Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_50. Penghianat


__ADS_3

Seorang wanita disekap di dalam sebuah gudang. Ruang gelap dengan sebuah lampu neon kecil sebagai satu-satunya sumber penerangan hanya mampu menerangi sebagian kecil ruangan.


Wajahnya yang cantik sudah tidak terlihat lagi. Riasan wajah yang sudah luntur. Eyeliner hitam yang awalnya mempertegas ketajaman matanya sudah mengalir sampai di pipi. Membuat noda hitam panjang yang membuat wajah cantik itu menjadi menyeramkan. Ekspresi putus asa juga terlihat di wajahnya menambah kesuraman wajah wanita itu.


Meskipun pakaian yang digunakan masih utuh, tapi Pakaian mahal itu sudah berantakan. Kusut di berbagai tempat.


Di depannya, beberapa laki-laki dengan pakaian serba hitam berdiri berjejer. Seorang laki-laki berjas yang menjadi pemimpinnya duduk dengan angkuhnya di bagian depan. Tepat dua meter di depan wanita itu yang diikat kaki dan tangannya.


“Bagaimana? Sudah mau buka mulut?” tanya laki-laki berjas itu memandang sang wanita dengan mengejek.


“Maafkan saya tuan Soni.” Wanita itu memandang dengan takut Soni, ya laki-laki berjas itu adalah Soni.


“Kamu sudah di tahun bekerja di Kingston Company. Seharusnya sudah mengetahui jika hal yang paling dibenci adalah penghianatan. Lalu kenapa kamu malah melakukannya?” sengit Soni geram menatap wanita di depannya yang terlihat menyedihkan.


“Maafkan saya tuan. Saya tergiur dengan iming-iming yang diberikan orang itu.”


“Orang itu? Siapa?” Soni menajamkan telinganya.


“Saya akan bicara jika tuan Sean sendiri yang datang menemui saya.” Ujar wanita itu keras kepala.


“Untuk mengurus wanita tidak berguna seperti mu apa layak meminta tuan Sean untuk turun tangan?” Soni mencibir.


“Aku sudah lama berada di Kingston Company. Apapun aku lakukan agar ku dilihat oleh tuan Sean. Tapi apa yang aku dapatkan? Tuan Sean bahkan tidak pernah melirikku sedikitpun. Jadi jika sampai tahap ini aku masih belum berhasil membuat tuan Sean menemuiku. Aku matipun akan membawa rahasia ini sampai ke liang lahat.” Ujar wanita itu putus asa.


“Ck. Wanita merepotkan. Kamu pikir rekanmu itu akan menyelamatkan mu hah?” Soni berdiri dan berbalik. Meninggalkan wanita yang kembali menangis tersedu-sedu.


Keluar dari gudang, Soni langsung menghubungi Sean di kantornya.


**


Hanya butuh waktu satu hari bagi Frans dan Joe untuk menemukan pemilik komputer yang menjadi sumber dari virus. Sean yang menerima laporan itu segera menyuruh Soni untuk menangkap pelaku.


Melihat latar belakang pelaku, mereka mencurigai bahwa pelaku ini sebenarnya bukanlah pelaku utama. Pelaku ini hanyalah digunakan sebagai pion dari seseorang yang masih belum diketahui identitasnya.


Itulah mengapa Soni dan anak buahnya memilih mengurung pelaku yang merupakan seorang wanita di sebuah gudang untuk mengintrogasinya. Hampir satu hari ditahan tetapi wanita itu masih saja enggan mengungkapkan identitas rekannya.


Karena tidak berhasil membuat wanita itu membuka mulutnya, Soni akhirnya memberitahu Sean apa yang diinginkan Wanita itu.


“Tuan.” Soni segera membungkuk memberi hormat saat Sean sampai di gudang tempat wanita itu disekap.

__ADS_1


“Hem.”


“Maafkan saya tuan. Saya tidak bisa menyelesaikan tugas yang anda berikan.”


“Mengurusi seorang wanita saja tidak berhasil.” dengus Sean kesal.


“Mohon maaf tuan. Saya mengecewakan anda.” Soni kembali membungkukkan tubuhnya.


“Huh sudahlah. Mana wanita itu?” Sean bertanya dengan dingin.


“Dia ada di dalam. Mari.” Soni segera berjalan mendahului Sean. Mengantarnya ke dalam gudang tempat wanita itu berada.


“Tuan Sean! Akhirnya tuan datang.” Wanita itu bersemangat melihat Sean masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi yang cukup jauh darinya.


“Katakan! Kenapa ingin menemuiku?” Tanya Sean dingin. Jika bukan karena ia ingin menyelesaikan masalah ini dengan segera, ia tidak akan sampai repot-repot untuk datang menemui wanita ini.


