Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_45. Gantian Menginap


__ADS_3

Setiap akhir pekan, Sean akan mengajak Evelyn,Bryan dan Berlian ke rumahnya. Baik Sean dan Evelyn kini sengaja mengosongkan jadwal akhir pekan mereka yang biasanya jarang mereka lakukan. Semua mereka lakukan demi kebahagiaan Bryan dan Berlian.


Sean memanjakan keduanya. Bermain dan bercanda. Mansion yang biasanya sepi terlihat sangat berbeda setiap kali ketiga orang itu datang. Berwarna dan penuh kebahagiaan.


Para maid yang bekerja di sana pun merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang dirasakan majikan mereka. Biasanya mereka hanya serius mengerjakan tugas mereka, hari ini mereka bekerja dengan senyum yang terpatri di bibir. Sungguh menyenangkan. Membuat pekerjaan terasa ringan. Mereka semua berharap agar majikan mereka segera menikahi Evelyn sehingga mansion akan selalu ramai dengan canda tawa.


Apalagi Evelyn memperlakukan mereka dengan baik. Dan baru mereka ketahui jika Evelyn ternyata sangat pandai memasak. Wanita itu memasak selagi Sean dan kedua anaknya sedang bermain. Dan masakannya terasa enak. Mereka selalu mendapatkan jatah jika Evelyn memasak karena Evelyn selalu masak dengan porsi yang banyak.


Siang ini, Evelyn kembali masuk ke dapur setelah makan siang. Kali ini Evelyn ingin membuatkan brownies keju kesukaaan Bryan dan dirinya. Dia juga membuat brownies keju kesukaaan Berlian. Sedangkan Sean tidak begitu menyukai sesuatu yang manis.


”Mbak di oven masih ada satu brownies coklat. Lima belas menit lagi matang. Itu buat kalian cicipi. Maaf ya kalau tidak enak.” Evelyn berkata sambil menata brownies yang sudah ia potong dan ia susun di atas dua piring.


”Terima kasih nyonya. Apapun yang dibuat nyonya pasti enak.” puji seorang maid yang membantu Evelyn di dapur. Perkataannya diangguki oleh teman-temannya yang lain.


”Iya nyonya. Itu benar. Nyonya sangat pandai membuat apapun.” tambah yang lain.


”Tangan nyonya seperti mempunyai sihir yang bisa membuat apapun menjadi enak! Nyonya seperti peri!” puji yang lain semangat.


Evelyn tertawa renyah mendengarnya. Para maid di mansion Sean ini sangat menyenangkan. Tidak seperti vila keluarganya yang akan menjaga jarak darinya.


”Hahahaha. Kalian bisa saja. Tidak perlu memuji seperti itu. Jika kalian mau, Aku akan membuatkan kalian lagi lain kali.” Evelyn menatap mereka dengan serius.


”Nyonya bukan seperti itu maksud kami. Itu kami ucapkan dari dalam hati.” seorang maid menggelengkan kepalanya. Mereka memuji Evelyn bukan karena takut jika Evelyn marah jika tidak mereka puji. Atau mereka memuji hanya untuk mendapatkan kue lain kali. Tetapi mereka memuji Evelyn karena memang keterampilan memasak Evelyn adalah yang terbaik. Masakan apapun yang dibuat Evelyn akan terasa sangat enak.


”Sudah tidak apa-apa. Aku hanya bercanda. Tidak perlu dianggap serius.” Evelyn tersenyum. Ia hanya sedang bergurau. Tetapi mereka semua menganggapnya serius dan menjadi takut.


”Ya sudah aku akan bawa ini ke kolam dulu. Mereka sudah berenang terlalu lama.” Evelyn mengangkat nampan berisi di piring brownies.


”Saya akan membantu membawakan minumannya nyonya.” seorang maid menawarkan bantuannya. Evelyn tersenyum dan berterima kasih padanya.


Bryan yang pertama melihat Evelyn datang. Ia segera berteriak senang memanggil mommynya.

__ADS_1


”Mommy ayo turun sini. Kita renang bareng!” Bryan menepuk-nepuk air di sekitarnya. Membuat cipratan-cipratan yang terlihat menyenangkan.


Sean dan Berlian yang membelakangi Evelyn segera berbalik dan senang melihat Evelyn.


”Kalian sudah berenang terlalu lama. Cepat keluar dari air. Nanti masuk angin.” perintah Evelyn sambil meletakan nampan di atas meja. Maid yang membawa minuman juga meletakkan nampannya di atas meja dan segera pergi.


”Sebentar lagi ya mom! Berenang di sini sangat menyenangkan.” Bryan menolak.


