengetuk pintu ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Masuk!" Teriak Bayu.
"Maaf pak, bapak dipanggil pak Prakoso" ujar surya karyawan kepercayaan Bayu.
"Sebentar lagi saya turun kebawah" ujar Bayu menganggukkan kepalanya dengan wajah yang penuh kebingungan.
"Baik pak, saya tunggu di bawah, saya harap bapak bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita, ini peluang bagus untuk kemajuan perusahaan" ujar surya tersenyum dia seakan mempercayakan semuanya kepada Bayu, padahal bayu sendiri bingung entah apa yang harus dia lakukan saat ini.
"Tamat sudah riwayatku" batin Bayu.
Sementara itu di dalam ruangan, Surya mencoba menahan pak Prakoso yang sudah hampir beranjak. Dia meminta waktu 1_5 menit lagi sampai Bayu datang dari ruangannya, tapi handphone pak Prakoso terus berbunyi, dia melihat yang menelponnya itu adalah kliennya kebetulan dia juga sudah ada janji untuk meeting setelah pertemuannya dengan Bayu, tapi berhubung tidak ada putusan dari Bayu jadi dia memutuskan untuk membatalkan meeting mereka hari ini karena dia harus segera memenuhi panggilannya dari kliennya yang satu lagi.
"Maaf pak Surya, saya harus segera pergi, saya sudah ditunggu oleh klien saya" ujar pak Prakoso kepada Surya.
__ADS_1
"Baik pak!" Ujar Surya dengan wajah penuh kekecewaan.
Pak Prakoso pun bangkit dari duduknya berjalan meninggalkan ruangan meeting itu menuju tempat parkiran, tapi ketika dia melewati tangga dia bertemu dengan Bayu sedang turun dari ruangan atas, pak prakoso pun menyapa Bayu untuk meminta izin pergi dari perusahaannya selain itu dia juga ingin menyampaikan rasa tidak enaknya karena sudah membatalkan meeting yang sangat penting itu.
"Pak bayyu, maaf sekali saya harus membatalkan meeting ini, saya harus segera pergi ke tempat lain karena saya sudah ada janji dengan orang lain, Sekali lagi saya mohon maaf" ujar pak Prakoso.
"Tapi pak, gimana dengan bisnis perusahaan kita?" tanya Bayu. dia terlihat panik ketika pak Prakoso membatalkan meeting itu.
"Mohon maaf pak, untuk sementara saya terpaksa batalkan dulu kerjasama kita, insyaallah nanti kalau ada proyek lagi saya akan kabari bapak" jawab pak Prakoso sembari tersenyum manis. pak Prakoso terlihat sangat sopan sekali karena memang dia sangat menghormati keluarga Nadira. pak Prakoso tidak tau kalau sekarang perusahaan itu diambil alih oleh Bayu, jika saja dia tau Bayu memperlakukan Nadira seperti ini mungkin dia tidak akan Sudi kerjasama dengan orang seperti Bayu.
"Baik pak" ujar Bayu pasrah.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak, selamat siang" ujar pak Prakoso sembari berjalan meninggalkan Bayu menuju tempat parkiran.
__ADS_1
"Aaaaarrrrgh..." teriak Bayu dengan penuh emosi. dia memukul tembok yang ada di hadapannya itu dengan tangan kanannya, dia sangat menyesal dengan kejadian ini andai saja malam itu dia tidak memberikan berkas penting itu kepada Clara mungkin sekarang meeting berjalan dengan lancar. dan dia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
sedikit dulu ya