Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_46. Undangan Makan Malam


__ADS_3

Tiga orang tamu yang duduk dengan Maxim dan Laura berdiri saat Bryan masuk sambil menarik Evelyn dan lainnya. Anak laki-laki itu menghentikan langkahnya setelah mengetahui siapa orang yang datang untuk bertamu. Dua orang lainnya memang tidak kenal, tetapi perempuan yang berdiri dengan kesal Di tengah dua yang lain tentu saja ia sangat mengenal nya.


Meskipun ia baru bertemu dengan Vina satu kali, pria cilik itu tahu jika perempuan itu mempunyai masalah dengan mommynya. Ia pun menyimpulkan jika kedua orang lainnya juga pasti sama. Seketika, Bryan menekuk bibirnya.


“Sandra sudah pulang? Mama, Vina dan papamu datang untuk mengunjungimu.” Ani menyapa dengan senyum lebar yang dipaksakan.


“Untuk apa kalian kemari?” Evelyn menatap Ani dengan jengah. “Aku rasa tidak ada apa-apa lagi di antara kita.” Lanjutnya. Menatap dengan sedih pria yang dulu sangat menyayanginya itu.


“Sandra, papa mohon dengarkan penjelasan papa.” Tomy berjalan mendekat. Tetapi Evelyn memeri isyarat agar laki-laki itu menghentikan langkahnya.


Dengan canggung Tomy berhenti. Kemudian pandangannya menatap dua bocah kecil yang memberinya tatapan permusuhan. “Kalian sudah sebesar ini ya.”


“Untuk apa kalian datang kemari? Tidak perlu bertele-tele.” Evelyn kembali bertanya.


“Kami kemari karena upacara pernikahan mu akan segera berlangsung. Papa dan mama ingin mengundang kalian untuk makan malam.”


“Tidak perlu. Pernikahan ku tidak ada hubungannya lagi dengan kalian.” Evelyn menolak.


“Ini... Papa menemukan album foto masa kecilmu kemarin. Dan papa berniat memberikannya setelah makan malam.”


Mendengar apa yang dikatakan Tomy tentang album Poto masa kecilnya tubuhnya gemetar. Giginya menggertak dengan marah. ia yakin di dalam album itu pasti ada foto mamanya. Setelah Ani datang ke rumahnya, semua foto yang ada hubungannya dengan mamanya telah disembunyikan. Dan Evelyn tidak pernah melihatnya lagi setelah itu. Hanya satu foto yang ia temukan dengan tidak sengaja yang diletakkan di belakang foto papanya.


“Benar Sandra. Yang dikatakan papamu benar.” Ani segera maju dan mendukung apa yang dikatakan Tomy.


“Baiklah. Aku akan datang.”


“Itu bagus! Jangan lupa mengajak tuan Sean juga.” Ani berkata sambil melirik Sean. Ingin berbicara secara langsung tapi tidak memiliki keberanian. Jadi hanya bisa berkata melalui Evelyn meskipun orang yang ingin di ajak bicara ada di depannya.

__ADS_1


“Ya.”


“Baiklah. Kalau begitu datanglah besok lusa. Papa akan meminta maid untuk memasak makanan kesukaanmu.” Tomy sangat senang.


“Tidak perlu repot-repot. Sebenarnya kalian hanya perlu menyiapkan album foto itu.” Evelyn berkata dengan dingin.


“Uh baiklah.” Tomy mundur demi melihat aura yang dimiliki Evelyn yang sangat berbeda dengan Sandra di masa lalu.


“Kalau tidak ada apa-apa lebih baik cepat keluar dari sini.”


“Kau..!” Vina hampir saja meledak marah jika Ani tidak menahannya.


Sejak awal, ia tidak setuju dengan rencana ini. Apalagi datang secara langsung untuk memberikan undangan. Ia sudah tahu jika mereka tidak akan diterima dengan baik.


Vina sangat kesal mengetahui jika Sandra yang dulu hanya bisa ia tindas sekarang mampu bertahan bahkan dapat melawannya. Apalagi wanita itu juga mendapatkan dukungan yang begitu kuat. Sejak mereka mengusir Sandra dan ada orang yang datang untuk mengambil barang-barang saudari tirinya itu, ia sudah tahu orang yang menerima Sandra pasti bukan orang biasa. Tapi dulu ia menyangka jika Sandra akan dijual. Karena itulah mereka memberikan uang yang banyak saat itu.


Tapi tidak menyangka jika Sandra malah diangkat anak oleh orang kaya. Orang tua angkat Sandra lebih hebat dari papanya sendiri. Sungguh membuat iri saja.