”Tidak ada alasan. Ayo keluar!” Evelyn berkacak pinggang dan menatap tajam putranya yang enggan keluar dari kolam. Padahal saudarinya sudah naik dan memakai bathrobe setelah mengelap badannya yang basah.


”Bry dengarkan mommy. Sekarang kita keluar dulu. Kapan-kapan kita berenang lagi ya.” Sean yang masih berada di kolam renang menghampiri Bryan yang cemberut.


”Daddy janji?”


”Ya.”


”Baiklah.” Bryan pun akhirnya menurut dan keluar dari air bersama Sean. Laki-laki itu dengan telaten mengelap tubuh miniaturnya dengan handuk. Ketika ia hendak memakaikan bathrobe pada Bryan, Evelyn datang dan mengambil alih pekerjaan nya.


”Wah mommy membuat brownies.” sorak Bryan senang saat melihat apa yang ada di tas piring. Ia segera berlari dan duduk manis menikmati brownies buatan mommynya.


Sean dan Evelyn menyusul anak mereka duduk. Sean mengambil segelas es dan meminumnya.


”Nanti malam antarakan kami pulang Sean.” ucap Evelyn tiba-tiba.


”Kenapa mom? Bukankah akhir pekan waktunya menginap di rumah Daddy?” tanya Berlian tidak terima. Ia belum puas bermain dengan Daddynya.


”Iya mom. Kita menginap saja ya.”


”Tidak bisa sayang. Malam ini kita harus pulang.”


”Kenapa?” kali ini Sean yang bertanya. Dalam satu Minggu ia hanya bisa menghabiskan waktu satu malam untuk memeluk putra putrinya. Apa yang bisa membuatnya tidak bisa mendapatkan jatahnya?

__ADS_1


”Kita menikah tidak sampai dua Minggu lagi Sean. Setelah itu kita memiliki lebih banyak waktu. Tapi dengan papi dan mami? Setelah kita menikah mereka akan mengalami hal sama denganmu. Jauh dari anak dan cucu-cucu mereka. Jadi aku ingin menghabiskan waktu bersama mereka.” jelas Evelyn.


”Baiklah. Karena begitu aku yang akan gantian menginap di vila kalian.” Sean memberikan idenya. Ide yang menurutnya paling briliant dari semua ide yang pernah ia dapatkan.


Akhirnya, setelah menghabiskan waktu sore mereka di pinggir kolam, Evelyn menyuruh kedu anaknya untuk segera mandi dan bersiap. Mereka akan makan malam bersama dengan keluarga Maxim. Lagipula, Sean belum bertemu Justin secara resmi. Saat ini juga waktu yang tepat.


Jarak antara mansion Kingston dan villa keluarga Marcus cukup jauh. Memerlukan setidaknya satu setengah jam perjalanan untuk sampai dengan kecepatan sedang.


Bryan dan Berlian yang duduk di belakang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Berlian masih sibuk mengawasi perkembangan masalah yang terjadi di perusahaan Daddynya. Siang siang tadi, ia mendapatkan informasi terbaru. Berkat Berlian, masalah dapat dikendalikan.


Paling tidak, harus Sean sendiri yang memutuskan karena penghianat adalah salah satu pemegang saham yang kemungkinan sedang berada di bawah ancaman seseorang.


Sedangkan Bryan, apalagi jika bukan bermain game.


”Anak-anak masukkan ponsel kalian. Kita sudah sampai.” Evelyn menengok ke belakang dengan tangan nya membuka seatbelt.


”Baik mom!” seru kedua anaknya sambil menyimpan ponsel mereka dan segera turun.


Evelyn dan Sean berjalan bergandengan tangan dengan Bryan dan Berlian yang ada di sisi kanan dan kiri mereka. Tangan keempatnya saling tertaut dan bergerak seirama.


”Ada tamu?” gumam Evelyn menghentikan langkahnya saat melihat ada mobil asing yang ad di depan villanya. Tempat tinggal mereka sangat jarang mendapatkan tamu karena memang tidak banyak yay mengerti dimana tempat tinggal mereka. Ketiga orang yang berjalan bersamanya juga berhenti.


”Siapa tamunya?” Sean menoleh dan bertanya pada Evelyn. Dan Evelyn yang juga tidak tahu menggedikkan bahunya.


”Kenapa berpikir terlalu lama. Ingin tahu ya masuk saja.” Bryan menarik tangan Evelyn yang ia gandeng. Membuat kedua orang lainnya ikut tertarik juga.


*


*


*

__ADS_1


Siapakah tamunya?


__ADS_2