Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
S2_18. Norman Adiguna


__ADS_3

Berlian ikut Sean dan Evelyn ke sebuah pesta. Pesta ini rutin diadakan dua bulan sekali diantara para pebisnis untuk saling bertemu. Tentu saja tujuan utama dari diadakannya pesta adalah untuk menguatkan relasi diantara para pebisnis. Obrolan mengenai kerjasama dan juga masalah bisnis sangat kental.


Diantara mereka juga banyak para anak muda yang juga berpakaian formal dan mewah. Sama seperti orang tua mereka. Di bisnis ini, penampilan menunjukkan status dan prestis mereka di dalam kalangan.


Para anak muda akan berkumpul dengan generasi muda seusia mereka. Tapi Berlian baru pertama kali mengikuti acara seperti ini. Itupun karena Sean yang memintanya ikut karena ia akan memperkenalkannya pada seseorang.


Berlian berdiri di samping Evelyn dengan minuman soda di tangannya. Acara belum resmi dimulai. Jadi inilah waktu yang tepat bagi semua orang untuk saling menyapa demi kenyamanan koneksi mereka.


Sean bisa dikatakan sebagai pebisnis di barisan atas. Secara alami, bukan dia yang mencari koneksi. Tetapi orang-orang itu yang akan sibuk menemuinya meskipun hanya untuk sekedar menyapa. Karena Berlian yang berdiri di sisi Evelyn, tentu saja semua orang akan mempertanyakan identitasnya.


Berlian memperhatikan Sepasang suami istri mendatangi mereka. Sepertinya, daddy nya memperlakukan dua orang ini atau lebih tepatnya, pria ini dengan spesial. Paling banyak Sean hanya akan membalas sapaan mereka tanpa berniat untuk berbagai basi selain hanya untuk sekedar memberi muka. Namun dengan pria yang baru datang ini Sean sepertinya lebih dapat berkompromi dengan terus berbagai basi. Bahkan Evelyn dan wanita itu juga bernama basi ringan.


"Nah Brily sayang, ini yang mau daddy kenalkan padamu." Setelah selesai dengan basabasinya, Sean memandnag Berlian yang masih brrdiir di samping Evelyn seperti patung sejak awal.


Berlian baru memperhatikan dengan jelas pria itu.  Pria berambut perak di depan Sean yang tersenyum hangat padanya. Senyumnya itu lembut. Namun wajahnya jelas-jelas terlihat tegas dan berwibawa. Melihat fitur wajahnya yang masih terlihat tampan dengan penampilannya saat ini,  bisa dilihat bahwa masa muda pria ini ada di atas puncak saat masih muda.


Di sampingnya, berdiri seorang wanita cantik dengan rambut yang gak ditanggulangi dengan begitu rapi. Lengannya melingkar di lengan Norman. Sedangkan postur tubuhnya saat berdiri jelas terlihat elegan dan bergaya. Dalam slesai pandang, dapat diketahui bahwa dia adalah nyonya rumah yang berkuasa.


"Ini adalah tuan Norman. Kamu sangat beruntung dapat bertemu beliau malam ini. Biasanya tuan Norman ini jarang memiliki waktu luang." Sean dengan semangat memperkenalkan teman baiknya itu pada Berlian.


"Ahahaha Sean! Kamu masih saja suka bercanda. Jika aku ini dikatakan orang yang begitu sibuk, lalu bagaimana denganmu?" Norman menepuk pundak Sean.


"Oh ya! Ini putrimu yang kamu selalu ceritakan itu?" Norman memperhatikan Berlian dengan seksama. Melihat ke dalam mata Berlian. Dengan pandangannya ini, Berlian merasa bahwa pria itu telah menelanjangi dirinya.


"Selamat malam tuan Norman. Saya Berlian." Berlian mengulurkan tangannya dengan hormat. Senyum simpul menghiasi bibirnya. Sampai saat ini, bahkan bibir Berlian terasa kaku karena dari tadi dipaksa untuk terus tersenyum. Bahkan dialog memperkenalkan dirinya sudah lancar ia ucapkan tanpa perlu bersusah payah untuk merangkainya lagi.

__ADS_1


"Bagus sekali. Bagus! Ini memang putri tuan Sean. Sangat sopan. Saya sangat puas." Norman berbinar sambil menarik tangan Berlian ke atas dan ke bawah.


"Tapi kamu tidak boleh memanggilku dengan sebutan yang begitu formal. Telingaku terasa sangat gatal. Panggil saja om Norman. Kamu sepertinya seusia putri om juga." Norman mengedarkan pandangannya di sekeliling. Mencari keberadaan putrinya yang juga ia bawa menghadiri pesta ini.


"Dimana putri om tadi? Om membawa salah satu putra om juga. Sepertinya dia ikut dengan kakaknya itu." Ucap Norman sedikit menyesal karena tidak bisa memperkenalkan putra dan putrinya pada Berlian setelah ia tidak kunjung dapat menemukan mereka dimanapun.


