Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
Bab_52. Hukuman


__ADS_3

Evelyn dan Rose baru saja keluar dari ruangan tempat mereka mengadakan meeting dengan klien penting. Keduanya berbicara serius mengenai proyek yang baru saja mereka bicarakan dengan klien mereka sampai-sampai tidak menyadari Sean dan Soni yang berjalan dari arah berlawanan.


Sean menarik tangan Evelyn begitu saja hingga membuat tubuh wanita itu menabrak tubuhnya. Tubuh kecil Evelyn dipeluk erat di dalam dekapan tubuh Sean yang besar. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh Evelyn yang begitu menenangkan.


“Ada apa Sean?” Tanya Evelyn heran.


“Biarkan seperti ini sebentar lagi.” Sean semakin menelusupkan wajahnya di antara ceruk leher wanitanya. Saat ini, Sean butuh menenangkan dirinya.


Flash Back On...


Beberapa jam yang lalu, Sean telah mengirim Vina untuk menemui Louis. Wanita itu dalam keadaan yang memprihatinkan saat ia sampai di depan Louis.


Karena Vina dengan keras kepala tidak juga mau menyebutkan nama orang yang ada di belakangnya, anak buah Sean secara otomatis melakukan tugas mereka dengan baik.


Entah laki-laki mana yang berhasil mendapatkan keperawanan yang selama ini dijaga dengan baik oleh gadis itu. Dan entah berapa kali lima orang yang mendapatkan tugas dari Sean mendapatkan bagian mereka selama tiga hari ini.


Dan kemarin adalah hari ke empat. Vina yang tidak bisa menahan penghinaan itu pun membuka mulutnya dan mengatakan bahwa Louis lah yang ada di belakangnya.


Sean memang mengetahui jika Louis mengibarkan bendera permusuhan dengannya. Tapi ia sungguh tidak menyangka jika lelaki yang pernah menjadi idolanya itu melakukan hal kotor untuk berurusan dengannya.


“Jadi bagaimana tuan? Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Soni setelah ia memberikan laporannya. Soni bukanya tidak tahu hubungan antara Sean dan Louis di masa lalu.


Soni telah mengikuti Sean sejak laki-laki itu terjun di dunia bisnis. Usianya yang lima tahun lebih tua dari Sean membuatnya diberi tanggung jawab untuk mendampingi Sean muda.


“Kirim Vina padanya. Biarkan dia tahu jika aku tidak pernah bermain-main.” Ucap Sean dingin.


“Baik tuan.” Soni mengangguk dan segera keluar dari ruangan atasannya itu. Menghubungi anak buahnya untuk mengirim Vina pada Louis.


Setelah Vina Sampai di tangan Louis. Sean juga menyusul untuk menemui pria tua itu.


“Selamat siang tuan Louis.” Sapa Sean basa basi.


“Untuk apa kamu datang kesini?”


“Saya hanya ingin memastikan hadiah yang saya kirimkan membuat anda puas.” Balas Sean duduk tanpa dipersilahkan.


Louis menggertakkan giginya. “Apa maksudmu mengirim wanita itu padaku?”


“Oh! Apakah salah mengirimkannya pada anda? Bukankah dia ini anak buah anda?”


Louis tidak bisa mengelak lagi. Jika Sean sudah mengatakan hal itu, artinya Vina memang sudah mengaku di hadapannya.


Sean menoleh Soni di belakangnya, mengulurkan tangannya untuk meminta berkas dari sekretarisnya itu. Setelah menerima berkas di tangannya, ia melemparkan berkas itu di atas meja.


“Villa pribadi di negara N sudah saya siapkan untuk anda dan putri anda. Pemandangan di sana sangat indah dan udaranya bagus untuk kesehatan. Putra kedua anda saya dengar juga berada di negara itu. Jika anda beruntung mungkin kan berpapasan dengannya.” Ucap Sean Sebelum berdiri dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Louis gemetar membaca berkas yang diberikan Sean padanya. Yang satu adalah berkas yang menjelaskan bahwa perusahaannya telah diakuisisi oleh Sean dan satu berkas lainnya berisi paspor dan visa miliknya beserta tiket dan sertifikat kepemilikan villa di negara itu.


“Anak itu rupanya memang tidak bisa diajak bermain. Dia menghabisi semuanya sampai seperti ini.” Gumam Louis memperhatikan foto villa yang disiapkan Sean untuknya.


Dengan memberikan semua pengaturan pada Louis seperti itu, artinya Louis memang sudah tidak bisa tinggal lagi di sana. Apapun yang akan ia lakukan semuanya akan sia-sia. Dan dia hanya bisa menuruti apa yang telah diatur Sean untuknya.


Sebenarnya Sean sendiri terpaksa melakukan semua itu. Tapi dengan kondisi Louis yang sudah tua dan membutuhkan pensiun segera, ia terpaksa melakukan semua ini. Apalagi sudah dua tahun belakangan Louis sudah menderita sakit jantung.


