Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
S2_21. Pandangan Alisya


__ADS_3

Johan tidak tinggal lama di rumah. Ia bahkan tidak bertemu dengan anggota keluarganya yang lain selain papa dan adik perempuannya. Setelah memberikan hadiahnya pada adiknya, Johan menemui papanya ke dalam ruang kerja. Ada beberapa hal yang perlu mereka bahas secara rahasia.


Setelah urusannya di rumah selesai, Johan segera pamit dan kembali pergi dari rumah. Dua tahun yang lalu, sejak ia resmi diterima oleh Sean di bawah pimpinannya, Johan sudah mencurahkan setiap waktu dan kemampuannya untuk mengerjakan tugasnya dengan baik.


"Tadi anak itu datang?" Seorang wanita cantik mengernyitkan alisnya saat ia mendengar laporan dari kepala pelayan yang menjadi anak buah kepercayaannya di rumah ini. Mendengar pertanyaan dari majikannya, bibi kepala pelayan itu mengangguk memberi kepastian.


"Apa yang dia lakukan?"


"Memberi hadiah pada nona dan berbicara dengan tuan setelah itu."


"Apa yang mereka bicarakan?"


"Maaf nyonya, mereka berbicara di ruang kerja tuan. Jadi saya tidak berani menguning." Bibi kepala pelayan itu memasang wajah tidak berdaya.


Mendengar alasan kepala pelayan yang tidak sesuai dengan keinginannya membuat wanita itu kesal. Ia mendengus sambil melambaikan tangannya untuk mengusir kepala pelayan sebelum ia mendudukkan dirinya dengan kesal di atas sofa dan menyuruh kepala pelayan untuk mengambilkannya minum.


Kepala pelayan itu tahu suasana hati yang sedang buruk. Ia tidak mau menjadi sasaran amukannya. Jadi dia dengan patuh undur diri dan pergi meninggalkan sang majikan yang tengah kesal.


Dia adalah Alisya. Istri Norman. Yang juga merupakan ibu tiri Johan. Alisya sudah lama tidak menyukai putra suaminya dari wanita lain ini. Dia adalah istri sah dari Johan. Da satu-satunya wanita yag diakui oleh keluarga besar Adiguna sebagai istri Norman. Jadi hanya putra yang dilahirkan olehnyalah yang harusnya menjadi penerus keluarga Adiguna.


Alisya tahu jika pernikahan yang dijalaninya semata-mata adalah pernikahan demi hubungan bisnis. Orang tuanya dan orang tua Norman telah menjodohkan mereka sejak awal. Alisya juga sudah membiasakan dirinya untuk menerima Norman sebagai suami masa depannya.


Jadi, saat ia tahu Norman ternyata mencintai wanita lain dan menolak dirinya, Alisya tidak bisa menerima.


Dua dilahirkan sebagai seorang ratu. Tidak ada yang bisa menolak keinginannya.  Dia dilahirkan dengan harga diri yang tinggi. Tentu saja dia tidak akan membiarkan seorang pun menginjak-injak harga dirinya. Termasuk suaminya sendiri!

__ADS_1


Sebagai seorang wanita, dan seorang istri. Ia begitu hancur saat mengetahui bahwa ada wanita lain yang telah mengandung anak dari suaminya. Tetapi dirinya bahkan belum pernah disentuh sekalipun. Harga dirinya terluka. Tetapi ia tidak bisa membiarkan pasangan selingkuh itu bahagia dengan cara menginjaknya. Sebaliknya, ia harus menginjak mereka sebagai gantinya.


Alisya mengerahkan kemampuannya untuk mencari tahu keberadaan istri simpanan suaminya.


Tidak butuh waktu yang lama untuk itu. Kekuatan keluarganya tidak bisa dianggap remeh.


Alisya mendatangi Amanda, istri rahasia Norman yang tengah hamil. Alisya mengucapkan banyak sekali sumpah serakah dan begitu banyak kata hinaan. Membuat Amanda merasa sangat sedih dia juga bersalah. Ia tahu apa yang dilakukannya dengan Norman memang adalah sesuatu yang salah. Tetapi, karena cinta mereka yang terlalu besar di antara keduanya, mereka mengabaikan semua hal dan memilih untuk menikah diam-diam. Ia tahu bahwa dengan keputusannya dengan menjadi seorang wanita simpanan akan membuat wanita lain menderita, tetapi saat itu, pikirannya begitu kacau. Tidak ada yang bisa ia pikirkan selain cintanya. Amanda tidak bisa memikirkan hidupnya tanpa Norman yang dicintainya.


Alisya tidak hanya datang untuk menghina Amanda, dia datang dengan tujuan utamanya adalah untuk mengancam Amanda.


Dengan menggunakan Norman sebagai ancaman, Alisya mengancam Amanda bahwa jika Norman tidak mau menyentuhnya, dia akan menghancurkan Norman. Tentu saja Amanda tidak ingin hal itu terjadi.