“Tuan Sean. Saya sudah lama mengagumi anda. Jika anda mengizinkan, saya Vina, saya berjanji akan membuat Anda bahagia. Saya lebih hebat daripada di ****** Sandra itu dalam hal apapun.” Wanita itu adalah Vina. Saudari tiri Evelyn lah yang telah menjadi penghianat di dalam Kingston Company dan menyebabkan masalah besar bahkan hampir membuat Kingston Company menderita banyak kerugian.


“Kau kira kau layak Dibandingkan dengan Evelyn, hah!? Seluruh tubuhmu itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan ujung rambutnya sekalipun. Terlalu tinggi menilai diri!”


“Apa hebatnya Sandra?”


“Saya melakukan ini juga karena tuan.”


“Karena aku?” Sean mengernyitkan alisnya.


“Sudah banyak yang saya lakukan untuk Kingston Company. Bahkan saya menolak bekerja di perusahaan papa. Itu semua karena saya ingin menjadi milik anda.”


“Jangan berkata yang menjijikkan. Sekarang cepat katakan siapa yang menyuruhmu melakukan semua itu?”


“Berikan saya waktu satu malam dengan anda. Lalu saya akan mengatakan siapa yang ada di belakang saya.” Vina tersenyum kemenangan.


“Baik. Kamu ingin cara yang halus apa cara yang kasar?” tanya Sean.


“Karena ini pertama kalinya untuk saya, saya ingin cara yang halus.” Vina tersenyum malu-malu. Selama ini ia selalu menjaga dirinya dengan baik.


Sejak hari kelulusannya empat tahun lalu, saat pertama kali ia melihat Sean, ia sudah terobsesi pada laki-laki tampan itu. Segala cara ia lakukan agar dapat lebih dekat dengan Sean. Tapi laki-laki seperti Sean sangat sulit didekati.


Akhirnya, Vina memutuskan untuk melamar pekerjaan di Kingston Company berharap dapat dengan mudah menarik perhatian Sean. Namun nyatanya tidak semudah itu.

__ADS_1


Hampir satu tahun ia bekerja di sana, satu kali pun ia tidak pernah bertemu bahkan melihat Sean sekalipun.


Vina pun mulai bekerja dengan lebih keras agar dapat dilihat oleh Sean karena pekerjaannya yang bagus. Karena kemampuan dan kinerjanya yang bagus, delapan bulan lalu ia pun berhasil dipromosikan menjadi kepala divisi keuangan.


Namun ternyata, dengan jabatan yang begitu tinggi masih juga belum cukup untuk menarik perhatian Sean. Jangan kan bertatap muka secara pribadi, dalam berbagai rapat dengan para petinggi saja dia tidak pernah bertemu dengan Sean.


Meskipun begitu, Vina tidak Serta Merta menyerah. Ia masih selalu berusaha melakukan yang terbaik berharap suatu saat Sean akan meliriknya.


Namun saat Evelyn muncul dan menjadi wanita yang paling dekat dengan Sean membuat Vina sangat marah. Kualifikasi apa yang dimiliki Evelyn hingga membuat Sean yang ia dekati dengan susah payah dengan mudah ia dapatkan?


Dalam kekecewaan itulah laki-laki tua itu muncul. Memberinya ide untuk berkhianat. Dan di saat yang tepat, dia akan menjadi penyelamat dan membuat Sean menjadi miliknya.


Namun siapa yang menyangka jika Sean dapat menemukannya dalam waktu singkat. Merusak rencananya.


“Baiklah karena nona Vina ingin cara yang halus, aku harap kalian bisa melakukan sesuai keinginannya.” Sean memandang laki-laki yang berjajar di belakang Soni.


“Kami mengerti tuan.”


“Tuan Sean apa maksud anda?”


Vina panik.


“Apa? Kamu tidak berpikir aku akan membiarkanmu menikmati tubuhku kan?”


“Tapi, tapi...saya mencintai anda.”


“Jangan banyak bicara.” Sean menatap Vina tajam. “Kalian semua layani nona Vina dengan baik. Jika dia belum mengatakan siapa dalang di belakangnya, jangan hentikan pelayanan kalian.”


“Jangan tuan Sean. Aku mohon.” Vina menatap takut laki-laki yang mulai menghampirinya.


“Aku tahu kamu cukup pandai. Kamu tahu jika kamu tidak mengatakan siapa yang mendukungmu itu hukuman ini tidak akan pernah berakhir.” Sean berkata dengan dingin sebelum berdiri dan berjalan keluar dari dalam gudang.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘

__ADS_1


Jangan lupa sentuh tanda jempolnya biar akoh semangat up-nya 🤩


__ADS_2