Pada dasarnya Louis hanya ingin penerus yang kompeten untuk meneruskan bisnisnya. Dan Sean adalah kandidat yang telah dipilihnya. Tetapi Sean tidak mungkin menikahi Ana yang sudah ia anggap adiknya.


Jadi pilihan terbaik adalah menjauhkan Louis dari semua masalah perusahaan yang selalu menjadi bebannya. Apalagi putra kedua Louis yang kabur juga berada di sana. Bagaimana pun, keduanya masih memiliki hubungan darah. Pasti perasaan yang ada pada mereka tidak akan dengan mudah terpatahkan.


Flash Back off...


“Sayang, tidak bisakah menemaniku malam ini?” tanya Sean setelah melepaskan pelukannya.


“Huh! Tidak perlu memasang wajah memelasmu itu padaku.” Evelyn mendorong tubuh Sean menjauh darinya.


“Sayang, aku sungguh-sungguh membutuhkan pelukan hangat malam ini. Ya?”


“Tidak.”


“Apa kamu mau aku mencari wanita...”


“Tidak! Tidak! Aku hanya bercanda sayang. Aku tentu saja hanya akan memeluk dirimu saja.” Sean dengan panik mendekati Evelyn dan meletakkan kepalanya di pundak wanita itu.


“Apa yang sebenarnya terjadi?”


“Aku baru saja menemukan siapa dalang dibalik penghianatan yang dilakukan Vina.”


Sean pun menceritakan apa yang terjadi pada Evelyn setelah keduanya masuk ke dalam ruangan kerja Evelyn.


“Sepertinya aku juga harus segera mengunjungi keluarga Winata. Nyonya besar itu pasti sedang mengutukku saat ini.” Ucap Evelyn sambil berdiri.


“Jangan sekarang.” Larang Sean.


“Kenapa?” Evelyn mengangkat alisnya heran.


“Bukankah kita harus membawa hadiah yang pantas untuk datang ke rumah orang tua.” Sean tersenyum misterius membuat Evelyn semakin keheranan.


“Rencana apa yang sedang kamu persiapkan Sean?”


“Sesuatu yang lebih besar dari bom.”


“Jangan membuatku penasaran.”

__ADS_1


“Jika kamu memang ingin tahu...” Sean tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi tangannya sudah berkeliaran nakal di dalam rok span Evelyn.


“Plak!” Evelyn segera memukul tangan nakal Sean.


“Dasar mesum!”


“Ayolah sayang. Ku sangat merindukanmu.”


“Tidak. Tunggu satu Minggu lagi.” Tolak Evelyn tegas.


**


Malam harinya, Vina diantarkan ke kediaman Winata. Keadaan Vina sudah memprihatinkan. Wanita itu seperti kehilangan dirinya sendiri. Dia juga tidak mengatakan satu patah katapun.


Ani yang mendapati keadaan Vina yang seperti itu segera memeluk putrinya sambil berteriak histeris. Wanita itu mengutuk siapapun yang telah berbuat seperti itu pada putri tercintanya.


“Katakan pada mama sayang siapakah pelakunya?” tanya Ani.


Vina hanya diam. Pandangannya kosong saat ini semuanya hancur baginya. Ia pikir semua yang ia rencanakan akan sesuai dengan harapannya. Nyatanya semua malah berbanding terbalik dengan harapannya.


Bukan hanya Sean yang tidak bisa ia dapatkan, ia justru kehilangan mahkotanya oleh laki-laki yang lebih dari satu. Sebelumnya ia mengira Sean hanya menakut-nakutinya saja. Tapi siapa sangka jika anak buah Sean melakukan semua yang dikatakan oleh Sean pada mereka.


Berapa kali pun ia memohon untuk dilepaskan, mereka tidak juga berhenti menyiksanya hingga ia kehilangan kesadarannya dan pingsan. Akhirnya dalam keputus asaan itulah akhirnya Vina mengatakan siapa orang yang telah membantunya.


“Pa, lakukan sesuatu. Kita harus menuntut balas atas apa yang terjadi pada Vina.” Ani melepaskan Vina yang terus duduk di lantai dan segera mendekati Tomy yang dari tadi melihat keduanya dengan simpati. Bagaimana pun, Vina juga putrinya.


“Mau balas dendam pada siapa? Vina saja tidak mengatakan siapa pelakunya.”


“Sandra! Pasti Sandra yang melakukan semua ini. Pa, papa harus membalas dendam ini.” Ani menggoyangkan lengan Tomy.


“Apa kamu memiliki bukti?”


“Tidak perlu bukti untuk mengetahui semua ini adalah perbuatannya. Sandra pasti sangat membenci kita dan menjadikan Vina sebagai pelampiasan.”


“Sudahlah. Lebih baik kamu urus Vina dulu. Lihatlah keadaannya yang seperti itu. Entah apa saja yang diterimanya.”


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa like dan komentar ya 😎

__ADS_1


__ADS_2