Alisya menyadari pengaruh Amanda terhadap Norman. Jadi dia menahan amarahnya untuk Amanda. Bisa saja ia menggunakan cara yang keras pada kekasih suaminya itu. Tetapi ia sadar bahwa jika Amanda pergi dengan cara yang tidak benar, Norman tidak akan bisa dikendalikan.


Jadi untuk saat ini, Alisya hanya bisa menahan diri dan memikirkan cara untuk menangani Amanda saat dirinya sudah berhasil mengandung anak Norman dan mengamankan posisinya sebagai nyonya rumah.


Norman tentu saja tidak langsung setuju. Dia marah pada Amanda dan pulang meninggalkan Amanda yang menangis melepaskan semua kesedihan dan ketidak berdayaannya.


Namun di rumah, Norman dihadapkan dengan masalah yang lain. Keluarga dari keuda belah pihak menunggunya. Mereka semua mengancamnya dengan keselamatan Amanda dan anak di dalam kandungannya.


Norman tahu ancaman keluarganya itu tidak main-main.


Akhirnya, malam itu Norman mengkhianati cintanya dengan tidur bersama istrinya.


Alisya pun hamil dua bulan kemudian. Sekarang, dia akan melakukan sesuai rencananya. Ia meminta anak buahnya untuk menyebar gosip di tempat tinggal Amanda dan menekan wanita hamil itu. Selain itu ia juga mengintruksikan seseorang untuk meneror Amanda untuk mengganggu mentalnya. Tujuannya hanya satu, dia ingin Amanda hancur.

__ADS_1


Setelah menunggu sekian lama dan menghabiskan banyak cara yang dilakukan untuk mengacaukan kehamilan Amanda, usaha Alisya membuahkan hasil saat Amanda mengalami kecelakaan saat ia sedang mengalami teror. Yang mengakibatkannya melahirkan dengan tidak Normal. Membuatnya kehabisan tenaga dan mengalami pendarahan hebat yang akhirnya mengambil nyawanya.


Setelah jalannya penuh darah dan air mata perjuangannya sampai pada titik ini, dia tidak mungkin membiarkan anak dari wanita yang paling dia benci menghancurkan kehidupannya.


Ia membenci Johan sampai ke tulangnya!


Alisya meremas gelas di tangannya hingga gelas itu pecah dan tangannya terluka karena pecahan gelas. Tapi ia seperti tidak merasakan sakit sedikitpun. Nyatanya, rasa sakit di hatinya saat ia mengingat masa lalunya yang kelam jauh lebih sakit dari sakit di telapak tangannya.


"Kenapa anak itu selalu menjadi masalah yag sangat sulit dihilangkan!" Geramnya semakin meremas tangannya hingga darah sekali lagi keluar dari tangannya.


"Nyonya, tangan anda terluka." Kepala pelayan mengingatkan dengan takut. Dengan luka yang dalam seperti itu, tidak mungkin seorang wanita dapat bertahan untuk menahan rasa sakitnya.


"Huh! Aku tidak punya waktu untuk memikirkan tanganku. Posisi putraku sedang terancam sekarang. Apa aku masih bisa memikirkan luka lebih di tanganku ini?" Alisya menarik tangannya. Dan memperhatikan tangannya yang terluka dengan dingin.


Kepala pelayan takut-takut mengangkat kepalanya. Ia sudah berada di rumah ini udah sangat lama. Dia dibawa oleh Alisya dari rumah keluarganya untuk menjadi asisten pribadinya pada awalnya hingga statusnya telah meningkat menjadi kepala pelayan saat Alisya resmi menjadi nyonya besar. Jadi dia tahu lebih baik dari siapapun tentang apa yang terjadi di rumah ini. Termasuk persaingan di antara anggota keluarga majikannya.


"Nyonya, tapi tuan tidak mungkin mengabaikan para petinggi dengan membiarkan tuan Johan naik ke posisinya. Tempat itu akan tetap menjadi milik tuan Jimy. Apalagi kemampuan tuan Jimy jelas tidak bisa dibandingkan dengan tuan Johan yang malah pergi entah kemana. Semua orang akan memberikan dukungan mereka pada tuan Jimy pada akhirnya." Kepala pelayan tahu bagaimana menghibur majikannya. Jika tidak, dia tidak mungkin sampai pada tahap ini saat ini.


Alisya tersenyum senang. Ia akhirnya berhasil menumenumbuhkan rasa percaya dirinya.


"Yah, dari informasi yang aku dapat, anak itu bahkan merendahkan dirinya sebagai seorang sopir gadis SMA. Mana bisa dia disandingkan dengan putraku sebagai perbandingan? Mimpi!" Alisya melipat kedua tangannya di sepanjang dada saat matanya bersinar penuh kesombongan dan cemoohan.


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih sudah mampir ~>(*,*)<~


__ADS_2