Anak Genius: Perfect Daddy

Anak Genius: Perfect Daddy
S2_70. Tidak Bisa Kembali Menjadi Sepasang Kekasih


__ADS_3

Rezvan yang masih berdiri tidak mengerti kembali dibuat terkejut oleh Clara yang tiba-tiba menariknya. Gadis itu tidak memberi penjelasan dan hanya menariknya menuju motor yang masih baru ia tinggalkan beberapa meter di belakangnya saat ia bergegas mengejar Berlian dan Daniel.


"Ayo kita kejar mereka." Ucap Clara yang sudah naik di jok belakang motor Rezvan dengan helm yang melindungi kepalanya.


"Mereka siapa?"


"Aish tentu saja Brily dan Daniel. Ayo cepat! Jangan Jangan sampai kita ketinggalan pertunjukan yang menarik!" Jawab Clara kesal. Ia memukul jok depan yang kosong.


"Mereka kemana sih? Apa sekolahnya libur ya? Kok tidak ada yang kasih kabar sih?!" Rezvan mengepalkan kedua tangannya. Jika ini benar, seseorang harus menerima pelampiasan rasa kesalnya. Jika hari Ini Hari libur, ia pasti tidak akan cepat bangun dan memilih untuk menarik selimut untuk melanjutkan tidurnya yang baru bisa ia nikmati setelah lewat jam dua pagi.


"Kamu banyak tanya deh. Ayo cepat jalan. Nanti aku jelasin sambil jalan." Clara menatap Rezvan dengan kesal. Ia mencebikkan bibirnya protes.


Rezvan menyerah. Ia kembali memakai helmnya dan duduk di jok depan.  Tidak membuang waktu lagi ia segera menarik gas dan dengan cepat motor melaju keluar dari gerbang sekolah tepat di detik-detik terakhir gerbang sekolah ditutup oleh security.


"Woy kalian mau kemana? Sudah waktunya masuk!" Teriak security itu keras. Namun teriakannya diabaikan oleh dua orang siswa nakal yang kabur dari sekolah. Mereka bahkan hampir tidak bisa mendengarnya karena kecepatan motor Rezvan membuat Clara takut dan berteriak histeris.


"Anak-anak jaman sekarang mah seenaknya sendiri. Mau bolos ya bolos aja gitu nggak ada mikir kalau mereka rugi ketinggalan pelajaran." Gerutu security itu.


"Biarin aja. Kita ini yang sudah kawak tidak akan mengerti anak muda jaman sekarang." Temannya yang sama-sama security menggelengkan kepalanya mendengar Gerutuan teman seprofesinya.


"Iya. Tadi barusan juga ada yang keluar pakek mobil. Eh ini malah ada lagi yang keluar dua orang." Temannya menggaruk kepalanya mendengar temannya masih saja menggerutu tidak jelas.


Berlian sudah sampai di bandara. Ia langsung membuka mobil begitu mobil itu berhenti bahkan ketika Daniel belum mematikan mesinnya. Ia segera berlari ke bagian keberangkatan internasional. Berlian berlari Tidak tahu arah. Berlian lupa bahwa ia tidak tahu kemana tujuan Johan. Yang dia dengar dari Clara hanya bahwa Johan akan pergi ke luar negeri. Tapi kemana?


Mata Berlian menerawang ke setiap sudut dan juga tempat duduk di bandara. Jika ia tidak panik, seharusnya ia bisa berpikir bahwa ia bisa menggunakan kemampuan tangan ajaibnya untuk meretas data bandara untuk menemukan kemana tujuan Johan atau bahkan bahkan bisa melihat dari CCTV yang tersebar di seluruh area bandara untuk menemukan Johan dengan mudah. Namun karena panik, Berlian benar-benar tidak bisa memikirkan hal lain selain ia harus menemukan Johan segera.


"Siapa yang kamu cari?"


"Kak Johan." Jawab Berlian tanpa sadar saat Daniel yang berhasil mengejarnya bertanya.


Daniel diam sesaat setelah ia mendengar Berlian menyebut nama Johan yang ia ketahui adalah nama kekasih Berlian. Meskipun ia sudah bersiap dengan segala keadaan yang ada, tidak dapat dipungkiri Jika hatinya masih saja sakit jika mengingat Berlian memiliki orang lain di hatinya.

__ADS_1


Hanya beberapa saat hingga Daniel melihat Berlian yang panik. Kakinya terus melangkah dengan mata yang terus berkeliling. Daniel akhirnya memutuskan untuk membantu Berlian. Ia juga ikut mencari keberadaan Johan yang wajahnya langsung dapat ia ingat meskipun ia hanya melihatnya beberapa kali saja.


Berlian dan Daniel mencari beberapa saat namun mereka belum mendapati Johan.


"Kemana dia akan pergi? Apa kamu tahu tujuan dan waktu keberangkatannya?" Tanya Daniel setelah mereka lelah mencari.