"Tidak apa om Norman. Bukankah pesta baru saja akan dimulai? Saya pasti masih memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan putra dan putri om Norman." Berlian merasa sedikit familiar dengan Norman. Apalagi raut wajah ramah yang ditunjukkan laki-laki itu yang membuatnya merasa nyaman di dalam hatinya.


"Bagus. Itu bisa dianggap kalau kalian semua setuju untuk berada satu meja dengan kami kan?" Norman sangat senang.


"Itu tidak masalah. Kami juga hanya datang bertiga." Jawab Sean.


"Sempurna." Norman mengangguk.


Norman Adiguna adalah seorang pebisnis sukses. Meskipun pusat industrinya ada di luar ibu kota, koneksi dan kharisma Norman di ibu kota tidak  isa diabaikan. Mewarisi bisnis keluarga yang sudah bertahun-tahun berjalan membuat Norman menjadi pebisnis yang handal. Semua langkah yang diambilnya untuk perusahaan tidak pernah membuat masalah pada perusahaannya.


Tetapi semua orang tidak ada yang begitu sempurna. Nyatanya, kehidupan keluarganya jauh dari kata damai. Meskipun di mata dunia keluarga Norman sangat harmonis,  hanya orang yang ada di dalam keluarga dan orang kepercayaan saja ya gak tahu bahwa itu adalah kehidupan keluarga yang sangat rumit.


Norman ditunangkan sejak muda. Tetapi ia telah jatuh hati pada wanita lain. Dan karena cintanya yang tidak didirestui oleh keluarganya, ia pun memilih mendaki jalan belakang. Ia menikah diam-diam dengan kekasihnya selain tetap menikah dengan wanita pilihan orang tuanya karena kondisi yang memaksanya.


Di tahun-tahun pertamanya pernikahan resminya, ia tidak pernah menyentuh bahkan mendekati istri sah nya. Di sisi lain, istri yang dinikahinya dengan tidak sah malah telah mengandung putranya.


Norman mengira bahwa hubungannya dengan kekasihnya tidak akan diketahui karena ia menyembunyikannya dengan sangat baik. Namun, orang kepercayaannya  justru mengkhianatinya dengan memberitahu keluarganya tentang hal itu.


Mengetahui perselingkuhan yang dilakukan, orang tuanya mengancam bahwa mereka tidak akan membiarkan kekasihnya melahirkan jika istrinya itu tidak hamil.

__ADS_1


Jadi, Norman, di bawah ancaman keluarganya mengkhianati cintanya dengan membuat istrinya juga hamil.


Tidak ada yang menduga, kekasihnya mengalami pendarahan saat ia berusaha melahirkan putra untuknya. Dan akhirnya kekasihnya itu pun meninggal.


Dengan kematian kekasihnya, Norman hancur bahkan berniat menghabisi dirinya sendiri jika dia tidak mengingat pesan terakhir kekasihnya untuk menjaga putra mereka. Jdinuntuk putra mereka inilah, ia akhirnya tetap bertahan.


Norman pulang ke rumahnya dengan membawa putra yang dianggap sebagai hasil perselingkuhan. Tetapi Norman tidak pernah menganggapnya seperti itu. Di matanya, putra kecil di tangannya itu adalah bukti kedalaman cintanya dan kekasihnya.


Tetapi dia tidak bisa mengendalikan dunia begitu saja. Apalagi saat putra sah nya juga lahir. Semua perhatian dan kasih sayang semua dicurahkan padanya. Dan Putranya yang satu diperlakukan dengan buruk di rumahnya sendiri. Putranya telah menjadi musuh semua orang. Yang bahkan bisa ditindas oleh seorang pembantu.


Itulah sebabnya Norman dengan berat hati memisahkan diri dari putranya. Mempercayakan nya untuk dirawat orang lain. Demi melindunginya, Norman perlahan menjauh dari putra tercintanya. Dia akan bersikap seolah dia tidak menyayangi putranya itu di permukaan. Tetapi, dia akan secara diam-diam memberikan semua yang dibutuhkannya.


Dan semua penderitaan yang dialami dirinya dan putranya itu, adalah ulah wanita berhati ular yang berdiri angkuh di sampingnya.


Di mata dunia, keduanya adalah pasangan serasi yang sempurna. Tetapi, hanya mereka yang tahu bagaimana hubungan keduanya yang tidak pernah lebih dari sekedar hubungan bisnis.


"Tidak salah tuan Sean memberi nama Berlian. Sama dengan penampilan dan kejernihan hatinya." Ucap Norman dengan haru. Berlian tidak mengerti mengapa Norman menatapnya dengan cara yang demikian.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir ~>(*,*)<~

__ADS_1


__ADS_2