“Jika kamu tidak ingin pergj, tidak perlu pergi. Untuk masalah album foto itu, papi bisa mendapatkannya untukmu.” Maxim melihat Evelyn yang menyukai kedatangan keluarga aslinya.


“Tidak Pi. Aku akan pergi. Aku ingin lihat rencana apa yang mereka siapkan untukku.”


“Papi tenang saja. Aku akan menjaga Evelyn nanti.” Maxim mengangguk setuju. Meskipun ia tidak rela membiarkan Evelyn pergi, ia masih menghormati keinginan Evelyn dan percaya pada kemampuan putrinya itu dalam mengatasi masalah.


**


Dua hari kemudian, Evelyn dan Sean akhirnya datang ke kediaman Winata. Dua anak mereka yang merengek meminta ikut pun sengaja mereka tinggal. Datang ke sarang ular tidak ada baiknya untuk kedua anak mereka yang masih kecil itu.

__ADS_1


Sean menggandeng tangan Evelyn semenjak keduanya turun dari mobil. Keduanya tampak serasi dengan gaun yang memang berpasangan berwarna biru Dongker. Sean yang tampak gagah dan tampan dengan setelan jasnya. Kemeja abu-abu membalut tubuhnya yang terbentuk indah. Evelyn juga tak kalah penampilannya. Ia cantik dan anggun, namun memancarkan aura keagungan yang mengimbangi aura Sean yang mendominasi.


Tomy, Ani dan Vina sudah berjajar menyambut kedatangan mereka begitu kedua orang yang mereka tunggu telah datang. Senyum di bibir Tomy merekah begitu melihat sang putri dan calon menantunya datang memenuhi undangan darinya.


Di sampingnya, Ani juga melebarkan senyumnya yang tampak lebar meskipun dipaksakan. Tipe wanita seperti Ani ini adalah tipe-tipe wanita yang sering memainkan peran apapun demi mencapai tujuannya.


Acara makan malam kali ini dialah yang mengaturnya. Bisnis keluarga Winata sedang tidak baik akhir-akhir ini. Jika mereka memiliki Sean yang mendukungnya di belakang, keadaan buruk seperti ini pasti dapat dengan mudah dibalikkan seperti mudahnya membalikkan telapak tangan.


Tomy awalnya menolak ide itu. Bagaimanapun, ia merasa kecewa pada putrinya yang telah membuat malu keluarga. Apalagi putrinya itu dengan berani memisahkan diri dari keluarganya dan mengganti identitas nya. Namun demi perusahaannya, ia akhirnya menyetujui usul Ani untuk meminta bantuan Sandra untuk meminta bantuan Sean.


Lain melihat dari sisi Tomy, lain pula dengan apa yang ada di dalam pemikiran Ani dan Vina mengenai acara makan malam ini.


Kedua wanita ular itu memiliki rencana mereka sendiri. Yang tentu saja merek sembunyikan dari Tomy.


Jika dilihat dari wajah dan bentuk tubuh, Vina dan Sandra tidak jauh beda. Keduanya cantik dan sexy. Dan Sean, adalah seorang laki-laki sempurna yang pantas untuk diperjuangkan.


Sean dan Sandra memiliki anak di luar nikah sebelumnya, itu menandakan Sean bukanlah seseorang yang sulit dirayu. Dengan modal kecantikan dan kesexiannya malam ini, Vina ingin menggaet Sean dari Sandra.


Malam ini, Vina tampil dengan sangat cantik. Gaun malamnya terlihat pas di tubuhnya. Gaun berwarna hitam itu menempelkan lekuk tubuhnya yang indah. Bagian atas dan bawahnya menonjol dengan sempurna. Melambai menggoda hasrat laki-laki yang melihatnya. Apalagi dengan potongan pendek yang hanya mampu menutupi tidak sampai dari setengah paha mulus dengan kulit seputih susu yang akan membuat kaum Adam menelan ludah mereka dengan melihatnya saja.


“Malam ini, Penampilan Sandra tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ku.” Vina mencibir di dalam hati melihat riasan wajah Evelyn yang tampak biasa malam ini. Bahkan rambut wanita itu hanya digerai tanpa hiasan satu pun.


“Dengan pesonaku malam ini, aku pastikan Sean akan berpaling darimu dan terpikat pesonaku. Aku ingin melihat kamu menangis darah untuk itu Sandra.” Lanjutnya tersenyum miring melihat Evelyn yang memasang senyum kebanggaan nya.


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih sudah mampir Kaka ?Sebelum pergi tolong sempatin jempolnya hadir biar akoh tambah semangat nulisnya 😘


__ADS_2