
Evelyn duduk sambil menuangkan minuman dari tumbler ke dalam gelas yang dipegang Sean. Tak jauh mereka, Bryan dan Berlian duduk sambil memangku kotak berisi makanan mereka. Keempat orang itu duduk di atas tikar di sebuah taman yang indah. Keempat orang itu makan bersama sambil sesekali bercanda.
Mereka tidak sendiri di taman itu. Tapi bukan dengan posisi seperti mereka yang sedang piknik. Tetapi semua orang di sekitar menjadikan keemlat orang itu pusat perhatian.
Berbagai alat yang dibutuhkan untuk mengambil gambar terpasang di beberapa tempat. Beberapa orang lain membawa kamera dan alat perekam. Baik perekam gambar maupun suara. Beberapa orang yang lain membawa buku catatan di tangannya. Sedangkan ada satu orang yang duduk di kursi santai sambil membawa megaphone di tangannya. Matanya menatap teliti setiap gerakan Keluarga Sean di depannya.
Ya. Hari ini Sean, Evelyn dan kedua anak mereka sedang menjalani shooting dan pengambilan gambar untuk keperluan iklan produk perusahaan Evelyn yang sempat diplagiat.
Sebenarnya Evelyn enggan melakukan semuanya. Ia malu. Ia tidak terbiasa menjadi sorotan. Dan sekarang ia harus berakting sedang piknik dan diperhatikan oleh puluhan pasang mata. Ini membuatnya canggung. Tapi Rosi dan Carlos meyakinkannya jika ini akan lebih efektif dari pada harus menyewa artis untuk berakting dalam iklan mereka.
Sean pun meyakinkan Evelyn untuk melakukan shooting iklan ini.
Dua bulan sudah berlalu setelah kejadian plagiat itu. Dan satu minggu yang lalu produk sebagai pelengkap untuk tumbler yang diproduksi sebelumnya sudah diproduksi sebagian. Jadi proses pemasaran sudah dapat dimulai.
Satu event juga sudah dipersiapkan untuk peluncuran produk itu. Dan Evelyn beserta Sean dan dua anak mereka akan ikut secara langsung dalam acara ini nantinya.
"Bagaimana?" Tanya Evelyn langsung setelah sutradara mengangkat megaphone di tangannya sambil berteriak 'cut' untuk menghentikan aktifitas akting Evelyn dan yang lainnya.
"Perfect. Ini benar-benar sempurna. Terlihat alami." Pria berambut gondrong itu mengangguk puas.
"Ah bagus kalau begitu." Evelyn menghela napas lega. Ia sudah lelah. Mereka harus beberapa kali mengulang beberapa adegan atas intruksi sutradara terutama di bagian yang mengharuskan keempatnya mengucapkan kalimat untuk menjelaskan keunggulan produk yang mereka kenakan karena kalimat yang harus diucapkan sudah ditentukan. Jadi logat dan ekspresi mereka juga harus sesuai.
"Mom ayo ke sini lagi. Kita lanjutkan lagi." Bryan melambaikan tangan pada Evelyn yang baru selesai berbicara dengan seseorang. Sean dan Berlian juga mengangguk. Ketiga orang itu masih tetap berada di tempatnya. Juga masih melakukan kegiatan yang tadi mereka lakukan. Makan dan minum. Dan juga masih bercanda.
Evelyn memandang ketiga orang itu yang sepertinya tidak terganggu sama sekali dengan pandangan mata yang mengarah pada mereka. Lalu melambaikan tangan untuk menunjukkan bahwa ia masih belum bisa bergabung.
"Rosi, Carlos. Aku akan memecat kalian jika ini tidak berhasil. Kalian sudah membuatku sangat malu." Sarkas Evelyn saat melihat Carlos dan Rosi yang mendekat.
"Tenang saja nona. Saya yakin ini akan berhasil. Saya sudah mendengar sutradara memuji penampilan anda tadi." Carlos tersenyum meyakinkan.
__ADS_1
"Benar nona. Masyarakat sekarang sangat menghargai hubungan keluarga. Melihat kalian yang sangat harmonis mereka akan tertarik. Apalagi dengan tuan Sean yang tampan dan nona yang cantik. Serta Bryan dan Berlian yang menggemaskan. Bagaimana pesonanya bisa diabaikan." Ucap Rosi berusaha menambah rasa percaya diri Evelyn.
"Haah...aku harap yang kalian katakan ini yang sebenarnya." Evelyn pasrah. Kedua orang itu sangat pandai merayu. Ia juga tidak bisa membalas perkataan mereka.
"Tentu saja. Kita hanya tinggal menyukseskan event ini nantinya. Ini pertama kalian event kita dilakukan untuk umum dan terbuka. Semoga saja tidak ada masalah nantinya." Rosi mengangguk mendengar pernyataan Carlos. Semua yang mereka lakukan tidak boleh sia-sia.
"Setelah ini tidak ada agenda lagi kan?" Rosi membuka notbooknya. Melihat jadwal Evelyn.