Pertanyaan Daniel menyadarkan Berlian bahwa ia benar-benar tidak mengetahuinya. Ponsel Johan dan Terry tidak bisa dihubungi pada saat ini. Jadi Berlian yang mulai mendapatkan pikiran jernihnya berpikir dengan cepat. Tangannya baru saja membuka ponselnya untuk meretas data-data bandara saat ia tanpa sengaja melihat Terry yang berjalan di area keberangkatan Domestik.


Domestik?


Bukankah Johan seharusnya berada di area Internasional? Bukankah Johan akan keluar negeri?


Menyadari bahwa ia telah dibodohi oleh seseorang, Berlian menggeram marah. Ia sudah setengah jam mencari hampur di seluruh area keberangkatan Internasional dan mencari Johan sampai kakinya terasa mati rasa.


Berlian berlari tanpa memperdulikan Daniel yang dengan patuh mengikuti Berlian berlari.


Beberapa kali Berlian menabrak beberapa orang. Daniel yang ada di belakangnya mendapat bagian untuk meminta maaf atas namanya. Dengan begitu, ia juga swcara otomatis menjadi korban kekesalan dan makian orang-orang yang tidak sengaja ditabrak oleh Berlian.


"Nona! Nona sedang apa di sini? Apa nona..." Kemari untuk menemui kak Johan? Terry belum menyelesaikan kalimatnya saat Berlian memotong nya dengan cepat.


"Dimana Kak Johan?" Berlian dengan panik memegang lengan Terry. Menggoyangkannya saat ia bertanya.


"Lian..." Berlian menoleh saat ia mendengar suara Yang sangat akrab di telinganya. Johan berdiri tak jauh di belakang Terry. Tadi dia duduk di kursi yang berseberangan, jadi Berlian tidak melihatnya saat ia datang. Johan terkejut dan berdiri saat mendengar suara Berlian ya gak sedang berbicara dengan Terry di belakangnya.


Kedua insan itu hanya diam di tempat mereka. Saling memandang satu sama lainnya. Johan berpikir jika Berlian sedang marah dengannya. Jadi dia tidak menyangka gadis itu akan datang untuk mencarinya di bandara. Apalagi dengan penampilan yang terlihat berantakan.


Rambut hitamnya yang digerai berantakan terkena angin saat ia berlarian mencarinya. Beberapa helai rambutnya juga menempel di sisi kanan dan kiri wajahnya yang penuh dengan keringat. Kemeja putih dan rok abu-abu Berlian juga kusut dimana-mana. Johan mengernyit saat melihat lutut Berlian yang terluka dan berdarah. Hatinya sakit melihat itu.


Johan baru akan melangkah mendekati Berlian saat ia merasakan berat tubuh yang menabrak nya dan isak tangis yang ia benci terdengar di dadanya.


"Lian aku mohon jangan menangis atau aku akan sedih." Johan membelai rambut Berlian dengan lembut. Merapikan rambut itu dengan tangannya.

__ADS_1


"Kamu jahat kak!" Umpat Berlian sambil memukul dada Johan.


"Iya aku memang jahat." Johan tidak mengelak. Ia memang merasa dirinya sangat jahat pada kekasihnya. Dimana dia yang bersikeras mengejarnya tetapi sekarang dia juga yang memutuskan dan berniat meninggalkannya.


"Jahat! Jahat! Jahat!" Berlian memukul dengan keras ketika ia berteriak. Johan merintih menahan sakitnya. Bagaimanapun, pukulan Berlian cukup terasa setelah gadis itu berlatih bela diri.


"Auch! Aku memang jahat. Tapi bisakah berhenti memukulku atau kamu akan aku laporkan untuk KDRT" Ancam Johan sambil meraih kedua tangan Berlian dengan satu tangannya dengan mudah. Matanya menatap intens wajah Berlian yang memandangnya penuh amarah.


"KDRT apa?" Berlian mencibir ke arah Johan. Mengerucutkan bibirnya dengan lucu.


"KDRT. Kekerasan dalam rumah tangga." Johan tersenyum licik.


"Kekerasan dalam rumah tangga apa? Kita ini bukan pasangan  suami istri. Jangankan suami istri, kekasih saja bukan Huh!" Berlian mendengus kesal.


"Ini memang salahku karena memutuskan hal ini tanpa memikirkan perasaanmu. Tapi aku benar-benar bingung dan tak tahu harus berbuat apa untuk melindungimu." Johan memegang bahu Berlian. Menatap gadis itu dalam.


"Kita memang sudah putus. Tapi bagaimana kalau kita menjalin hubungan baru?" Lanjut Johan.


"Hah?" Berlian sama sekali tidak mengerti.


"Aku tidak ingin hubungan kita seperti orang lain yang putus nyambung putus nyambung tak ada habisnya. Kita pernah putus sekali, jadi kita tidak bisa kembali menjadi sepasang kekasih." Mata tajam Johan memang dipenuhi dengan keseriusan.


"Maukah kamu Jadi calon istriku?"


*


*


*


Terima kasih sudah mampir ~*(^,^)*~

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan  Vote ya....


__ADS_2