Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
S2_84. Apa Kamu Tertarik?


__ADS_3

Berlian duduk dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya ditopang di atas paha seperti siswa sekolah yang baru saja diketahui melanggar peraturan dan sedang disidang oleh guru BK. Namun bedanya, yang ada di depannya bukanlah gurunya, melainkan calon suaminya, Johan.


"Jadi, apa kamu sudah puas bersenang-senang?" Johan menatap geli Berlian yang menundukkan kepalanya sejak ia datang.


"Jangan marah. Aku hanya sedang belajar." Berlian dengan takut - takut melirik Johan.


"Belajar apa?" Johan menarik sudut bibirnya. Wajah Berlian yang tampak takut untuk dimarahi terlihat sangat mengemaskan.


"Itu... kamu kan tahu aku tidak terbiasa berbicara dengan orang lain. Sedangkan ibu tirimu itu nantinya juga akan menjadi ibu mertuaku. Jika aku tidak belajar bicara dan memainkan drama, bagaimana nantinya aku tinggal bersamanya?" Berlian cemberut. Perkembangan di hidupnya benar-benar terjadi terlalu cepat. Baru beberapa bulan yang lalu ia masih menjadi putri yang dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Namun keadaan begitu cepat berkembang hingga ia sudah harus menjadi istri orang lain.


Memikirkannya benar-benar membuat Berinteraksi frustasi. Dia belum siap. Dia panik memikirkan apa saja yang akan terjadi setelah ia menikah nantinya. Jadi dia menandatangani kontrak untuk bermain film itu juga karena rasa panik nya menghadapi ibu mertua yang galak.


"Siapa bilang kamu akan tinggal bersamanya?" Johan tersenyum mengejek. Gadisnya ini berpikir terlalu jauh.


Mendengar perkataan Johan, Berlian terkejut dan mengangkat wajahnya. Di depannya, wajah Johan tampak geli. Sangat jelas bahwa ia sedang mengejek nya.


"Kalau tidak tinggal bersamanya, lalu tinggal dimana?"


"Sebentar. Apa kamu meminta untuk menunda pernikahan kita karena kamu takut menghadapi trik ibu mertuamu? Kamu tidak ingin kalah saat bertarung dengan Alisya?" Berlian menundukkan kepalanya lagi. Berlian yang sekarang menjadi lebih sensitif. Itu berkat dia memerankan peran beberapa karakter yang terus berubah beberapa waktu yang lalu.


"Melihat reaksimu sepertinya memang begitu." Johan terkekeh melihat Berlian yang semakin menyusut.


"Jangan mengolokku kak."


"Tidak. Aku tidak mengolokmu. Aku hanya heran ternyata kamu memiliki sesuatu yang membuatmu takut."


"Perubahan ini terlalu cepat. Tidak mudah beralih status dengan cepat."


"Tidak apa. Kita akan sama-sama belajar."


"Hem." Berlian mengangguk patuh.


"Ke sini." Johan mengulurkan tangannya untuk menyambut Berlian.

__ADS_1


Berlian dengan patuh bangun dan menyambut uluran tangan Johan hanya untuk ditarik dan didudukkan di atas pangkuan Johan dan dimasukkan ke dalam pelukannya hangat. Aroma pinus menyebar. Seketika, wajah Berlian memerah.


"Kak..."


"Hem. Biarkan seperti ini sebentar. Aku sangat lelah." Johan mengencangkan tangannya di pinggang Berlian. Menahan gadis itu agar tidak beranjak.


Dua bulan ini Johan terlalu sibuk. Mengetahui bahwa Berlian ingin mengukur waktu pernikahan mereka, Johan memutuskan untuk memindahkan kantor pusat ke ibu kota secepatnya. Meskipun rencana ini lada awalnya ditolak dengan keras, tetapi dengan tekanan yang diberikan Johan, rencana pemindahan akhirnya dapat terlaksana.


Dengan susah payah akhirnya Alisya juga menyetujuinya dengan memberikan kekuasaan pada putranya untuk memimpin kantor yang sebelumnya menjadi kantor pusat.


Dan waktu tercepat yang bisa mereka lakukan adalah hampir dua bulan lamanya hingga semua penyesuaian berjalan lancar. Sebenarnya Johan sudah tinggal di ibukota satu bulan terakhir. Tetapi karena ia sangat sibuk, ia tidak memiliki waktu untuk memberitahu Berlian. Lagipula Johan ingin memberi kejutan pada Berlian.