"Tidak ada. Semuanya sudah selesai."
"Baiklah. Aku akan menghampiri mereka dulu."
"Baik." Rosi dan Carlos mengangguk.
Dua minggu pun berlalu dengan sibuk. Event akan diadakan hari ini di taman hiburan tempat Sean membawa Evelyn dan anak-anak mereka liburan. Selama dua minggu itu, iklan yang dibintangi muncul di beberapa stasiun televisi rekanan. Di jalan-jalan juga banyak terlihat foto mereka berempat dalam poster yang diletakkan di tempat-tempat strategis. Paket piknik berisi tumbler dan kotak makanan juga sudah mulai disebar lengkap dengan keranjangnya. Setelah iklan mereka muncul, Sean dan yang lainnya mendadak terkenal.
Banyak perusahaan yang ingin menjadikan Sean dan keluarganya sebagai model iklan mereka juga. Tapi tentu saja hal itu langsung menerima penolakan.
Di dalam taman hiburan, Satu panggung hiburan berdiri dengan megah di tengah lapangan. Beberapa penyanyi, komika dan juga satu artis terkenal yang bertugas menjadi pembawa acara bergantian naik ke atas panggung sebelum acara inti. Di sela-selanya juga ada orang yang naik memberi penjelasan tentang produk dan juga kuis berhadiah untuk membuat acara semakin menarik dan membuat semua orang semakin antusias. Beberapa orang bertugas merekam selama kegiatan berlangsung.
Di belakang panggung, Sean menenangkan Evelyn yang tengah gugup. Sean berulang kali mengatakan padanya agar tidak perlu nervous. Sean berkata naik ke atas panggung tidak ada bedanya dengan maju dalam sebuah presentasi.
"Apanya yang sama Sean? Ini berbeda. Di sana sangat banyak orang yang menatapku." Evelyn juga mengatakan hal ini berulang kali.
"Ini tidak beda sayang. Begini, anggap saja kamu sedang presentase dengan peserta yang banyak. Bukankah nanti sama saja dengan kita menjelaskan bagaimana produk ini. Kamu snagat baik menjelaskannya di setiap rapat. Jadi aku rasa ini tidak akan ada apa-apanya untukmu." Sean memberi penjelasan. Meskipun ia sedikit banyak tahu, tetapi ia tidak tahu sedetail Evelyn. Jadi memang harus Evelyn yang melakukan bagian ini.
"Benar mom. Ini sangat mudah. Kalau mommy tidak mau biar aku saja." Bryan dengan semangat menawarkan diri.
"Tidak Bry! Kamu tidak boleh melakukannya." Berlian segera melarang. Saudaranya ini terkadang sangat ceroboh. Dan sialnya ia selalu ceroboh di saat-saat penting. Jika sampai ia mengacau di sini, usaha mommy mereka akan tidak berguna. Dan Berlian tidak akan membiarkan hal ini.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Bryan tidak mengerti.
"Hei ini bukan bagianmu. Apa maksudmu mau mengambil bagian mommy? Apa kamu mau orang-orang mengejek mommy karena membiarkan anak kecil menjadi pembicara?"
"Kamu benar juga..." Bryan mengusap dagunya.
Baru saja Berlian mau berbicara, Carlos datang dan memberitahu Sean bahwa sudah saatnya mereka naik ke atas panggung.
Sean mengangguk. Kemudian memberi kalimat penyangat lada Evelyn sebelum membantu istrinya untuk berdiri. Evelyn menghirup napas dalam-dalam untuk memberi kepercayaan untuk dirinya sendiri.
Berlian dan Bryan berjalan naik ke atas panggung saat mereka sudah dipanggil. Sean menggandeng Evelyn berjalan di belakang mereka. Keempat orang itu tersenyum ringan untuk menyapa. Bryan yang merupakan spesies paling semangat diantara mereka melambaikan tangan pada para penonton di bawah panggung.
Setelah memperkenalkan diri mereka, sesi tanya jawab dimulai. Evelyn tetap saja Evelyn, ia selalu menanggapi pertanyaan yang diajukan dengan serius. Ia selalu menjawab pertanyaan dengan lugas dan tegas seperti di dalam rapat.
Rosi dan Carlos menggelengkan kepalanya melihat hal ini. Evelyn memang orang yang kaku. Tapi syukurlah pembawa acara menberi banyak bantuan agar acara berlangsung dengan tidak terlalu serius dengan memberikan beberapa guyonan.
Mengabaikan sikap Evelyn yang kaku, Evelyn tampil dengan sempurna. Acara pun berlangsung lancar dan memberi hasil seperti yang mereka harapkan.
Dalam beberapa hari saja mereka dapat menjual sepertiga produk yang dipasarkan. Pencapaian yang luar biasa.
Di sekolah, Bryan dan Berlian mendadak menjadi sangat terkenal. Mereka bahkan sudah memiliki penggemar mereka.
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 😊
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komen ya....