"Lian... apakah jika aku bisa menjamin bahwa kamu tidak harus tinggal bersama dengan ibu mertuamu dan bertarung dengannya, apa kamu mau menikah denganku secepatnya?"


"Jangan bercanda kak." Berlian memukul dada Johan pelan. Dia malu.


"Aku tidak bercanda. Sebenarnya tujuanku mengajakmu bertemu malam ini karena aku ingin memberimu kejutan."


"Kejutan apa?"


"Jadi ini artinya kamu juga akan pindah?" Berlian masih tidak percaya.


"Ya. Aku akan pindah. Dan aku berharap kamu bisa menjadi nyonya rumah dengan segera. Di rumah itu tidak akan ada nyonya lain selain kamu. Tidak ada yang akan berani melawanmu. Kamu adalah satu-satunya ratu di istana kita. Bagaimana? Apa kamu tertarik?" Karena malu, lagi-lagi Berlian mendorong dada Johan menjauh.


"Aku... mana mungkin aku tidak tertarik?" Berlian menyembunyikan kepalanya di dada Johan setelah mengatakannya. Johan menarik senyumnya tinggi-tinggi.


"Ini bagus. Bagaimana kalau acara peresmian itu sekaligus kita resmikan acara pertunangan kita. Lalu pernikahan kita akan dilakukan satu bulan kemudian." Johan bersemangat.


"Apa ini tidak terlalu cepat?"


"Tidak. Kita sudah terlalu lama hidup berjauhan. Sudah waktunya kita untuk bahagia." Johan menarik Berlian ke dalam pelukannya sekali lagi.


Yah begitulah. Perubahan status terkadang menakutkan bagi sebagian orang. Apalagi perubahan yang sangat signifikan.

__ADS_1


Reaksi setiap orang dalam menghadapi perubahan itu berbeda setiap individu. Seperti Berlian misalnya, sejak kecil dia sudah dimanjakan oleh orang tua dan keluarganya. Tumbuh di tengah keluarga yang harmonis dan bahagia. Lalu tiba-tiba saja ia dihadapkan bahwa ia akan tinggal di rendah keluarga yang sama sekali berbeda dari keluarganya. Berlian yang cerdas pun bisa merasa takut.


Hem....


Cerita ini cukup sampai di sini. Sebenarnya Akoh mau menceritakan pada kalian kehidupan Johan dan Berlian setelah pernikahan. Tetapi karena episodnya sudah terlalu banyak dan juga mengingat terbatasnya waktu luang akoh yang harus dibagi antara dunia novel dengan dunia nyatanya akoh, akoh tidak bisa menceritakannya sekarang.


Di dalam otak cantik akoh ada banyak sekali cerita yang ingin akoh bagi dengan para reader sekalian. Tetapi terbatasnya waktu dan tenaga, akoh masih belum bisa memberikan semuanya.


Tapi tenang saja. Pas pesta pernikahan mereka nanti, akoh undang kalian semua untuk hadir.


Saat ini akoh lagi nulis novel lain juga. Sebenarnya mau akoh daftarin lomba karena sesuai dengan tema.


Judulnya Tahun Ke Sepuluh



Novel ini akoh terinspirasi dari kisah pribadi akoh. Kisah bagaimana perjalanan pernikahan akoh menuju tahun ke sepuluh yang merupakan tahun terberat yang akoh alami. Kalau kalian pernah baca karya akoh yang Aku Istri Muda, pasti tahu lah karena pas tengah-tengah berkarya akoh dapat musibah dalam rumah tangga dan sempat berhenti nulis beberapa saat karena akoh tidak bisa mikir yang lain.


Novel nya sudah sampai episode 15. Tetapi ternyata masih perlu direvisi lagi biar bisa lolos ikut event. Jadi akoh mau fokus dengan yang satu ini dulu. Doain akoh agar tidak patah semangat dalam berkarya.


Dukung akoh dengan cara mampir, favoritkan, boom like, Share, kasih-kasih hadiah.... ah senangnya


Love you reader....


See you later...


*


*


*


Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan  Vote ya....


__ADS_2